Kembang Api
Malam merapat, suara membising
Lautan manusia ramaikan pesta kembang api
Seorang penjual asa menghampiriku
“Asa mbak, asa tahun ini. Murah,” tawarnya padaku
Asa yang menarik hati, pikirku
“Asaku tahun lalu masih utuh Bang,” ucapku menatap langit penuh percikan api
“Mbak, itu hanya api!” bisiknya lirih ikuti mataku
malam 1 Januari 2008







Agustus 11, 2008 pukul 5:19 am
khuza, puisimu keren. bener. tapi jalan di depan sana begitu berliku. ayolah, kau bisa… kembangkan sayapmu, terbanglah. tunjukkan dirimu di banyak media. di rumahimaji.blogspot.com, kutunggu tulisan-tulisanmu tentang menulis puisi dalam perbincangan agar kita bisa berbagi.
salam kreatif, ave
Juli 12, 2009 pukul 2:55 am
Khuz! Puisimu bagus sekali! Teruskan kreatifmu dan kejar jejak penulis senior di depanmu! Teruskan untuk lebih maju! Oke?
Salam,
Pak Guru