Tips Memilih Tempat Kos

     

Tahun ajaran baru boleh dikatakan gudangnya sesuatu yang baru,terutama bagi para pelajar dan mahasiswa.

      

  Bagi mahasiswa lama mungkin merasakan sesuatu semangat baru, kelas baru, buku-buku baru dll. Sedangkan bagi mahasiswa yang baru masuk selain mereka menemukan sesuatu yang baru seperti yang ditemukan atau yang dirasakan mahasiswa lama, mereka juga akan mendapatkan status baru, seragam baru, teman baru serta lingkungan yang baru.

    

  Nah,,sebagai tempat tinggal sekaligus tempat utama belajar setelah kegiatan jadwal kuliah berakhir,seyogyanya tempat Kos memiliki syarat yang memadahi,,sebelum pembaca immawan & immawati lebih jauh dalam memilih kos,, akan berbagi sedikit TIPS  dalam memilih tempat kos biar tempat kos terasa nyaman & membuat betah layaknya rumah sendiri,,yuuuuukz,,,

 

Dekat Dengan Kampus

-     Agar kita lebih mudah jika suatu saat ada keperluan atau kebutuhan

Yang harus diambil ditempat kos.

 

Fasilitas Cukup Memadai

-     Tidak perlu yang mewah, yang penting ada tempat tidur, almari pakaian   & meja kursi belajar. Itu sudah cukup bagi anak kos “beneran”.

 

Tidak Terlalu Banyak Penghuni & Tenang

-         Banyak teman memang menyenangkan, tapi keadaan ini membuka peluang lebih lebar untuk selalu mengobrol & bergurau dari pada untuk belajar. Untuk itu tempat kos yang penghuninya terlalu banyak, maksimal 10 orang (jika memungkinkan), jika tidak memungkinkan & harus dikos yang berpenghuni banyak, maka ciptakanlah suasana setenang mungkin, minimal untuk diri kita sendiri agar dapat belajar dengan baik.

-          

Murah Atau Hemat

 

Privasi Terjaga

-         Jika ditempat kos setiap seorang penghuni memiliki 1(satu) buah kamar, diusahakan kamar tersebut berpintu & memiliki kunci pribadi. Jika terpaksa satu kamar berdua, bertiga atau bahkan bersepuluh, minimal punya lemari pribadi & kuncinya agar tetap Lebih aman & nyaman serta terjaga privasi kita.

-          

Memiliki Jumlah Toilet Atau Kamar Mandi Yang Cukup

      -   Ini penting..!!Jangan sampai dalam satu tempat kos berpenghuni sepuluh orang hanya memiliki satu kamar mandi, karena dalam waktu-waktu tertentu kamar mandi atau toilet bisa dibutuhkan oleh beberapa orang dalam waktu yang bersamaan.

 

Ada Dapur & Peralatan Memasak Dll

-     Seperti halnya kamar mandi yang digunakan setiap hari, dapurpun juga meiliki peran yang penting selama tinggal ditempat kos. dapurpun akan mendukung usaha kita untuk berhemat dalam hal konsumsi selama kita tinggal dikos.misalnya, merebus air minum,menanak nasi atau memasaak mie instan dll.

 

Dekat Dengan Mushola Atau Masjid

 

 

 

Itulah sedikit tips dalam memilih tempat kos, meskipun sulit menemukan tempat kos seperfect tadi, minimal kita bisa menimbang-nimbang keuntungan & kerugian dalam memilih sasaran tempat kos, sebisa mungkin kita belaku bijaksana dalam memutuskan sesuatu hal termasuk mencari tempat kos yang akan kita tinggali 

         

Note: maaf tulisan in agak semrawut. belum sy edit.tapi walaupuan semrawut,  insyAllah isinya bisa bermanfaat.                              

 

 

 

Ditulis dalam ArTikEL UMuM. 2 Komentar »

Jilbabku Sayang, Jilbabku Malang

JILBAB!

Setiap orang yang mendengar kata tersebut pastinya akan dengan sangat mudah mengartikan dan membayangkan seperti apa bentuk jilbab. Apalagi di waktu-waktu sekarang, dimana pendidikan/sekolah dan instansi yang berlabel islam kian menjamur. Tapi sejauh manakah kita memaknai arti jilbab sendiri? Apakah kita memaknai jilbab sekedar sebagai sehelai kain penutup kepala yang dipakai sebagai formalitas di institusi islam? Atau kita memaknai jilbab hanya untuk mode dan sekedar mengikuti ternd? Ataukah kita terlena dengan ungkapan “Eh, kalau cewek pakai jilbab tuh akan bertambah  manis and cantik lho!”, sehingga kitapun berjilbab dengan tujuan supaya terlihat lebih cantik? Alhasil, jilbab banyak yang dipakai secara serampanmgan, seenaknya dan `semau gue` saja..

Di dalam tarjamah Q.S Al-Ahzab:59, tertuliskan bahwa makna jilbab adalah sejenis baju kurung yang lapang yang menutupi seluruh aurat wanita. Sedangkan di dalam Q.S. An-Nur:31 terdapat kalimat”…Dan hendaknya mereka manutupkan kain kudung ke dadanya,” dari sini bisa ditarik kesimpulan bahwa kudung adalah kain panjang yang menutup sampai dada. Jilbab sendiri merupakan pakaian taqwa, karena kewajiban berjilbab sudah dengan jelas termaktub di dalam 2 ayat Al-Qur`an tadi (Q.S An-Nur:31 dan Q.S Al-Ahzab:59).

Meskipun jilbab merupakan pakaian taqwa, bukan berarti wanita-wanita sekarang yang mengaku telah memakai jilbab lantas semua dikatakan sudah bertaqwa. Hal ini karena jilbab yang dipakai oleh sebagian besar kaum wanita sekarang berbeda dengan jilbab yang dituntunkan dalam Al-Qur`an. Esensi Jilbab yang seharusnya menjadi penutup aurat wanita, lambang kemuliaan wanita, serta sebagai pelindung wanita dari fitnah dan berbagai godaan, kini beralih menjadi sebuah trend mode yang hanya berfungsi sebagai formalitas, pemanis dan pelengkap berbusana. Sehingga tidak heran jika banyak kita jumpai wanita-wanita muslim yang katanya berjilbab, tetapi:

-         Memakai pakaian (baju dan celana/rok )ketat yang sangat jelas menampakkan lekuk-lekuk tubuhnya.

-         Memakai jilbab hanya di sekolah/kampus atau di kantor saja. Sedangkan ketika kembali di rumah dan keluar rumah di luar kepentingan sekolah/kantor, mereka simpan kembali jilbab dengan rapi di dalam almari alias nggak dipakai lagi.

-         Memakai jilbab tapi masih senang berkhalwat (berdua-duaan dengan bukan muhrim), bergaul campur aduk dan bercanda dengan lawan jenis tanpa risih. Bahkan bermesra-mesraan(pegang-pegangan tangan, peluk-pelukkan, dsb) dengan orang yang disebut sebagai `pacarnya`,

-         De-el-el…

Naudzubillah…

Jika demikian, dimana fungsi jilbab yang sesungguhnya bahwa jilbab sebagai penutup aurat wanita, lambang kemuliaan/kehormatan wanita, serta sebagai pelindung wanita dari fitnah dan berbagai godaan?

Dari sini, penulis mengajak kepada seluruh wanita yang mengaku muslimah untuk kembali mengkaji ulang `jilbabnya` serta menanyakan kembali pada hati nuraninya `Untuk apa saya berjilbab?` dan kemudian kita bersama-sama berusaha untuk ikhlas dalam berjilbab. Sehingga nantinya benar-benar dapat kita rasakan betapa nikmat dan sejuknya jilbab kita. Dan kitapun dapat mendulang manfaat dari jilbab kita. Wallaahu A`lam BisShowab.   (by: y` Creativa)

Jilbab Di Mata Cowok

-Jilbab adalah simbol dari wanita muslimah. Karena itu dia harus memahami makna dari simbol tersebut. Tidak hanya sebagai simbolsemata, tetapi lebih dalam agar dia bisa semakin lekat dengan kemuslimahannya.

Jilbab adalah keindahan. Meskipun dia menutupi keindahan apa yanga da di dalamnya, tapi sesungguhnya jilbab lebih indah dari segalanya.

Jilbab adalah keteduhan, karena dia berhasil membuat lawan jenis mengurung prasangka dan khayal yang akhirnya membuat hati semakin teduh.

Jilbab adalah penutup. Maksudnya menutup segala aurat. Maka pemakainyapu harus memahami dengan benar apa itu aurat agar jilbab bisa menutup dengan sempurna dan menghindari pemiliknya dari dzalim (Irfan Hasuki, wartawan)

- Cewek jilbaban di mataku adalah ibarat kue yang dibungkus rapi dan ditaruh di dalam etalase, sehingga kesannya `mahal`. Laler yang bawa kotoran juga gak bisa nempel. Tapi kalau gak jilbaban yach, sebaliknya; yang gak beli juga bisa megang-megang! Cuma biar jilbabnya lebih berwibawa lagi, yang penting adalah sosok di dalamnya yang kudu bisa ngebawa nama baik jilbab itu sendiri.dst..(Boim Lebon, Penulis)

Note: Gambar diambil dari Annida online (www.ummigroup.com)

dan Mengenai komentar cowok tentang cewek berjilbab, saya ambil dari buku “Jilbab Pertamaku” punya Mb Asma Nadia.

Dimana Hati Itu…?

DIMANA HATI ITU?

 

Dy, tahu nggak aborsi? Itu lho, mengeluarkan hasil konsepsi (pembuahan) sebelum saatnya. Atau lebih afdhol kita sebut saja `Pembunuhan` janin dalam kandungan. Yah, pembunuhan!

Meski kedengarannya terlalu kasar, namun bagiku kata itulah yang paling pas untuk menyebut pelaku aborsi. Bagaimana tidak, mereka para pelaku aborsi telah mengambil hak hidup para janin yang masih menikmati kehidupannya intra uterin. Dengan berbagai cara mereka berusaha menghentikan kehamilan dengan membunuh janin dan mengeluarkannya dari dalam rahim. Dari mulai minum jamu-jamu tradisional, minum obat-obatan garis keras, loncat-loncat tangga (konyol banget!), sampai cara akhir yaitu dengan mengkuretage (mengerok) janin dan mengeluarkannya dari rahim. Cara yang terakhir ini mungkin saja dilakukan oleh dukun, bidan, dokter spesialis kandungan atau oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawan yang tidak memiliki kompeten dalam hal ini.

Pada kasus-kasus tertentu yang sangat darurat, aborsi memang diperbolehkan dengan syarat dan ketentuan yang ketat (seperti yang tercantum dalam UU Kesehatan no 23). Dalam hal ini aborsi diperbolehkan jika kandungan akan mengancam nyawa ibu.

Yang jadi persoalan adalah ketika aborsi ini dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri, tanpa indikasi medis dan tanpa alasan yang kuat. Mereka tidak mempedulikan nyawa bayi dan hak hidupnya di dalam kandungan. Pelaku-pelaku ini mungkin saja dari para PSK, para freesex atau mereka yang memang tidak menginginkan kehamilannya.

Mungkin di pikiran mereka hanya berpikir “ Yah, yang penting kan gue gak malu sama perut gue yang bunting,” mungkin juga “La wong aku gak pengen hamil ko`, daripada nanti bayinya lahir gak aku urus, mending ya aku gugurin deh,”

Yah, mungkin itulah kilah mereka. Tapi dy, jauh di dalam hati mereka apa gak ada sedikit rasa takut dosa atas apa yang mereka lakuin itu? Apa mereka gak takut bakal dimintai pertanggungjawaban di akhirat nanti? Apa mereka gak ngebayangin suatu saat nanti janin-janin yang digugurkan itu bakal berlari mengejar mereka untuk minta nyawa yang sudah mereka renggut sejak dalam rahim? Apa hati dan akal mereka…MATI!!! Sehingga mereka gak lagi merasa kasian pada janin-janin itu (Padahal mereka yang ngelakuin Aborsi dulunya juga janin kan?!)

Entahlah Dy, aku hanya miris menyaksikan ini. Terkadang rasa miris ini membuatku tak sangggup nahan airmata (air mata itu seakan mengalir perlahan di hatiku). Dimana naluri keibuan mereka? Itulah pertanyaan yang seringkali muncul di hatiku. Apalagi ketika ada kabar menghangat tentang bidan yang melakukan praktek aborsi pada calon-calon ibu biadab, hatiku makin miris. Sakit Dy! Inikah cara mereka memanfatkan ilmunya di kebidanan? Inikah cara mereka menjalankan profesinya? Apa mereka gak pernah dapat materi Etika Profesi Kebidanan? Atau…mereka hanya mementingkan keuntungan materi saja?

“Yang penting kan dapat duit banyak. Masalah dosa, nantilah belakangan…Orang aku bisa melakukan aborsi, ya sudah aku bantu aja mereka yang ingin menggugurkan kandungannya. Selain Fee-nya besar, ini juga membantu lho!”

Astaghfirullah… Membantu? Membantu dalam kedholiman? Mau kerjasama masuk neraka? Ya Allah, sadarkan mereka!

Dy, sebagai orang yang nantinya akan terjun ke dunia Ibu-Anak, aku merasa bangga bakal membantu Ibu-ibu melahirkan para calon Khalifah bumi. Tapi melihat praktek aborsi yang kian marak dilakukan bidan, kadang aku jadi berpikir “Serendah itukah martabat seorang bidan?”

Ya Allah Bantu hambamu ini unuk bisa professional, Amar Ma`ruf nahi Munkar. Amieen..    

 

                                                                        Pemalang, 14 Januari 2008