Kupas Tuntas Mitos tentang Kehamilan dan Persalinan

TeamBy: Khuzaiyah Nasima & Team

Sobat, pernahkah kalian mendengar beberapa pernyataan (baca: mitos) seputar kehamilan dan persalinan yang beredar di masyarakat? Ya…mitos itu berkembang luas, membingungkan, dipercaya masyarakat (khususnya generasi tua), bahkan kita yang generasi muda dan calon tenaga kesehatanpun masih sering meyakini beberapa mitos tersebut. Yupz, seperti yang kita ketahui, kehamilan dan persalinan merupakan momen yang sangat menggembirakan untuk seorang wanita, tak terkecuali keluarga si wanita tersebut dan juga keluarga suami. Tentunya setiap wanita menginginkan proses kehamilan dan persalinan yang dijalaninya berjalan dengan sehat, normal, dan sesuai dengan harapan mereka. Ketika mengetahui anaknya hamil, orang tua akan langsung memberikan perhatian dan segudang nasihat sehubungan dengan kehamilan dan persalinan. Bahkan karena saking perhatiannya, sampai-sampai orangtua membatasi anak wanitanya yang sedang hamil dengan berbagai mitos yang belum tentu kebenarannya. Sering kita mendengar bahwa ibu hamil tidak boleh minum es, makan telur, cumi-cumi, daging kambing, nanas, nangka, durian, tidak boleh makan dengan sendok besar. Semuanya serba tidak boleh. Tak dapat dipungkiri, mitos-mitos semacam itu masih berlaku pada zaman modern sekarang ini, bahkan beberapa tenaga kesehatan sendiri masih mempraktikkannya. Hal itu membuktikan mitos-mitos yang terdapat di masyarakat masih memiliki peran yang berarti untuk kelancaran proses kehamilan dan persalinan. Padahal tidak semua mitos-mitos yang ada di masyarakat itu berdampak positif terhadap kehamilan itu sendiri. Begitu banyak mitos yang simpang siur beredar di masyarakat seputar kehamilan dan persalinan. Keadaan yang demikian menjadikan wanita bingung manakah yang paling tepat untuk kehamilan dan persalinan yang dijalaninya. Agar dapat memberikan penjelasan yang tepat mengenai mitos-mitos tersebut, seorang (calon) bidan harus mendalami pengetahuan tentang mitos-mitos tersebut, sehingga dapat meluruskan mitos-mitos yang terjadi di masyarakat. Jangan sampai bidan justru terjerumus dan meng `iya` kan segala mitos yang belum tentu kebenarannya itu. Nah, beberapa mitos yang sering dianut oleh masyarakat diantaranya adalah.

Mitos 1: Minum es menyebabkan janin tumbuh besar

Fakta: Belum ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa air es menyebabkan bayi besar. Menurut Dr. Oni Khonsa, Sp.OG dari Rumah Sakit Umum Persahabatan, Jakarta, minum air es sebenarnya tidak bermasalah. Yang menimbulkan masalah kalau ibu hamil banyak minum-minuman yang serba mengandung gula, seperti es doger, es campur, es teller, dan sebagainya. Jika ibu hamil sering minumes yang banyak mengandung gula, bisa jadi bayi akan besar karena kalori yang dimakan ibu menjadi lebih banyak. Selain kelebihan gula, ukuran janin juga ditentukan oleh faktor genetik dan asupan nutrisi. Orang tua yang bertubuh besar sangat mungkin akan melahirkan bayi yang juga besar. Asupan nutrisi yang baik sangat mempengaruhi perkembangan fisik janin, sehingga janin akan berkembang dengan baik. Beberapa penyakit tertentu, seperti diabetes, juga bisa menyebabkan bayi yang dilahirkan memiliki berat badan yang lebih besar.

Mitos 2: Tidak boleh makan nanas, durian, nangka, dan daging kambing

Fakta: Sebenarnya jikahanya makan satu butir durian atau sepotong nanas tidak masalah. Yang penting ibu hamil tidak alergi dengan makanan tersebut. Nanas sendiri sebenarnya merangsang ibu hamiluntuk mual karena sifatnya yang masam. Sedangkan ibu hamil yang mengalamihipertensi memang dihariskan menghindari makanan seperti daging kambing dan durian dengan alas an kesehatan. Kol dannangka pun yang bisa menghasilkan gas dalam perut sebaiknya dihindari oleh ibuhamil, sebab pada ibu hamil, gerakan lambung melambat dan membentuk gas sehingga mengakibatkan perut terasa kembung.

Mitos 3: Minum air rumput Fatimah memudahkan ibu melahirkan

Fakta: Rumput Fatimah yang juga dikenal dengan nama Labisia pumila ini, berdasarkan kajian atas obat-obatan tradisional di Sabah, Malaysia, tahun 1998 dikatakan mengandung hormon oksitosin yang dapat membantu menimbulkan kontraksi. Biasanya rumput Fatimah ini direndam dalam air sampai mengembang, kemudian air rendamannya diminum. Namun, karena obat ini merupakan obat tradisional, maka takarannya pun belum jelas. Ada yang minum satu teguk saja sudah mules luar biasa, ada yang mium sebotol baru mulai mules. Jika rendaman ini diminum oleh ibu hamil yang pembukaan jalan lahirnya masih kecil, akan menimbulkan kontraksi yang hebat di dalam rahim. Padahal jalan lahir belum terbuka sehingga bias terjadi robekan jalan lahir. Akibatnya bisa fatal dan berbahaya bagi bayi.

Mitos 4: Minum minyak kelapa agar mudah melahirkan

Fakta: Hal tersebut tidak benar. Minyak kelapa jika diminum akan masuk ke saluran pencernaan dan hanya akan menambah kandungan lemak nabati ibu saja. Jika pada proses persalinan, jalan lahir diberi jeli atau minyak kelapa, itu mungkin masuk akal,dengan catatan kebersihan dari minyak kelapa terjamin. Yang mempengaruhi lancar tidaknya kelahiran adalah ukuran panggul, berat bayi, dan pecah atau belumnya air ketuban. Bagi ibu hamil yang tetap ingin mengkonsumsi semacam virgin coconut oil (VCO) tidak dilarang, tapi jangan terlalu berharap bahwa lahirnya bayi pasti akan lancer dan cepat.

Mitos 5: Minum air kelapa dapat mempercepat persalinan, menyuburkan rambut bayi, dan membuat kulit bayi putih

Fakta : Belum ada penelitan yang membuktikan mitos ini karena lancarnya persalinan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Namun air kelapa muda memang berkhasiat untuk menjadikan air ketuban putih dan bersih. Minum air kelapa hijau juga tidak berkaitan dengan rambut bayi. Namun air kelapa hijau memang menyehatkan karena mengandung elektrolit, sehingga siapa saja termasuk ibu hamil, boleh meminum air kelapa hijau agar tetap bugar. Terus, tidak ada hubungannya antara minum air kelapa dengan kulit bati yang putih. Belum ada penelitian yang membuktikan hal tersebut sebab ada orang yang tidak minum air kelapa tapi bayinya tetap putih. Tapi air kelapa tetap boleh dikonsumsi oleh ibu hamil.

Mitos 6: Leher ibu hamil yang menghitam atau puting yang berwarna gelap menandakan bayinya laki-laki

Fakta : Perubahan warna pada leher atau puting tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi. Perubahan warna kulit pada ibu hamil diakibatkan peningkatan progesteron dan melanost (hormon yang mengatur pigmentsi kulit). Karena itu puting susu yang menghitam biasa terjadi pada kehamilan, baik pada ibu hamil yang mengandung bayi laki-laki atau perempuan. Selain perubahan warna kulit dan puting susu, ibu hamil juga memiliki guratan kehitaman di perut dan garis hitam dari pusar ke bagian pugbis. Namun gejala ini akan menghilan setelah melahirkan

Mitos 7: Bentuk Perut Menentukan Jenis Kelamin Bayi.

Fakta : Tidak benar. Dokter kandungan kadang memang bisa memperkirakan jenis kelamin janin dari luar berdasarkan hormon-hormon kehamilan, misalnya ibu yang mukanya lebih hitam, lebih jerawatan dan keringat berlebih mungkin saja anaknya laki-laki karena memperlihatkan hormon androgen yang lebih dominan. Tapi bukan berarti penilaian lewat hormon selalu tepat. terbukti benar tidaknya, lewat USG. Namun USG pun bisa jadi salah, apalagi hanya penampakan luarnya. Bentuk perut ibu hamil yang lonjong atau bulat tergantung pada posisi janin dalam kandungan. Jika janin melintang, perut akan terlihat melebar. Namun jika posisi janin memanjang, perut akan terlihat tinggi. Selain itu, bentuk perut ibu hamil juga tergantung pada elastisitas otot dan volume air ketuban. Pada kehamilan anak pertama, perut akan tampak bulat karena otot masih kencang. Namun perut ibu yang pernah hamil beberapak kali akan tampak turun karena ototnya mulai kendur. Pada ibu hamil yang cairan ketubannya banyak, bentuk perutnya akan lebih besar dan bulat.

Mitos 8 : Minum susu kedelai atau makanan yang terbuat dari kacang kedelai akan membuat bayi berkulit putih

Fakta : Minum susu kedelai ataupun makan makanan yang terbuat dari kacang kedelai tidak berpengaruh pada warna kulit bayi. Warna kulit bayi diturunkan secara genetis dari orang tuanya.

Mitos 9: Terlalu sering makan jeruk akan meningkatakan lendir pada paru-paru jani dan resiko kuning saat bayi lahir

Fakta : Mitos ini tidak benar. Jeruk ini justru merupakan sumber vitamin C dan serat yang sangat dibutuhkan ibu hamil. Karena itu, mengkonsumsi jeruk selama kehamilan dianjurkan.

Mitos 10: Jika menginginkan bayi cerdas dan persalinan lancar, sering-seringlah berhubungan intim selama hamil

Fakta : Tidak benar bahwa sperma mengandung zat penyubur sehingga janin yang terkena semburan bisa tumbuh subur dan cerdas. Kesehatan janin dalam rahim sama sekali tidak berkaitan dengan sperma dan frekuensi hubungan intim. Kesehatan dan kecerdasan janin tidak dipengaruhi oleh kualitas sperma suami, melainkan faktor genetik dari kedua orangtuanya. Orangtua yang cerdas tentu pula berpeluang melahirkan anak yang cerdas pula. Bagi calon ibu yang memiliki gangguan kehamilan, seperti riwayat keguguran, placenta previa dan sebagainya, sebaiknya tidak melakukan hubungan intim untuk sementara waktu. Hubungan intim akan meningkatkan kontraksi otot-otot rahing sehingga resiko keguguran atu janin lahir prematur akan meningkat. Selain itu si ibu juga mengalami resiko perdarahan. Mitos ini diduga muncul karena orang mengkaitkan kasih sayang dan perhatian orangtua, dimana kondisi psikologis si ibu mungkin dapat menjadi lebih tenang dan nyaman dengan sering berhubungan intim. Kondisi kejiwaan ibu akan mempengaruhi janin yang dikandungnya. Calon ibu yang merasa tenang dan nyaman akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin, dan proses persalinan pun dapat berjalan lancar. Namun hal sebaliknya juga bisa terjadi jika calon ibu justeru tidak menikmati hubungan intim tersebut karena merasa terpaksa atau semata-mata karena kewajiban.

Mitos 11: Ibu hamil tidak boleh makan pisang, nanas, dan mentimun

Fakta : Mitos ini sangat dipercaya oleh sebagian masyarakat di jawa karena bisa mengakibatkan keputihan. Bahkan mereka percaya bahwa nanas bisa menyebabkan keguguran. Konsumsi pisang, nanas, dan mentimun justru disarankan karena kaya akan viatamin C dan serat yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan melancarkan proses pembuangan sisa-sisa pencernaan. Adapun keputihan tidak selalu membahayakan. Saat hamil maupun setelah melahirkan, adalah normal jika ibu mengalami keputihan. Kecuali juka keputihan tersebut terinfeksi oleh bakteri, jamur, dan virus yang biasanya ditandai dengan keluhan gatal, bau tidak sedap, dan warnanya kekuningan, kehijauan atau kecoklatan.

Mitos 12: Ibu hamil tidak boleh makan daging kambing

Fakta : Ibu hamil boleh saja mengkonsumsi daging kambing dengan porsi yang wajar, kecuali ibu hamil yang menderita kelebihan kolesterol atau penyakit jantung. Daging kambing mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi sehingga mempengaruhi metabolesme asam urat yang berbahaya bagi penderita koleterol tinggi ataupun penderita penyakit jantung

Mitos 13: Mengurut perut ibu hamil

Fakta : Mitos ini banyak dipercaya di masayarakat. Padahal mengurut perut ibu hamil dapat meningkatkan resikot terjadinya keguguran dan gangguan janin, yaitu janin mengalami stress atau tekanan. Jika janin mengalami stress atau tekanan, pertumbuhannya dapat terganggu

Mitos 14: Morning sickness adalah tanda janin yang Anda kandung sehat.

Fakta : Menurut Dr. Evan Saunders, spesialis Obstetri dan Ginekologi dari University of Winconsin School of Medicine, Amerika, gangguan mual tersebut disebabkan oleh perubahan kadar hormon yang terjadi pada awal kehamilan. Ini berarti tubuh Anda sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk janin yang sedang tumbuh di dalam rahim. Selain itu, dalam penelitiannya terhadap dua kelompok ibu yang mengalami mual dan tidak mengalami mual, Sunders menemukan kelompok kedua ternyata menunjukkan angka keguguran yang lebih besar dibanding kelompok pertama.

Mitos 15: Penggunaan komputer, microwave, atau pemeriksaan metal detector pada waktu hamil tidak aman untuk pertumbuhan janin.

Fakta : Penelitian Dr. Saunders menunjukkan, penggunaan komputer dan microwave tidak berbahaya bagi janin. Demikian pula pemeriksaan dengan metal detector di hotel, pusat perbelanjaan atau airport, aman bagi janin.

Mitos16 : Jika mengoleskan krim yang tepat, Anda tidak akan mengalami stretch marks (garis-garis di perut atau paha yang terjadi akibat kehamilan).

Fakta : Sampai sekarang, berbagai krim itu hanya bisa mengurangi garis-garis yang muncul serta mengurangi rasa gatal yang mungkin menyertainya. Sebab, stretch marks itu lebih dipengaruhi oleh faktor gen. Kalau kita memang sudah membawa bibit untuk mengalami stretch marks, ditambah dengan berat badan yang meningkat luar biasa selama hamil, maka krim yang kita oleskan tak berarti banyak. Menghilangkan stretch marks bisa dengan operasi laser (stretch marks laser surgery), yang tindakannya sangat ringan. Namun, tindakan ini belum tentu juga bisa menghilangkan stretch marks, karena tergantung seberapa parah robekan jaringan kulit tersebut.

Mitos 17: Jika kehamilan sudah cukup bulan dan Anda ingin segera mengalami proses persalinan, coba saja berhubungan intim dengan suami.

Fakta: Mitos itu ada benarnya juga. Sebab, hormon prostaglandin yang ada di cairan semen (cairan yang dikeluarkan pria ketika ejakulasi), dapat menimbulkan kontraksi rahim dan melembutkan leher rahim. Dengan demikian, proses persalinan mungkin saja terjadi lebih cepat. Selain itu, orgasme juga bisa memicu timbulnya kontraksi rahim. Tapi, kalau memang belum waktunya melahirkan, berhubungan intim beberapa kali pun tak akan membuat Anda segera melahirkan. Jadi, Anda memang perlu menunggu sampai waktu melahirkan sudah dekat.

Mitos 18: Mengonsumsi makanan pedas menyebabkan ibu yang hamil tua jadi cepat melahirkan.

Fakta : Sebenarnya, ibu hamil tidak punya pantangan makanan tertentu. Tapi, ada makanan yang sebaiknya dihindari, seperti makan yang berasal dari keju yang sangat lembik atau keju dari susu mentah. Makanan-makanan ini dikhawatirkan cepat busuk, sehingga mengandung bakteri yang disebut lysteria. Bakteri inilah yang sering dihubungkan dengan kemungkinan penyebab keguguran atau persalinan dini.

Mitos 19: Persalinan normal akan menyebabkan lemahnya fungsi kandung kemih

Fakta : Mungkin, ada wanita yang pernah melahirkan dengan proses persalinan normal (melalui vagina) dan kebetulan mengalami kerusakan otot dan jaringan ikat rongga panggul, sehingga menyebabkannya tak bisa menahan keluarnya air kencing. Asal tahu saja, kondisi ini sebenarnya jarang sekali ditemui. Jika Anda takut, lalu merencanakan untuk operasi caesar hanya karena menganggap bahwa operasi lebih aman daripada melahirkan secara normal, maka Anda harus berpikir dua kali. Sebab, operasi caesar merupakan operasi besar yang juga berisiko (termasuk kemungkinan teririsnya kandung kemih ketika dilakukan operasi). Sebenarnya, untuk menguatkan otot panggul yang menyangga kandung kemih, Anda juga dapat melakukan latihan Kegel. Latihan itu dapat dilakukan ketika hamil dan seminggu setelah Anda melahirkan. Caranya, kerutkan otot seputar vagina, lakukan usaha seperti menahan kencing dan tahan sekitar 10 detik, kemudian lepaskan lagi. Lakukan hal ini sepuluh kali setiap hari.

Mitos 20: Minum Susu Kehamilan, Menyebabkan Bayi Besar.

Fakta : Jika peningkatan berat badan ibu berlebihan, dokter mungkin akan menyarankan susunya untuk dikurangi. Namun hal tersebut sangat insidentil, tidak berarti kalau minum susu kehamilan, bayinya pasti akan menjadi besar. Banyak faktor yang menyebabkan bayi itu besar. Kalau berat badan ibu tergolong kurus, maka dokter akan menyerankan agar ibu hamil minum susu lebih banyak. Hal ini mungkin berbeda dengan ibu hamil yang sudah mengalami obesitas. Tapi percayalah, peningkatan berat badan bayi tidak semata-mata karena susu. Asupan makanan dan jumlah kalori yang banyak, faktor ibu hamil yang mengalami diabetes, karekteristik si ibu yang tinggi besar dan lain-lain memperngaruhi besar tidaknya bayi. Tapi sebaiknya ibu hamil tetap mengonsumsi susu untuk ibut hamil. Jika eneg boleh diganti dengan susu lain, kecuali susu kental manis.

Mitos 21: Ibu hamil tidak boleh minum yoghurt

Fakta : Tidak ada penelitian yang mendukung pernyataan ini. Jadi pernyataan ini hanya mitos belaka. Lagipula yoghurt itu baik untuk melancarkan pencernaan ibu hamil. Yang mana semenjak dalam kehamilan tidak jarang ibu hamil mengalami namanya sembelit.

Mitos 22: Dilarang menutup lubang-lubang

Fakta : katanya akan menyulitkan proses persalinan. Sulitnya persalinan tentu saja bukan ditentukan hal itu. proses persalinan tergantung pada 3P (power, passage, passanger). Proses persalinan bisa berjalan lancar jika ketiga komponen tersebut dalam kondisi baik. Ukuran bayi (passanger) tak terlalu besar agar bisa melalui jalan lahir (passage). Didukung oleh konstraksi (power) yang teratur dan efektif sehingga mampu membuka jalan lahir. Gitchu lhoch!!

Mitos 23 :Upacara 7 Bulanan agar persalinan lancar

Fakta : pada Upacara 7 Bulanan, calon ibu dan calon ayah diminta meloloskan ikan/belut melalui kain sarung yang dikenakan ibu. Jika ikan/belut keluar dengan lancar (tak menyangkut), pertanda persalinan bakal lancar. Tentu saja itu tak benar. Karena lancar-tidaknya sebuah proses persalinan tergantung pada berat janin, tenaga mengejan si ibu, dan jalan lahir. Jika semuanya saling mendukung, bisa ditebak pasti lancar.

Mitos 24 : Jika ibu hamil senang bersolek maka bayinya yang perempuan.

Fakta : Ini tak sepenuhnya benar. Memang, bawaan ibu hamil berbeda-beda. Ada yang lebih suka berdandan agar terkesan rapi. Ada yang malas bersolek karena perut gendutnya sudah cukup membuatnya repot dan kegerahan. Yang jelas, laki-laki atau perempuan ditentukan oleh sperma ayah. Jika kromosom X dari sperma ayah bertemu dengan kromosom X dari sel telur ibu, maka bayinya dipastikan perempuan. Tapi jika kromosom Y dari sperma ayah bertemu dengan kromosom X dari sel telur, maka bayinya laki-laki. Jika bentuk perut ibu selama hamil meruncing, ia akan melahirkan bayi lelaki, jika bundar, yang akan lahir bayi perempuan. Pada kehamilan pertama, perut cenderung membulat di atas. “Karena otot-otot dinding perut masih kuat sehingga mampu menyangga rahim,” . Sedang pada kehamilan berikutnya yang bertambah besar dan berat cenderung turun ke bawah. Ini disebabkan otot-otot dinding perut sudah mulai kendor dan tak terlalu baik menyangganya. Bisa juga disebabkan posisi bayi. “Jika melintang, bisa dipastikan perut ibu melebar ke samping,”. Begitu pun jumlah cairan ketuban. Jika jumlahnya banyak, perut pun kelihatan lebih besar. Selain mitos-mitos di atas, masih banyak lagi mitos lain yang berkembang di masyarakat dan belum pasti kebenarannya. Nah, untuk itu kita sebagai calon tenaga kesehatan tidak boleh percaya begitu saja tentang mitos kehamilan dan persalinan. Kita sebaiknya menganalisa kebenarannya terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahpahaman yang akhirnya justru membahayakan bagi ibu hamil. Okey, jangan malas belajar ya…gali informasi dari mana saja. Jika ada yang membingungkan seputar mitos kehamilan dan persalinan, segera tanyakan kepada yang lebih tahu atau tanyakan ke Paman “google”. Hehe.. By: Team MQ-Lam Sumber : http://bidanku.com/index.php?/Mitos-Mitos-Seputar-Kehamilan http://wulanpermata.multiply.com/journal/item/96/Antara_Mitos_Fakta_Seputar_Kehamilan http://the.karimuddin.com/2009/10/mitos-mitos-seputar-kehamilan-yang-bikin-bingung/ http://motonuraryuu.ngeblogs.com/2009/10/13/aneka-mitos-seputar-kehamilan/

Penjajahan Biologi: Ada apa dengan NAMRU 2 ?

Pernahkah kalian dengar istilah NAMRU 2? Ya, NAMRU-2 merupakan singkatan dari Naval Medical Reseach Unit No.2.Dalam Lembar Fakta tentang NAMRU-2 yang ada di situs Kedubes Amerika Serikat dinyatakan bahwa NAMRU-2 adalah sebuah laboratorium penelitian biomedis yang meneliti penyakit menular demi kepentingan bersama Amerika Serikat, Departemen Kesehatan RI, dan komunitas kesehatan umum internasional. NAMRU-2 didirikan pada tahun 1970 sesuai permintaan Departemen Kesehatan RI.
Kegiatan penelitian bersama ini menitikberatkan pada malaria, penyakit akibat virus seperti demam berdarah, infeksi usus yang mengakibatkan diare dan penyakit menular lainnya termasuk flu burung. Penelitian NAMRU-2 hanya berhubungan dengan penyakit-penyakit tropis yang terjadi secara alamiah.
Laboratorium Namru berada di kompleks Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan di Jalan Percetakan Negara, Jakarta.
Kenapa NAMRU bisa bercokol begitu lama di Indonesia ? Apa yang mereka cari di negara kepulauan ini, dan apa manfaat kehadiran mereka bagi Indonesia ? Dan, kenapa lembaga dari Amerika Serikat ini terkesan begitu misterius ? Banyak sekali pertanyaan yang tak terjawab mengenai lembaga riset ini. Dan bisa memastikan, tak satu pun wartawan di Indonesia memiliki akses ke lembaga ini; malahan mungkin mereka pun tak pernah tahu keberadaan NAMRU.
Siti Fadilah Supari (Menkes RI periode 2004-2009 yang kritis ini) telah melarang semua rumah sakit di Indonesia untuk mengirimkan sampel virus flu burung ke laboratorium Namru. Sebab, kontrak kerjasama dengan Namru telah berakhir sejak Desember 2005.
Pakar intelijen Laksamana Muda (Purn) Subardo tetap meyakini keberadaan laboratorium medis milik angkatan laut AS, The U.S. Naval Medical Research Unit Two (NAMRU-2) merupakan alat intelijen AS. Hal ini diyakini Subardo berdasarkan penilaiannya selama lebih dari 30 tahun bekerja di bidang intelijen serta pernah menjabat sebagai Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) tahun 1986-1998.
“Kalau saya pribadi yakin itu ada motif intelijen dari Amerika. Saya kan kerja di bidang intelijen ini sejak Letnan hingga Bintang Dua (laksmana muda). Lebih dari 30 tahun,” kata Subardo di sela-sela Seminar Hari Kesadaran Keamanan Informasi (HKKI) di Fakultas MIPA UGM, Yogyakarta, Jumat (25/4/2008).
Meski meyakini keberadaan NAMRU-2 terkait operasi intelijen milik AS, Subardo, mengaku dirinya tidak lagi mempunyai wewenang menangani persoalan tersebut. Dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah khususnya melalui Badan Intelijen Negara (BIN).
“Saya tidak punya wewenang lagi. Itu urusannya pemerintah dan BIN. Saya hanya mengungkapkan ini agar kita lebih waspada, sebab penyadapan informasi melalui intelijen ada di mana-mana,” tegasnya.
Menurut dia kesadaran akan keamanan informasi di Indonesia sampai saat ini masih cukup lemah. Hal ini terbukti dari laporan Lemsaneg beberapa waktu lalu yang menemukan bukti dari 28 kantor Kedubes Indonesia di Luar Negeri, sebanyak 16 diantaranya telah disadap sehingga harus dilakukan pembersihan dan pembenahan. Kasus ini menurutnya sebagai preseden buruk bagi Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam menjaga keamanan informasi.
“Sekitar 16 kedubes yang disadap di luar negeri. Jelas hal itu sebagai preseden buruk agar kita lebih berhati-hati melakukan pengamanan, khususnya informasi,” imbuhnya. (sumber detiknews)
Kontroversi keberadaan Naval Medical Research Unit 2 (Namru-2) di Indonesia rampung sudah. Tercatat sejak 16 Oktober 2009, Namru-2 sudah tidak beroperasi lagi.
“Surat resmi penghentian kerjasama dengan Namru resmi dilayangkan dubes AS di Indonesia tanggal 16 Oktober kemarin. Jadi perjanjian yang diawali 16 Januari 1970 sudah resmi berakhir 16 Oktober kemarin,” ujar mantan Menkes Siti Fadilah Supari kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/10/2009)
Siti Fadilah mengatakan dirinya keberadaan Namru-2 mengganggu kedaulatan Indonesia. Sebab, pusat penelitian itu meneliti virus yang dilakukan Angkatan Laut AS.
“Saya tidak akan rela kalau di wilayah yang berdaulat ini ada penelitian tapi ada militernya, tapi kok tidak jelas. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi,” harapnya.
Oleh karena itu Siti Fadilah berharap pada penerusnya, Endang Rahayu Edyaningsih, agar tidak membuka lagi Namru-2. Dia yakin Endang bisa melanjutkan kebijakannya tersebut. “Saya kira Ibu Endang bisa mengikuti langkah-langkah yang telah kita ambil pada periode ini, di mana Namru sudah secara resmi ditutup, dan saya mohon jangan dibuka lagi,” katanya. (sumber)
Namun, meskipun NAMRU-2 telah ditutup, Indonesia tetap melakukan kerjasama penelitian dengan AS. Kerja sama ini bernama Indonesia-United States Center for Medical Research (IUC) yang fokus pada kemajuan teknologi di bidang biomedis. Rencananya, IUC mulai beroperasi pada Januari 2010, dan tidak akan melibatkan militer. Hal ini seperti yang diampaikan oleh Menkes baru pengganti Siti, Endang Rahayu Sedyaningsih.
Menurut Endang, kerja sama biomedis yang dilakukan Indonesia-Amerika Serikat dapat berupa pengembangan alat diagnostik, identifikasi virus dan bakteri, serta lainnya.
Menteri Kesehatan terpilih Endang Rahayu Setyaningsih adalah staf Departemen Kesehatan, yang paling ‘dekat’ dengan Namru (The US Naval Medical Reseach Unit Two) atau Unit 2 Pelayanan Medis Angkatan Laut.Endang adalah seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1979, dan memperoleh gelar master dan dokter dari Harvard School of Public Health, Boston, masing-masing tahun 1992 dan 1997. Ia menjalani karier di bidang kesehatan dengan menjadi dokter puskesmas di NTT dan pernah menjadi dokter di Rumah Sakit Pusat Pertamina. Ia juga pernah ditugaskan di Kanwil Departemen Kesehatan DKI Jakarta menjadi seorang peneliti, dan pernah menjabat Kepala Litbang Biomedik dan Farmasi Departemen Kesehatan.
Siti Fadillah Supari yang dikenal kritis terhadap keberadaan Namru-2 menyebut Endang sebagai salah satu pihak yang memiliki hubungan erat dengan Namru-2. Endang juga yang membawa virus flu burung strain Indonesia H5N1 tanpa seizin Siti Fadillah ke Amerika Serikat untuk selanjutnya dikomersialisasi oleh sejumlah perusahaan farmasi raksasa. Hal inilah yang pernah menjadi pangkal sengketa antara Siti Fadillah tidak hanya dengan pemerintah Amerika Serikat juga dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun lalu.
Nah, ketika NAMRU-2 ditutup, Endang menjabat sebagai Menkes dan IUC beroperasi, akankah Indonesia diuntungkan oleh adanya kerjasama Indonesia-AS dalam IUC? Ataukah Indonesia justru kembali dijajah dan dimanfaatkan oleh pihak Asing?
Ya, sebagai tenaga kesehatan yang berpikir maju, kritis dan berwawasan, hendaknya kita tidak menutup mata terhadap informasi dan segala penjajahan nonfisik yang terjadi di Negara kita, khususnya terkait dunia kesehatan. Penjajahan dnegan menggunakan senjata biologi yang dampaknya luar biasa.
Ayo membaca!!!

Sumber :
www.menkokesra.go.id/content/view/13138/39/ -
www.detiknews.com)
www.forum.detik.com/showthread.php?t=96506&page=2

PENERIMAAN MAHASISWA BARU KEBIDANAN STIKES MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN JALUR PMDP TAHUN AJARAN 2010-2011

Program STUDI Diploma III Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Pekajangan akan membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun ajaran 2010/2011 lewat jalur Penelusuran Minat dan Prestasi (PMDP).
Adapun syarat-syarat bagi calon pendaftar adalah sebagai berikut:
1. Warga Negara Indonesia (WNI)
2. Sehat jasmani rohani serta tidak buta warna
3. Tinggi Badan minimal 150 cm
4. Tidak memiliki nilai lima (5) untuk setiap mata ajar sejak semester I sampai semester V ketika di SLTA jurusan IPA
5. Memiliki nilai raport SLTA jurusan IPA rata-rata minimal 7 (Tujuh) untuk mata ajar Al-Islam, Bhs. Indonesia, Bhs. Inggris, Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi sejak semester I s/d semester V
6. Melampirkan foto kopi nilai raport SLTA semester I s/d semester V yang telah dilegalisir rangkap 2.
7. Melampirkan foto hitam putih ukuran 4×6 sebanyak 5 lembar.
8. Membayar biaya pendaftaran Rp 100.000,- (Seratus ribu rupiah)
9. Calon Mahasiswa mendaftarkan sendiri ke kampus
10. Semua persyaratan dimasukkan ke dalam stopmap warna biru.
11. Surat keterangan saat ini duduk di kelas III
13. Menunjukkan raport asli pada saat pendaftaran.

Pendaftaran
1. Tempat : Kampus II STIKES Muhammadiyah Pekajangan Jl. Raya AMbukembang No. 8 Kedungwuni Pekalongan
Telp (0285) 785179, 7911732, fax (0285) 785555
2. Waktu : 1 Maret – 29 Mei 2010 (Hari Minggu Libur)
3. jam : 08.00 s/d 13.00 WIB

Pengumuman Hasil Seleksi
1. Hasil seleksi administrasi : Tanggal 14 Juni 2010
2. tes Kesehatan : 15 Juni 2010
3. Hasil Tes Kesehatan : 17 Juni 2010
4. Daftar Ulang : 17 Juni 2010 s/d 30 Juni 2010
Diposkan oleh DIII KEBIDANAN STIKES MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.