Dewasa Menyikapi Facebook

wajah lain facebook

wajah lain facebook (diambil dari anews.eu)

Jaman kita telah berubah. Jaman kita sudah sampai pada jaman yang termakan oleh kemajuan teknologi. Rasanya manusia sekarang tidak bisa hidup tanpa tekhnologi. Betul?

Yach, tekhnologi telah menghipnotis manusia. Teknologi `aneh` yang dulu hanyalah sebuah `bayangan`kini bisa tersajikan setiap saat di depan mata.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan tekhnologi jika kemajuannya dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif. Yang menjadi masalah adalah ketika orang-orang semakin mundur dengan kemajuan tekhnologi itu karena ia memanfaatkannya bukan untuk kebaikan melainkan untuk kesenangan semata, bahkan untuk suatu hal yang jelas-jelas merugikan. Merugikan di sini sifatnya kompleks, mulai dari kerugian biaya, tenaga dan yang paling besar adalah kerugian waktu dan usia.

Beberapa tahun lalu kita baru mengenal adanya email (surat elektronik) sebagai media komunikasi jarak jauh yang menggantikan fungsi surat. Beberapa tahun kemudian mulai dikenal adanya friendster sebagai ajang hiburan, ajang refreshing, ajang mencari teman bahkan ajang mencari jodoh. Di dalam friendster (fs) sebenarnya ada fasilitas blog yang bisa digunakan untuk mengembangkan diri dalam hal tulis menulis, berbagi ilmu dan dakwah bilqolam. Akan tetapi hanya segelintir orang (sangat sedikit) yang memanfaatkan fasilitas blog yang ada di dalam friendster ini, kebanyakan mereka mengabaikan fungsi yang satu ini dan hanya menggunakan fs sekedar alat penjalinan teman2 baru (bahkan jodoh J). Yang sangat disayangkan adalah banyak remaja (bahkan yang mengaku orangtua) kecanduan friendster, hingga boleh dikatakan mereka masih `lapar` jika dalam 1 minggu bahkan 1 hari tidak ke warnet untuk sekedar membuka friendster dan melihat perubahan2 terbaru dalam friendster (seperti inbox, undangan petemanan, komentar, dsb).

Beberapa waktu berikutnya sempat booming blog sebagai ajang aktualisasi diri di dunia maya. Banyak hal yang bisa dilakukan para blogger dengan blognya. Mulai dari sekedar curhat, berbagi pengalaman dengan sesama blogger ataupun pengguna web lain, berbagi ilmu, dakwah bil qolam (dakwah dengan pena/tulisan), bahkan tidak sedikit blogger yang sekarang memanfaatkan blog sebagai media / mesin pencari uang. Jika kita tilik perbedaan blog dan fs, kita akan melihat kelebhian-kelebhian yang lebih menonjol pada blog daripada fs. Bahkan kalau boleh saya katakan, jangan mengaku penggemar dunia maya/ professional maya jika belum mempunyai blog. Bahkan ada seorang teman yang mengungkapkan `bloggito ergo sum` (karena blog aku ada). Namun tidak semua orang bisa memiliki pandangan yang sama tentang blog. Mereka justru menganggap blog hanya di peruntukkan bagi mereka-mereka yang punya kemampuan yang lebih dalam menulis. Mereka cenderung lebih suka dengan friendster karena dirasa lebih mudah. Betul?

Beberapa waktu kemudian mulai dikenal adanya facebook (fb). Sebuah `ajang permainan` baru tsb. Hingga saat ini sedang booming-boomingnya.  Kalau kita tilik ada kemiripan antara friendster dengan facebook, yaitu sama-sama menjadi ajang mendapatkan teman-teman baru (dan ternyata fungsi inilah yang menjadikan fs/fb digemari banyak kalangan ). Yang menjadi kelebihan fb mungkin terletak pada kepiawaiannya mencari teman-teman baru/ teman lama tanpa kita harus tahu dulu alamat emailnya. Yach, kalau pada fs kita baru bisa meng-add teman jika kita tahu alamat emailnya, sedangkan pada fb kita cukup mengetikkan nama atau sekolah asal pada mesin pencari yang sudah tersedia di facebook dan kemudian akan muncul nama-nama sesuai dengan yang dicari pada hasil pencarian. Di satu sisi ada manfaat yang bisa diambil dari fb ini, yaitu bisa menjalin kembali silaturrahim dengan teman-teman/ saudara-saudara yang lama terputus.

Selain berniat mencari teman-teman yang hilang, ada juga pengguna fb yang sekedar iseng dan (katanya) sekedar mengisi waktu luang. Namun, dari yang iseng dan sekedar mengisi waktu luang inilah yang akhirnya melahirkan semacam kecanduan, karena sejak awal sudah diniati dengan iseng hingga akhirnya tidak mengenal batas ruang dan waktu. Yach, penulis mengatakan demikian karena fakta membuktikan bahwa fb sekarang telah `dituhankan` setiap tempat dan setiap waktu. Tidak hanya dari kalangan pengangguran saja yang ber-fb ria, tetapi juga dari siswa, mahasiswa, karyawan, guru, dosen sampai mereka yang punya aktivitas di rumah. Semakin menjamurnya warnet (warung internet) dan semakin banyaknya fasilitas hotspot (jaringan internet nirkabel) yang tersedia, akan semakin meningkatkan jumlah penggemar situs-situs pertemanan semacam fb ini. Penulis tidak menganggap salah dengan lahirnya fb, karena setiap sesuatu lahir/diciptakan tentu memiliki tujuan ataupun manfaat. Fb akan menjadi tidak bermanfaat bahkan merugikan jika kehadirannya menjadikan kita lalai. Lalai akan tugas utama kita sebagai `manusia seutuhnya`, baik itu tugas sebagai makhluk Tuhan (Alloh), tugas sebagai makhluk individu maupun tugas sebagai makhluk social.

Sangat disayangkan ketika kita telat absent lima waktu gara-gara terlelap dalam fb, atau mendapatkan hasil kerja yang kurang maksimal gara-gara kita nyambi fb ketika bekerja, atau banyak pekerjaan tertunda karena asyik cerita tak `berisi` ngalor ngidul dengan sesama pengguna fb, atau bahkan lupa makan/ mandi karena terbang bersama situs bernama facebook.

Sebagai manusia berakal sudah sepatutnya kita memikirkan dan mempertimbangkan segala hal yang hendak kita lakukan. Kita mengenal adanya 4 pembagian skala prioritas dalam mengerjakan sesuatu, yaitu mendesak, penting, perlu dan boleh. Dengan menetapkan pembagian ini tentu kita akan bertindak sesuai skala prioritas tersebut, yaitu dengan mengutamakan yang mendesak, kemudian mengerjakan yang penting, kemudian melakukan yang perlu, baru jika ketiga hal tersebut sudah tertunaikan kita selingi dengan sesuatu yang boleh. Dengan demikian kita akan menjadi manusia yang bijak atas waktu 24 jam yang kita miliki.  Ingat, hanya 24 jam! tidak lebih! Jangan sampai kita melakukan yang boleh sementara banyak tugas2 mendesak dan perlu kita lakukan justru terbengkalai. Begitupun ketika kita mengerjakan sesuatu yang boleh, harus ditilik juga pekerjaan apa yang lebih banyak manfaatnya bagi kita.

Lalu, masuk ke prioritas manakah aktivitas ber-facebook? jawabannya adalah relative. Yach, jika kita memanfaatkan fb untuk membahas sesuatu yang mendesak (misal:terkait nasib organisasi, terkait masalah yang memang harus dipecahkan, dll), maka tentu penggunaannyapun masuk kategori mendesak. Jika penggunaan fb adalah untuk berdiskusi ataupun merajut persaudaraan yang terputus boleh jadi itu menjadi hal yang penting atau perlu, sedangkan jika penggunaan fb sekedar untuk mencari teman-teman baru tanpa tujuan jelas ataupun hanya iseng maka itu masuk kategori boleh. Dan…jika penggunaan fb adalah untuk ngerasani/ ghibah, berkencan dengan lawan jenis, atau sekedar `pemuas rasa`, maka fb bukan lagi masuk boleh, penting atau bahkan mendesak, tetapi masuk pada kategori mudharat. Sepakat? (silahkan yang tidak sepakat untuk menulis komentar yaw..:-)

Okey, sebagai penutup tulisan ini, penulis mengajak kepada semuanya untuk bersikap dewasa dalam menyambut kehadiran facebook. tidak selayaknya kemajuan tekhnologi justru memundurkan generasi umat. Bagi yang memiliki notebook/laptop (yang bisa online setiap saat jika ada hotspot) sudah semestinya bersikap bijak, yaitu dengan mengajak pembaca semua untuk lebih memilih webblog, karena blog adalah budaya yang baik untuk mengasah kreativitas menulis, berbagi ilmu dan pengalaman serta sebagai memanfaatkannya untuk menimba ilmu dan wawasan seluas-luasnya. Penulis juga wujud eksistensi diri di dunia maya, yang tentu jauh, jauh dan jauuuuhhh lebih baik daripada sekedar friendster ataupun facebook. Sepakat?

Baiklah, semoga umur yang tersisa bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan ketika datang saat penimbangan amal, kita akan mendapatkan timbangan yang berat pada amal baik kita.

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih, dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehat supaya menetapi kebenaran” (Q.S Al-Ashr:1-3)

“Ingat 5 perkara sebelum datang lima perkara. Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, lapangmu sebelum sibukmu, mudamu sebelum tuamu, kayamu sebelum miskinmu…” (HR Ahmad)

Pekalongan, 11 Juli 2009

Ditulis dalam ArTikEL UMuM. Tag: . 2 Komentar »

The Zikr dan Pilpres 2009

Pilihlah pemimpin yang takutkan Alloh
Yang minta dibantu menegak kebenaran
Yang minta ditegur kalau ia bersalah
Yang tidak menyebut apa jua jasanya
Yang tidak banyak mebuat janji manis

Biasanya seorang pemimpin itu
Ia mempunyai ilmu yang sederhana
Jiwanya kental dan juga gigih
Dapat pengalaman dari hidup

Kalau kita hendak tahu pemimpin yang sejati
Dia tak berjawatan pun masih dihormati
Oleh semua pengikutnya

Biasanya pemimpin yang sejati itu
Ia tersendiri ada panduan yang diberi ada kharisma
Semua jadi mendidik mengikut
Hingga taat setia tidak berbelah bagi

Sengaja saya kutip syair di atas dalam rangka menyambut pilpres 2009 yang tinggal beberapa hari lagi. Yach, agenda penentu masa depan bangsa ini dalam waktu lima tahun ke depan akan segera digelar. Agenda itu bukanlah suatu yang seharusnya dianggap remeh, karena tentu tidak sedikit dana yang dipakai untuk penyelenggaraan pilpres tersebut. Namun pertanyaannya adalah, akankah agenda pesta demokrasi tersebut mampu melahirkan seorang `pemimpin ideal` untuk negeri ini? Hm…siapa bisa menjamin?
Kembali pada pemimpin ideal, seperti apakah hendaknya?
Menilik pada nasyid The Zikr berjudul Pemimpin Sejati di atas (Download versi MP3), maka mari kita lihat lebih jauh tentang sosok pemimpin ideal itu. Jika kita cermati isi syair tersebut, maka kita akan teringat pada sosok pemimpin sejati yang benar-benar sejati. Siapa beliau? Yach, Rosululloh SAW. Pemimpin yang membawa manusia dari jaman kebodohan menuju jaman yang terang dengan cahaya ilmu. Pemimpin yang menduduki urutan no.1 dalam buku `100 Tokoh Berpengaruh di Dunia` . Adakah seorang pemimpin yang kualitasnya setingkat Rosululloh di era sekarang? Hm…tampaknya sulit kita temukan, bahkan boleh dikatakan tak kan pernah kita temukan lagi (benarkah?).
Sekarang mari kita `pritili` (penggal) sosok pemimpin ideal versi the Zikr…
1. Pilihlah pemimpin yang takutkan Alloh
2. Minta dibantu menegak kebenaran
3. Minta ditegur kalau ia bersalah
4. Tidak menyebut apa jua jasanya
5. Tidak banyak membuat janji manis
6. Mempunyai ilmu yang sederhana
7. Jiwanya kental dan juga gigih
8. Dapat pengalaman dari hidup
9. Dia tak berjawatan pun masih dihormati Oleh semua pengikutnya

Hm, sudahkah para pemimpin-pemimpin negeri ini takut akan Alloh? Seperti apakah ciri-ciri pemimpin yang takut akan Alloh?
Baiklah, kalau kita ingat kembali akan makna suatu jabatan (pemimpin), maka hendaknya kita sadar bahwa sesungguhnya jabatan bukanlah suatu yang `menyenangkan`. Jabatan tidak lain adalah suatu amanah yang tentu akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Pemimpin yang takut Alloh hendaknya benar-benar menjalankan amanah yang dipikulnya, bukan justru mengkhianati rakyat dipimpinnya dengan sikap&perilaku yang tidak terpuji seperti korupsi, `menjajah` dan menyengsarakan rakyat.
Pemimpin yang sejati juga hendaknya minta dibantu menegakkan kebenaran, bukan justru marah, bengis dan naik pitam ketika banyak kritikan berdatangan dari rakyat, karena sesungguhnya kritikan dari rakyat merupakan alarm bahwa ada yang tidak beres dengan pemerintahan yang dipimpin. Jadi hendaknya pemimpin yang sejati selalu mendengarkan dan menyikapi setiap kritikan dalam rangka menegakkan kebenaran.
Pemimpin sejati tentu tidak akan menyebut jasa-jasa yang telah diberikannya pada rakyat, karena sesungguhnya apa yang sudah diperbuat untuk rakyat itu sejatinya merupakan sebuah amanah/kewajiban yang memang sudah seharusnya dijalankan. Bukan berarti saya tidak meghargai seorang pemimpin yang berhasil, tetapi mencoba mewacanakan bahwa sudah seharusnya seorang pemimpin berbuat dan memberikan yang terbaik untuk rakyat hingga akhirnya tercapai suatu keberhasilan.
Pemimpin sejati bukanlah pemimpin yang selalu mengumbar janji-janji manis, tapi pemimpin yang selalu merealisasikan segala hal program untuk rakyat: Demi Rakyat! Bukan hanya demi cari muka di hadapan rakyat (maaf…) dengan janji-janjinya. Obral janji lebih mudah daripada obral barang-barang, karena obral janji tidak butuh modal hanya butuh vocal, sementra obral barang butuh barangnya serta butuh tenaganya. Akan tetapi, dampak dari obral janji itu tentu lebih besar, tanggung jawab moralnyapun luar biasa.
Pemimpin sejati juga hendaknya menjadikan setiap pengalaman hidupnya sebagai guru yang berharga, bukan dijadikan lintas lalu. Pengalaman itu dijadikannya sebgai bekal untuk proses perbaikan dalam pola memimpin setiap detiknya, setiap harinya dan tiap waktunya. Hingga jika kepemimpinnya lengser, dia masih dihormati sebagai seorang pemimpin, bukan dilecehkan atau dibuang begitu saja seperti pepatah Habis manis sepah dibuang. Begitu? Yach, pemimpin abadi untuk dirinya sendiri dan untuk rakyat.
Baiklah, menjelang pilpres 2009 sudah patutnya kita bijak dalam menentukan calon pemimpin yang hendak kita pilih. Bagaimanapun nasib bangsa ini lima tahun ke depan ditentukan oleh kita semua melalui pesta demokrasi lima tahunan yang akan digelar 8 Juli besok. Jadilah rakyat yang cerdas, jadilah pemilih yang cerdas yang memilih calon wakil rakyatnya dengan menggunakan akal dan hati. Jangan memilih wakil rakyat hanya karena pengaruh orang-orang sekitar dan karena faktor `X` saja, tapi pikirkanlah dengan matang, demi masa depan bangsa! Okey?
Sampai jumpa pada pilpres 2009!
Semoga Indonesia bisa mendapatkan pemimpin yang sejati itu? Siapakah dia? Anda semua yang menentukan!
Pekalongan, 4 Juli 2009

Ditulis dalam ArTikEL UMuM. Tag: . 1 Komentar »

Aku untuk Negeriku: Akan Kukarantina Indonesia

Akan Kukarantina Indonesiaku

Indonesia

Merah darahmu

Putih tulangmu

Bersatu dalam semangatmu

Indonesia,,,,,,,,,,,!!!

Tapi, apa ya yang bisa kulakukan untuk negeriku?…

.

Bila tiba saatnya nanti, ingin kuciptakan sebuah gedung besar bernama `Karantina`. Gedung luas tanpa atap, tanpa dinding dan tanpa seorangpun yang bisa merobohkannya (kecuali Tuhan Semesta Alam). Gedung raksasa yang bisa menampung negeriku ini. Gedung yang juga mampu `menghidupi` dan `menghukumi` para penghuninya.

Mau tahu siapa saja yang bakal kumasukkan dalam gedung dan akan kukarantina di sana? (*_*)

1. Akan ku Karantina Tikus-tikus Nakal

Yupz! Tikus-tikus nakal di negeri ini banyak sekali. Hampir tiap lini & sisi negeri terdapat tikus yang menggerogoti. Tikus itu ada yang blak-blakkan, ada yang sembunyi-sembunyi, dan ada yang semi blak-blakkan dan semi sembunyi (wah, apa tuh maksudnya?)

Yang pasti negeri ini sudah terlalu muak dengan para tikus. Apalagi tikus di negeri ini perutnya sudah buncit-buncit. Padahal si empunya yang melihara mereka di bawah pada kelaperan. Kalau boleh dibilang, tikus-tikus negeri buncit karena kekenyangan, sedangkan si empunya di bawah (baca:rakyat) buncit karena kelaperan. Wuih,,kontras banget kan?

Kalau tikus-tikus itu terus dibiarkan berkeliaran di negeri ini alias gak ada (atau gak berani ya?) meng-karantina mereka, jangan harap negeri ini akan kokoh. Ya, karena tiang negeri jadi keropos berkat digerogoti tikus-tikus rakus. Makanya gak ada jalan lain untuk menghentikan tikus-tikus berkeliaran itu, kecuali dengan mengkarantina mereka dan menggodok mereka dengan pelajaran PPKn/ PMP (Pendidikan Moral Pancasila). Di gedung karantina ini para tikus juga kusuruh untuk memuntahkan semua milik rakyat yang sudah ditelan, biar tubuh mereka bersih. Kalau masih ada yang nakal dan bersikeras menggorogoti tiang negeri Indonesia, tentu jalan paling aman adalah….(apa hayo..?) Pikir sendiri-sendiri aja yaw…

2. Akan ku Karantina Kambing-kambing dan Pengangguran

Pengangguran! Satu kata berjuta makna dan berjuta akibat. Betul gak? Yupz! Berjuta makna karena yang dimaknai pengangguran pada hakikatnya bukan hanya mereka yang tidak kerja saja, tapi juga mereka yang kerja tapi senang mangkir. Setuju gak? Ya, karena uang negeri ini telah terlalu banyak yang digunakan untuk membayari pegawai-pegawai yang `tidak kerja`. Mereka kerja tapi ongkang-ongkangan. Mereka kerja tapi berangkat seenaknya, mereka kerja tapi gak memberikan servise memuaskan kepada rakyat, mereka kerja tapi sombong, mereka kerja tapi bermalas-malasan, mereka kerja tapi tidak menghargai pemilik negeri baca:rakyat). Ya, para pekerja seperti ini juga perlu dikarantina untuk mendapatkan gemblengan dari rakyat.Mereka perlu dikarantina untuk praktek menjadi rakyat bawah selama beberapa bulan. Suruh mereka mencangkul, menarik becak, makan nasi aking, makan nasi jaguug, tinggal di gubuk bamboo dan juga menjadi pemulung. Biar mereka ikut merasakan bahwa pnghuni negeri ini tidak hanya orang-orang seperti mereka yang tidur di kasur empuk, tinggal di rumah mewah tanpa takut kebocoran saat hujan, yang makan sekali sehari, dan `yang-yang` yang lain…ya, mereka perlu dikarantina.

Okey, selanjutnya pengangguran disebut berjuta akibat karena dengan adanya pengangguran yang sesungguhnya (baca:mereka yang benar-benar tidak memiliki mata pencaharian) maka akan banyak masalah yang timbul di negeri ini. Dari mulai masalah status kesehatan yang buruk, gizi buruk, putus sekolah, kekerasan, kriminalitas bahkan tindakan-tindakan asusila seperti munculnya PSK-PSK yang mengatasnamakan kemiskinan sebagai alasan mereka melacur. Jika memang benar adanya demikian, maka sudah seharusnya pengangguran ini diberantas. Nah, bila sudah tiba waktunya nanti, aku punya rencana khusus dalam rangka mengurangi penganguran. Yupz, apa itu? Tdk lain adalah mengkarantina para penganguran di lingkungan tempat tinggalku. Bagi pengangguran remaja kayaknya lebih cocok kalau ku bekali mereka dengan keterampilan yang bisa dijadikan sebagai modal bekerja. Ya, semisal keterampilan nyervis Hp, keterampilan mejahit, bikin kue-kue ringan, dan keterampilan bikin jajan dari tanaman yang ada di sekitar tempat tinggalku seperti keripik, sale dll (karena memang daerahku adalah daerah pegunungan n perkebunan).

Bagi pengangguran bapak-bapak mereka dibekali seekor kambing untuk dirawat. Jadi perlu dibuatkan karantina juga buat kambing-kambing biar bapak-bapak yang notebene gak punya modal buat bikin kandang jadi gak bingung. Tiap bapak bertanggung jawab atas satu kambing yang jadi jatahnya. Nanti kalau kambing sudah besar dan beranak, si bapak bisa mengambil anak kambing itu menjadi miliknya dan dibesarkan lagi sebagai modal kehidupannya, sedangkan si kambing induk harus dikembalikan ke saya (cie…) untuk kemudian dirawat oleh bapak lain yang belum pernah dapat bagian. Jadi sistemnya muter gitu, hingga bila tiba saatnya nanti tiap rumah/ tiap bapak bisa punya kambing satu-satu, dua-dua, bahkan sepuluh-sepuluh hingga tak ada lagi kemiskinan di daerahku. Amien…

3. Akan ku Karantina Bendera Pusaka

Yupz! Supaya kita selalu ingat dan cinta pada negeri ini. Bukankah ada pepatah (ataukah hadits?) yang berbunyi :khubbul wathon minal iimaan, yang artinya kurang lebih Cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Betul gak?

4. Akan ku Karantina Sampah-sampah

Wah, masalah sampah kayaknya gak ada habisnya ya. Sampai-sampai Indonesia menjadi langganan banjir tiap tahun. Kayak musim sekarang ini. Memang sih ada banyak factor penyebab banjir, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa sampah yang berkeliaran dan menumpuk juga memberi andil besar pada munculnya banjir ini. Sayangnya kesadaran masyarakat Indonesia akan kebersihan boleh dikatakan masih minim. Kita tak punya rasa malu sedikitpun ketika buang sampah sembarangan. Wah, kalau ngomongin kebersihan jadi ngiri sama Jepang nih. Di sana suasana kota bersih dan tertata rapi. Tapi, itu sekedar iri loh, karena sesungguhnya lebih kucintai Indonesia daripada Jepang (ya iyalah…masa ya iya dong!).

Nah, sebagai upaya pelestarian dan kebersihan alam Indonesia, perlu dibuatkan karantina untuk sampah-sampah. Setiap RT wajib mempunyai tempat pembuangan sampah umum. TIDAK BOLEH TIDAK!!! Dan masyarakatpun harus membuang sampah pada tempatnya. Kalau ada yang tidak mematuhi aturan ini, konskuensinya Pak RT harus rela munguti sampah yang ada di RT nya (wah…galak banget sih!) gak apa-apa, demi kedisiplinan dan kemajuan galak kadang diperlukan. Iya gak?

5. Akan ku Karantina Para Kakek-nenek dan sesepuh

Kalau bicara masalah orangtua, kakek-nenek dan sesepuh kok hati ini jadi miris ya.. Masalahnya di negeri ini orangtua kurang mendapat penghargaan dan perhatian khusus. Banyak anak-anak di negeri ini yang menyiaka-menyiakan orangtua. Mereka yang telah sukses dan hidup dalam keluarga kecilnya begitu mudah dan tanpa dosa menitipkan orangtua di panti jompo. Terkadang kita tidak ingat betapa perjuangan orang tua terutama ibu ketika melahirkan kita ke dunia ini. Keringat darah tercurah ketika proses persalinan. Pertaruhan antara hidup dan mati. Dari rahim ibu kita lahir, dari ASI ibu kita hidup, dari belaian ibu kita dibesrakan dan dari keringat bapak kita tercukupi. Ingatkah kita?

Suatu ketika saat aku ikut partus (melahirkan) di desa juga dapat info, bahwa tetangga keluarga yang kami partusi (baca:kami Bantu persalinan)`tidak mengakui` ibunya yang sebatang kara dan tidak mau mengasuh beliau. Alhasil ibu tesebut mencari penghidupan sendiri dengan meminta-minta ke tetangganya `door to door` demi sesuap nasi. Padahal anak dari ibu itu saat ini jadi orang terkaya di desa itu. Naudzubillah… Malang nian nasibmu ibu…

Pernah kusaksikan juga sebuah tayangan di stasiun TV swasta yang mengangkat tema kehidupan para orangtua di negeri ini. Para kakek-nenek yang hidup di Jakarta sebatang kara. Mereka mencari penghidupan dengan mengumpulkan sampah gelas plastic di jalanan dan tempat sampah. Satu gelas plastic dihargai 50 perak. Sehari mereka kadang dapat 40 gelas dan mereka jual pada bos dengan harga 2000 perak. Ya, mereka hanya mendapatkan 2000 rupiah setiap hari. Bayangkan, apa yang bisa mereka dapatkan dari uang sejumlah itu? Mereka tidak mesti makan 3x sehari. Malang nian nasibmu nek…

Nah, sebagai bakti cintaku pada kakek-nenek, ingin ku bangun karantina khsus untuk mereka. Kuangkut mereka yang ada di jalan-jalan dan kolong jembatan. Jika memungkinkan ingin kupertemukan mereka kembali dengan anak-anak mereka, supaya anak-anak mereka kmbali ingat pada sejarah mereka ada di dunia.

Jangan pernah lupakan sejarah, karena dari sejarah engkau ada. Itulah ucapan seorang teman yang pernah kutangkap.

6. Akan ku Karantina Anak-anak Putus Sekolah

Ya, ingin ku bangun karantina khusus untuk anak-anak di desaku. Anak-anak yang putus sekolah karena ketiadaan biaya akan kutampung. Tak tau apa yang akan kulakukan pada mereka nantinya, apakah akan diberikan pendidikan alternative seperti metode Qoryah Toyyibah. Atau akan kubangun Gerakan Nasional Orang Tua Asuh di desaku. Yang penting mereka bisa tetap mendapatkan pendidikan, meskipun tidak secara formal. Mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk megasah pemikiran kritisnya, mereka berkesempatan menikmati manisnya ilmu. Siapa tahu dari karantinaku nanti bisa terlahir presiden satau orang-orang besar yang bersih dan kritis. Hehe..:-)

Atau juga barangkali dari karantinaku bisa terlahir ilmuwan canggih yang bisa memecahkan permasalahan-permasalahan crusial di negeri ini.

Walah-walah…muluk-muluk banget Yayah…hehe, memang sih…

Tapi ya…barangkali bisa. Apa salahnya sih bermimpi. Bukankah tanpa mimpi kita tidak akan pernah bisa mewujudkan mimpi itu? Jadi gak perlu takut bermimpi kan?

Yupz!

Okey, mari bermimpi bersama-sama untuk perwujudan negeri ini lebih baik…

Aku Cinta Indonesia……………

Kamu Cinta Indonesia…………..

Kita Cinta Indonesia………………..

Ditulis dalam ArTikEL UMuM. 8 Komentar »

Sholat Tahajud Sebagai Terapi Berbagai Penyakit (Dimensi Psikoneuroimunologi sholat)

Taukah apa kita itu Psikoneuroimunologi?
Tahukah juga bahwa ternyata sholat bisa menjadi terapi berbagai penyakit? Yah, bagi sebagian orang mungkin akan kaget dengan judul yang saya tulis. Namun, percayalah, bahwa ini memang benar adanya dan telah dibuktikan secara ilmiah efek sholat terhadap kesembuhan penyakit.

Secara sederhana Psikoneuroimunologi dapat diartikan sebagai bentuk kekebalan tubuh yang didapat dari
kondisi psikologi dan keadaan jiwa seseorang. Atau bisa juga diartikan sebagai hubungan antara keadaan otak/ saraf, pkisis dan kekebalan tubuh seseorang. Jadi, secara
Psikoneuroimunologi kesehatan seseorang akan terganggu ketika ada gangguan pada aspek psikologis.

WHO (World Health Organization) mendefinisikan sehat sebagai suatu keadaan sejahtera secara fisik, jiwa, sosial dan ekonomi. Sedangkan teori lama tentang timbulnya penyakit menyatakan bahwa suatu penyakit akan muncul jika terdapat gangguan pada salah satu atau lebih aspek dari segitiga berantai. Segitiga tersebut meliputi Host, agent dan environment yang bisa digambakan sebagai segitiga yang erdiri dari : host-Agent- environment

Artinya seseorang akan sakit jika keadaan tubuh sedang ada gangguan, ada agen penyebab penyakit, atau/dan adanya lingkungan yang mendukung pada timbulnya penyakit. Teori lama ini kurang memperhatikan factor psikologi sebagai penyebab timbulnya penyakit. Berbeda dengan teori baru yang dikemukakan Prof. Dr. H.M Sholeh Drs.MPD.PNI dalam
seminarnya di UNISULA (20 Desember 2008). Beliau menyebutkan bahwa etiologi (penyebab) timbulnya penyakit ada lima, yaitu: pola piker, pola makan, pola laku, pola lingkungan (missal radiasi), serta kehendak Alloh SWT. Beliau juga menyebutkan bahwa pada dasarnya sumber dari berbagai penyakit adalah factor ketidakikhlasan dan kesombong
an
yang bercokol di hati. Orang yang sombong, dengki dan tidak ikhlas cenderung lebih rentan terhadap stress. Sementara itu jika kita stress tubuh kita akan mengeluarkan Hormone cortisol, yaitu suatu hormone yang dihasilkan oleh cortex adrenal (suatu kelenjar yang berada di ginjal bagian atas) dan hanya akan keluar jika kita stress. Cortisol akan menyebabkan protein dari berbagai jaringan smidal otot dsb-kesuali protein pada hati- dilepaskan untuk kemudian diubah lagi menjadi glukosa. Cortisol yang meningkat menyebabkan penurunan sel-sel makrofag, basofil, ionofil dll dalam tubuh, dimana sel-sel tersebut pada dasarnya berfungsi `memakan` sel-sel abnormal dalam tubuh. Jika sel-sel tadi jumlahnya semain turun, maka diprediksi apa yang akan terjadi, yaitu peningkatan sel abnormal dalam tubuh yang manifestasi aikhirnya adalah akan timbul suatu penyakit. Secara ringkas, Ganner dalam BiokimiaHarper menyatakan bahwa kortisol menekan system imun (pertahanan tubuh) yang menyebabkan seseorang rentan terhadap penyakit.

Psikoneuroimunologi Dari Segi Sains

Modifikasi system imun pada saat stress Seperti yang telah dibahas di atas, bahwa ketika kita stress akan terjadi gangguan pada sel-sel tubuh kita, yang secara skematis bisa digambarkan sebagai berikut:

Stress
peningkatan hormone cortisol penurunan sel makrofag

(pemakan sel-sel abnormal) peningkatan sel abnormal
pertumbuhan myoplasma (tumor atau kanker) dan penurunan tingkat
kekebalan

Sekedar catatan, 1 sel makrofag akan memakan > 20 sel abnormal dalam
tubuh. Ini berarti jika ada 10 saja sel makrofag yang turun, maka
akan ada 200 sel abnormal yang muncul dalam tubuh kita. Perbandingan
yang cukup tajam, bukan?

Hubungan Kortisol dengan Tahajud

Kortisol dikeluarkan oleh kelenjarnya secara periodic, sehingga membentuk suatu irama yang disebut sebagai `Irama sirkadian`. Kadar kortisol tertinggi dicapai setelah tengah malam (dini hari) hingga siang hari. Pertanyaannya adalah bagaimana cara kita menurunkan kadarnya secara umum sehingga kita sehat dengan kekebalan yang tinggi? Kuncinya adalah: Tahajud!

Padasaat kita sholat tahajud, maka kita terbawa pada suatu kondisi emosional yang stabil. Kita akan lebih rileks dan kondisi psikologimenjadi lebih tenang. Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Sholeh terhadap 41 responden siswa SMU
Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya menunjukkan bahwa pada pengamal sholat tahaud, kadar hormone kortisol relative stabil dan relative lebih rendah. Ketika diuji kadar system imunnya, diperoleh hasil yang bermakna pada uji statistic dalam kelompok tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sholat tahajud
berpengaruh terhadap peningkatan respon ketahanan tubuh imunologik. Sholat tahajud yang dilaksanakan secara kontinyu
(terus menerus/ berkesinambungan), khusyuk dan ikhlas mampu menumbuhkan persepsi dan motivasi positive dan memperbaiki suatu mekanisme tubuh dalam mengatasi perubahan yang dihadapi atau beban
yang diterima.
Dengan sholat yang lama, maka sel makrofag mencapai maksimal dan akan memakan sel abnormal lebih banyak.

Prof. Sholeh juga menyebutkan bahwa dengan sholat tahajud selama 2 bulan, akan menurunkan kadar kortisol, meningkatkan jumlah makrofag, basofil, ionofil dll, menurunkan jumlah sel abnormal dan akhirnya penyakit dapat sembuh. InsyaAlloh…

Jadi, marilah bersama-sama menunaikan tahajud agar hidup kita bisa lebih sehat, baik lahir maupun batin. Ayo!

Pekalongan,
13 Januari 2009

  • disarikan
    dari seminar Psikoneuroimunologi dalam ANTIBIOTIK 4

    UNISSULA, Semarang 20 Desember 2008, oleh Prof. Dr. H.M Sholeh
    Drs.MPD.PNI

  • buku
    pendukung: Super Health, Gaya Hidup Sehat Rosululloh. Egha Zainur
    Ramadhani. 2007:49-52 )

Untukmu Para Wanita= Sebuah Pengakuan LelakiPACARAN HALAL..Sebagai Proses Penjajakan, Percayalah Kepada Cowok!

Written on January 18, 2009 – 12:25 am | by heidif PACARAN HALAL
Sebagai Proses Penjajakan, Percayalah Kepada Cowok

(tidak mengandung ayat dari kitab agama manapun)

Berdasarkan dari betapa mudahnya wanita diperdaya oleh lelaki/cowok. Bahkan dengan sangat angkuhnya wanita sering berpendapat bahwa dirinya tidak akan mudah termakan rayuan gombal lelaki. Itu benar, karena dimasa sekarang ini tidak ada lelaki yang bibirnya bisa mengucapkan rayuan gombal seperti film-film Indonesia toempoe doeloe. Tetapi dengan pendidikan dan teknologi yang berkembang, metode kami berubah (red:cowok).

Kami bisa memanfaatkan semua SDM dan SDA yang ada di sekitar kami untuk menunjang tegaknya diagnosa “SERIUS” dihadapan target (wanita). Apakah property “nebeng”? Oh tidak! Bahkan hanya dengan kesederhanaan, malah jadi pamungkas yang cukup jitu untuk meluluhkan hati wanita incaran kami. Karena dengan kesederhanaan dan property seadanya, akan mendatangkan kesan ketulusan dan bersahaja. Yang kemudian menimbulkan cinta sepenuh hati, berakibat kepasrahan. Ini fokusnya, kepasrahan yang artinya diriku sepenuhnya kuserahkan padamu, termasuk my virgin (klo masih).

Wahai wanita, tidak semua diantara kami kaum lelaki mengincar hartamu, yang merupakan incaran kami sebenarnya adalah SEX, sejauh mana dirimu memberikan rasa penasaran kepada kami, selama itu pula kami sanggup bersandiwara dengan sekuat tenaga kami. Mengapa kami sebut sandiwara? Karena kami menyimpulkan bahwa yang telah beristeri saja masih banyak yang selingkuh (meski tidak semuanya).

Pernikahan yang kejelasan statusnya dilindungi oleh hukum agama dan UU Negara, masih sering kami injak-injak. Apalagi status pacaran? Yang sama sekali tidak dikuatkan oleh peraturan manapun. Artinya seorang cowok bisa saja berpacaran dengan seribu cewek dalam waktu bersamaan atau sebaliknya. Maka jadilah pemuda-pemudi bangsa ini sebagai pakar zina, dari yang kecil sampai yang besar.

Tapi masalah jadi bangsa apa bukan urusan kami, selagi kami masih bisa menikmati kenikmatan dunia lewat tubuh wanita secara free, maka paradigma “Pacaran sebagai proses penjajakan” akan selalu kami sebarkan dengan cara apapun.

Sex dengan pacar sendiri sangat berbeda rasanya dengan sex dengan pelacur manapun dengan harga pakai berapapun. Sebab wanita yang selalu jadi target kami tentunya bersih, sehat, bebas penyakit menular seks (PMS), terawat dan terdidik.

Soal kaya atau miskin si target itu bisa disesuaikan.
Maksudnya apabila kami telah sukses memperdaya hati target, maka keadaan keuangan akan sangat mudah dikendalikan berdasarkan scenario “rasa pengertian” yang kami ciptakan di hati target. Pulsa yang kami keluarkan untuk menjalin kedekatan tidak sebanding dengan kenikmatan yang menanti kami.
Target berjilbab? Bisa sukses bisa juga tidak.
Usaha kami dalam berburu “kenikmatan” terhadap target berjilbab memerlukan beberapa trik tambahan. Tetap bersikap sederhana, apa adanya, bersahaja, pengakuan terhadap kekurangan diri, bersikap humoris dan sedikit bumbu religi yang didapat dari ceramah ustadz-ustadz di televisi bisa jadi referensi tambahan.
Usaha kami sukses terhadap target yang berjilbab yang juga masih berpakaian ketat, sehingga jilbab kadang-kadang hanya menutupi rambutnya dan tidak menutupi ukuran “hardware” indahnya. Kulit target yang halus mulus karena sering tertutup dari polusi udara dan matahari memberikan sensasi yang tidak sama dengan target tidak berjilbab pada umumnya.
Luar biasa!!!
Usaha kami gagal apabila target berjilbab tapi juga berpakaian yang lebar, sehingga tidak tampak keindahannya lewat mata secara fisik, tapi kami sangat yakin dibalik pakaian yang lebar itu tersimpan lebih banyak keindahan. Kami kurang pasti penyebab kegagalan usaha kami terhadap target tersebut, bisa jadi keteguhan
target dalam memegang keyakinan bahwa keindahan yang mereka miliki merupakan “harta berharga” yang hanya akan disuguhkan kepada suami mereka nantinya.

Kenyataan yang menggembirakan adalah target “kokoh” semacam ini berjumlah sangat sedikit jika dibandingkan dengan total target “empuk” yang banyak tersedia di sekitar kami.

Pada umumnya target menginginkan “keseriusan”.
Ketidaktahuan mereka terhadap makna kata serius ini yang sering kami manfaatkan sebagai peluluh hati mereka. Trik yang kami gunakan bermacam-macam, mulai dari kirim sms yang bertuliskan “Aku serius lho sama kamu”, telepon diatas jam 23.00 (tarif murah) untuk bicara panjang lebar dengan topik yang dipilih secara random. Ini trik yang paling sederhana dan cukup jitu untuk target yang masih lugu atau pura-pura lugu soal keseriusan hubungan. Maksudnya walau target sudah mengerti tentang trik
yang kami jalankan dalam meraih target, tapi seiring waktu dan semangat kami yang tidak berputus asa dalam menjalankan skenario, cepat lambat target yang dulunya pura-pura lugu akan luluh akhirnya melihat semangat tulus palsu kami.

Jika tujuan utama kami yaitu tubuh indah target belum didapatkan, maka bukti keseriusan palsu kami dapat dikuatkan dengan memboyong mereka ke orang tua kami atau sebaliknya, kami bersedia diboyong ke orang tua target. Sampai disini saja keberanian kami untuk bermain dengan kata serius, untungnya karena 99% target telah takluk pada level trik ini.
Kenyataan yang juga menggembirakan kami adalah apabila ternyata orang tua kami atau oramg tua target juga memiliki paradigma “Pacaran adalah proses penjajakan” atau “Pacaran adalah proses yang harus dilalui oleh remaja normal”.
Luar biasa!!!
Target yang telah beranggapan bahwa “inilah jodohku”, dengan paradigma ini kami telah mendapatkan kepercayaan penuh dari segala pihak untuk memperlakukan target semau kami. Termasuk menikmati kenyamanan sensasi seks penuh gratisan yang kami tunggu-tunggu selama perjuangan. Tidak perlu buru-buru, karena kami sangat dan sangat memperhatikan situasi, kondisi dan domisili.
Soal dikemudian hari kami bosan dengan target yang sudah habis manisnya karena kami hisap atau muncul target baru yang lebih segar, maka skenario pelepasan diri dapat dijalankan dengan berbagai alasan. Sangat mudah melakukannya mengingat semua manusia memiliki kekurangan, kekurangan inilah yang harus diangkat ke
permukaan dan menjadi pokok bahasan yang berlanjut dengan putusnya hubungan. Alasan ketidakcocokan bisa menjadi penangkal pertanyaan orang tua masing-masing pihak.
Putus. Juga merupakan jalan baru bagi kami untuk memulai skenario pengejaran target baru. Tampang berduka, bahkan tampang tegar paska putus pun bisa menjadi pesona di hadapan target baru ini. Tentunya kami tidak meninggalkan trik-trik peluluhan hati yang kami terapkan terhadap target-terget sebelumnya seperti sederhana, tampil apa adanya, bersahaja, sedikit ditambah bumbu humoris karena target pada umumnya ingin dekat dengan orang yang selalu bisa membuatnya tersenyum dalam setiap keadaan. Target selalu ingin merasakan aman, nyaman, disayang, diperhatikan (beberapa). Maka sedaya upaya kami akan ciptakan suasana tersebut hanya didekat kami. Persepsi bahwa di dekat kami maka target merasa aman, nyaman, tenang, tersenyum, dan damai merupakan paradigma yang harus kami ciptakan di
dalam kepala target. Untuk kesekian kalinya kami selalu sukses dalam pencapaian tujuan kami, menjadikan kami sangat berpengalaman dan cerdas dalam program ini, dengan atau tanpa hambatan sama sekali. Sungguh indah dunia ini, dipenuhi dengan target-target berpendidikan tapi bodoh yang menunggu giliran untuk kami habisi.
“Ahh, saya kan gak pernah serius klo pacaran, ngapain takut!”
Jika terget berfikiran seperti kata-kata di atas, maka pemikiran seperti ini juga merupakan peluang besar bagi kami untuk memulai skenario peluluhan hati. Yang kami utamakan lebih dahulu adalah mengadakan ikatan super tidak jelas bernama Pacaran, soal cinta atau tidak, itu cuma masalah waktu. Trik-trik yang kami lancarkan akan mengubah keadaan hati target seiring waktu yang dilalui bersama-sama dan komitmen semu tentang pacaran yang kami atau orang lain ciptakan.
“Ahh, tidak semua cowok seperti itu, cowokku ga gitu and ga mungkin begitu!”.
Kata-kata sejenis ini merupakan tolak ukur keberhasilan skenario BHSP (Bina Hubungan Saling Percaya) yang nantinya menjadi peluang besar untuk mendapatkan tubuh target di kemudian hari. Karena salah satu yang kami ingin bentuk adalah pendapat target bahwa kami adalah cowok yang berbeda dengan cowok pada umumnya.
Jika Anda wanita berpenampilan menarik atau tidak, bertubuh indah baik tertutup atau tidak, mencari keseriusan hubungan, mencari cinta dari sesama manusia tanpa pemahaman yang jelas…Maka Anda target kami berikutnya !

Wahai wanita, ketahuilah bahwa seorang laki-laki yang benar-benar serius terhadapmu akan datang kepada orang tuamu dengan berkata “Pak, saya ingin menikahi putri Bapak, sekarang saya punya penghasilan Rp…../bulan, dst”, sedangkan laki-laki yang benar-benar serius ingin menghabisimu akan datang langsung kepadamu dengan berkata “Maukah kamu jadi pacarku?”.
Puncak kehinaan wanita ketika ia menerima tembakan seorang lelaki untuk jadi kekasihnya.
Puncak kemuliaan wanita ketika orang tua/walinya mempertimbangkan lamaran seorang lelaki untuk jadi isterinya.
Hancurkan harga diri dengan pacaran, muliakan diri dengan …

Tidak ada solusi termuat dalam tulisan ini, meskipun solusinya tertulis tetapi tidak akan menghentikan kegiatan kami, kami hanya bisa berhenti jika semua target mengaplikasikan solusi yang sebenarnya sudah mereka tahu.
Pacaran sebagai proses penjajakan, penjajakan = peng”injak-injakan” atau pen”jaja”an.
Jika Anda belum pacaran, Nantikan kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda telah putusan, Nantikan juga kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda masih pacaran, maka tunggu tanggal “main” kami bersama Anda!

Wallahua’lam bisshawab
Cyber City Net 30.10.2006 at 02.22 am

Artikel ekstrem ini asli tulisan teman Iriyan.
from:http://heidif.blog.friendster.com/2009/01/pacaran-halalsebagai-proses-penjajakan-percayalah-kepada-cowok/#comment-19

Ditulis dalam ArTikEL UMuM. Tag: . 4 Komentar »

KETIKA PNS DI-TUHANKAN

Tanggal 31 Desember kemarin media cetak (baik local maupun interlokal) memuat pengumuman hasil tes seleksi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) 2009. setelah beribu-ribu orang berbondong-bondong mengikuti tes seleksi CPNS pada tanggal 7 Desember 2008, akhirnya hari itu (31 Desember) mereka bisa bernafas lebih teratur. Ada yang nafasnya lega plong karena lolos seleksi, namun ada juga yang lega tapi tak rela lantaran namanya tidak tercantum dalam daftar di Surat Kabar.

Yach, tak bisa dipungkiri bahwa magnet PNS berhasil menyedot puluhan ribu masyarakat untuk ikut berpartisipasi mengukir harapan-harapan “Keamanan dan Kenyamanan” masa depan melalui tes CPNS itu. Tak bisa dipungkiri juga bahwa seleksi karyawan yang paling banyak jumlahnya adalah seleksi karyawan Negara (ataukah abdi Negara?). Mereka datang dari berbagai lapisan masyarakat dengan latar belakang yang heterogen.

Meledaknya jumlah peserta tes seleksi CPNS menandakan bahwa masyarakat Indonesia ternyata sebagian besar bermental PNS (penak, njamin, sak karepe). Secara kasar bisa dikatakan bahwa kenyamanan PNS mungkin memang terjamin, karena mau kerja atau tidak kerja toh masih tetap digaji dengan menggunakan `uang rakyat`, istilahnya sak karepe. PNS juga aman karena tidak terlalu khawatir di-PHK. Ada juga yang mengatakan bahwa PNS juga menjamin masa depan, karena kesehatan sudah ditanggung, anak-anak ada yang ngurus, masa tua ada yang menggaji dan menghidupi. Namun, benarkah sesungguhnya bahwa PNS bisa menjamin semua itu? Apakah tidak ada jalan lain selain PNS untuk mencapai kesuksesan yang hakiki?

Tentunya kita pernah mendengar pepatah yang mengatakan “Dunia tak selebar daun kelor” bukan? Pepatah klasik ini hendaknya kita jadikan pegangan untuk menjalani kehidupan di dunia ini, untuk memecahkan setiap persoalan yang terjadi. Artinya bukan hanya PNS untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki, tapi juga ada jalan lain yang tentunya akan kita temukan manakala kita mau berusaha mencari jalan tersebut. Jadi, janganlah patah semangat dan bersedih ketika tidak lolos seleksi CPNS, Karena sesungguhnya ada banyak jalan lain untuk mendapatkan rizki Alloh. Ada banyak jalan lain untuk mengamalkan ilmu dan mengembangkan potensi yang dimiliki dalam dunia usaha. Kita mestinya yakin bahwa penjamin rizki pada hakikatnya hanya Alloh semata. Tuhan Yang Maha Pemurah dan Pemberi Rizki. Bukan makhluk dan bukan pula PNS. Jika ada yang mengatakan bahwa PNS menjamin kenyamanan hidup secara hakiki, maka hendaknya ditinjau kembali apakah benar demikian? Coba kita tilik, masih untung manakah antara nasib seorang PNS yang sakit-sakitan hingga uangnya habis untuk berobat dengan seorang pedagang asongan yang sehat wal`afiat dan memiliki kecukupan rizki? tentu kita akan lebih memilih hidup sehat dong meski sekedar menjadi pedagang asongan. Biar asongan toh masih bisa menikmati hidup. Iya apa tidak?

Dan perlu diketahui juga bahwa pengidap penyakit-penyakit kronis seperti jantung, DM (gula darah), stroke dll umumnya adalah mereka dari golongan ekonomi menengah ke atas, dimana mereka makan `kelebihan gizi` sehingga sisa-sisa lemak, kolesterol dan zat-zat tidak terpakai terakumulasi menumpuk di tubuh dan perutnya yang membuncit. Perlu diketahui juga bahwa seorang PNS hendaknya menyiapkan mental `lebih` dalam mengahadapi masyarakat. Karena ia (PNS) rentan stress(?). Apalagi bagi mereka PNS yang bekerja di pelayanan (misal: kantor dinas, PUSKESMAS, RS dll) tingkat stressor meningkat ketika ia kelelahan menghadapi masyarakat yang kritis. Masyarakat yang siap melontarkan gugatan dan kata-kata pedas jika para alat Negara tersebut tidak bekerja memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Karena masyarakat merasa telah ikut serta menggaji para PNS tersebut, sehingga merekapun ikut mengawasi kinerja para buruh Negara itu.

Jadi, mau jadi PNS atau bukan tidak ada masalah. Semuanya sama-sama ujian. Tinggal bagaimana cara kita memandangnya dan meniatkannya. Tidak ada lagi yang boleh mengatakan kalau PNS itu menjamin segalanya. Justru yang beruntung adalah mereka yang bukan PNS, dimana mereka tidak terikat pada aturan-aturan baku dan mereka bebas terbang kemana saja untuk mengembangkan diri serta meningkatkan usahanya.

Penulis sendiri lebih salut pada seorang wiraswasta (wirausahawan) daripada para PNS yang hanya kerja separuh waktu. Mereka (wiraswasta) benar-benar bekerja dengan gigih, tak kenal waktuvdan semangat pantang mudur untuk memajukan usahanya. Mereka cucurkan keringat habis-habisan walau tidak dapat askes, mereka tegap menatap masa depan meski tak ada dana pensiun menanti. Itulah pekerja sejati yang memaksimalkan potensi diri mereka. Tidak sekedar manut-manut dan bermental buruh negara kelas sepatu saja, tetapi mereka kreatif berusaha tanpa bermanja-manja pada negara. Harga diri mereka (para wiraswasta) jelas lebih tinggi dibandingkan dengan para PNS yang mangkir pada saat jam dinas, bukan? Dan tentunya Alloh akan lebih menghargai tetesan keringat hamba-hambaNya yang beribadah dan bekerja tulus untuk-Nya. Yang menjadikan Alloh sebagai Tuhan pemberi rizki dan bekerja keras untuk mendapatkan rizki dari-Nya, bukan orang yang menuhankan makhluk dan menjadikan PNS sebagai satu-satunya penjamin kehidupan.

Allohu a`lam bi Showab… (Pekalongan,13Januari 2009)

Ditulis dalam ArTikEL UMuM. 8 Komentar »

FUMKI (Forum Ukhuwah Mahasiswa Kebidanan Indonesia)

   
assalaamualaikum wr.wb

pa kbr temen2…baik2 kan…?
maaf baru ikut posting.
wah ternyata diantara kesibukan temen2 kuliah, masih mau menyempatkan waktu untuk menjalin silaturrahim dengan teman2 sperjuangan di kebidanan. salut deh…!

hm, terkait dengan title yg saya ambil, sebenarnya ini terinspirasi dari tmn2 yang ada di FK (Fakultas Kedokteran) diaman mereka punya tempat kumpul antar mahasiswa kedokteran dari sabang sampai merauke. tempat kumpul yang saya maksud disini adl FULDFK (Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah fakultas Kedokteran). FULDFK sendiri beranggotakan mahasiswa kedokteran dari semua universitas yg ada di Indonesia, baik itu universitas negeri maupun swasta. nah, di FULDFK ini mereka sering nagdain acara terkait pengembangan ilmu kedokteran dari berbagai aspek. jadi, ilmu yang didapat tidak hanya dari bangku kuliah saja, tetapi juga dari seminar-seminar yang diadakan oleh FULDFK sendiri. kayak kemarin waktu ada acara ANTIBIOTIC 4 di Unissula misalnya, mereka mendatangkan tokoh kedokteran dari Brunei (Umar Hasan Kasule) yang mbahas ttg Nutrisi dari sisi yang berbeda, kemudian Prof. SOleh dari kediri yang membahas tentang TAhajud seabagi terapi penyembuhan penyakit apapun (Psikoneuroimunologi), ada Dadang Hawari dsb.
jujur, saya iri dengan komunitas tmn2 dari FK itu. mereka bisa saling mengenal tmn2 antar universitas dan anta pulau, mereka bisa bertukar pengalaman dan bertukar ilmu.
sempat etrpikir pada waktu itu, kenapa ya jurusan kebidanan kok tidak ada komunitas semacam ini? padahal kita juga berpotensi untuk membentuk komunitas seamcam ini, alasannya:
1. Hampir setiap provinsi dan kabupaten punya sekolah kebidanan (baik itu dari akademi, universitas, maupun poltekes dan stikes)
2. ilmu kebidanan selalu berkembang sepanjang waktu
3. profesi bidan memungkinkan kita melanglang sampai ke pelosok negeri dalam rangka mengabdikan diri pada masyarakat

nah, berdasar pada alasan itu, maka di sini saya mengajak temen2 mahasiswa bidan untuk `berembug` (diskusi) ttg ini. supaya suatu saat bisa terlahir Forum Ukhuwah Mahasiswa Kebidanan Indonesia (FUKI) atau nama yang lain terserah, dimana kita bisa merasa saling memiliki meskipun saling jauh, saling berbagi, dan saling menguatkan satu sama lain. BAHWA DIMANAPUN BIDAN BERADA, KITA TAK PERNAH SENDIRI.
Okey, saya tunggu respon dari temen2.
mumpung belum pada lulus, karena saya sendiri bulan november 09 rencana mau ikut wisuda. hehehe…
keep d`spirit (*_*)

salam dari pekalongan
(yayah)