Pendaftaran Mahasiswa Baru STIKESMuhammadiyah Pekajangan PekalonganJalur Umum TA 2011/2012

Menerima Mahasiswa baru untuk program studi :

  • S1 Keperawatan  – Program A (Reguler) dan Program B (Lulusan DIII Keperawatan)
  • DIII Keperawatan
  • DIII Kebidanan

Syarat Pendaftaran Calon Mahasiswa Baru STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Tahun 2011/2012

  • Warga Negara Indonesia
  • Dasar Pendidikan
  • Usia Maksimal untuk kelas reguler/umum 30 th

– Lulusan SMA/SMU/Ma Semua Jurusan
- Lulusan SMK Program Kesehatan (SPK, SMF, SPRG, SMAK, dll kurikulum 2000)
- Lulusan DIII Keperawatan (Untuk Prodi S1 Keperawatan Program B)

  • Sehat Jasmani dan Rohani serta tidak buta warna (parsial dan total)
  • Tinggi Badan Minimal

Prodi S1 Keperawatan         L : 153 cm      P  :  148 cm
Prodi DIII  Keperawatan      L : 155 cm      P  :  150 cm
Prodi DIII  Kebidanan        P  :  150 cm

  • Lulus Tes tertulis dan tes kesehatan yang diselenggarakan panitia
  • Calon Mahasiswa Mendaftarkan sendiri di Kampus
  • Bagi pendaftar S1 dan D3 Keperawatan yang mempunyai nilai Danem rata-rata minimal 7,5 dari jurusan IPA dan dapat diterima tanpa mengikuti test tertulis

Kelengkapan  Pendaftaran

  • Pasfoto hitam putih terbaru ukuran 4 x 6 sebanyak 5 lembar
  • Fotocopy STTB yang telah dilegalisir sebanyak 2 lembar/surat keterangan lulus
  • Fotocopy Daftar Nilai yang telah dilegalisir 2 lembar
  • Biaya Pendaftaran dan seleksi Rp. 100.000,-
  • Untuk pilihan Prodi S1 Keperawatan Program B dilampirkan :
    • Surat persetujuan mengikuti pendidikan dari Pimpinan Instansi bagi yang bekerja
    • Surat Persetujuan mengikuti pendidikan dari suami/istri.
    • Fotocopy SK Pegawai
  • Semua Persyaratan dimasukkan dalam stopmap
    • S1 Keperawatan      :  warna merah (Program A)                                                  warna hijau (Program B)
    • DIII Keperawatan :  warna kuning
    • DIII Kebidanan      :  warna biru

JADWAL PENDAFTARAN GELOMBANG I
Jadwal Gelombang I :Untuk Prodi SI Keperawatan/ DIII Keperawatan dan DIII Kebidanan


Pendaftaran Gel I             : 2 Mei – 25 Juni 2011


Test Tulis Gel I                : 28 Juni 2011


Pengumuman Test Gel I   :2 Juli 2011


Tes Kesehatan bagi pendaftar tanpa tes: 20 Juni 2011


Test Kesehatan Gel I:
DIII Kebidanan        :  4 Juli 2011
DIII Keperawatan    :  5 Juli 2011
S1   Keperawatan   : 6 Juli 2011


Pengumuman Test Kesehatan Gel I
DIII Kebidanan       : 6 Juli 2011
DIII Keperawatan   : 7 Juli 2011
S1   Keperawatan  :  8 Juli 2011


Registrasi Tanpa Tes :23 – 1 Juli 2011
Registrasi Gel I     : 6 – 16 Juli 2011

JADWAL PENDAFTARAN GELOMBANG II
Jadwal Gelombang II : S1 Keperawatan dan DIII Keperawatan


Pendaftaran Gel II    : 26 Juni – 14 Juli 2011
Test Tulis Gel II       : 16 Juli 2011

Pengumuman Test Tulis Gel II : 19 Juli 2011


Test Kesehatan Gel II     : 20 Juli 2011    


Pengumuman Test Kesehatan Gel II: 22 Juli 2011


Registrasi Gel II: 22 Juli – 26 Juli 2011


Tempat Pendaftaran
Kampus II Stikes  Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Jl.Raya Ambokembang No 8 Kedungwuni Pekalongan
Telp. (0285)785179, 785939
Hari     :     Senin – Sabtu
Jam     :     08.00 – 13.00 WIB

Diambil dari http://www.pmb.stikesmuh-pkj.ac.id/

Ditulis dalam Informasi. 5 Komentar »

Pendaftaran Calon Mahasiswa Baru Jalur PMDP 2011/2012 STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Penelusuran Minat dan Prestasi (PMDP) STIKES Muhammadiyah Pekajangan Tahun Akademik 2011/2012, Program Studi
o S1 Keperawatan
o D3 Keperawatan
o D3 Kebidanan
Syarat Calon Mahasiswa lewat jalur PMDP 2011/2012:
1. Warga Negara Indonesia
2. Sehat Jasmani dan rohani serta tidak buta warna
3. Memenuhi tinggi badan minimal :
* Prodi D III Keperawatan L : 155 Cm, P 150 Cm
* Prodi D III Kebidanan P : 150 Cm
* Prodi S I Keperawatan L : 153 Cm, P : 148 Cm
4. Tidak memiliki nilai 5 (lima) untuk setiap mata ajar sejak semester I    sampai semester V ketika di SLTA Jurusan IPA
5. Memiliki nilai raport SLTA Jurusan IPA rata-rata minimal 7 (Tujuh) untuk mata ajar Al-Islam, Bhs Indonesia, Bhs Inggris, Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi sejak semester I s/d semester V
6. Melampirkan foto copy nilai raport SLTA semester I s/d semester V yang telah dilegalisir rangkap 2
7. Melampirkan foto hitam putih ukuran 4×6 sebanyak 5 lembar
8. Membayar biaya pendaftaran Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah)
9. Calon Mahasiswa mendaftarkan sendiri ke Kampus II
10. Semua persyaratan dimasukkan kedalam stopmap
* D III Keperawatan  : warna kuning
* D III Kebidanan : warna biru
* S I Keperawatan : warna merah
11. Memilih salah satu program studi dan tidak diperkenankan pindah baik setelah diterima maupun setelah mengikuti proses pembelajaran
12. Surat keterangan saat ini duduk di kelas III
13. Menunjukkan raport asli pada saat pendaftaran

Tempat Pendaftaran

Tempat : Kampus II Stikes  Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Jl.Raya Ambokembang No 8 Kedungwuni Pekalongan
Telp. (0285)785179, 785939, Fax (0285) 785555
Waktu     :     1 Februari – 29 April 2011 ( hari Minggu Libur)
Jam     :     08.00 – 13.00 WIB

Pengumuman Hasil seleksi
1. Pengumuman Hasil Seleksi : Tanggal 9 Mei 2011
2. Tes Kesehatan: Tanggal 10 Mei 2011
3. Hasil Tes Kesehatan: Tanggal 12 Mei 2011
4. Daftar Ulang: Tanggal 16 s/d 27 Mei 2011

Diambil dari http://www.pmb.stikesmuh-pkj.ac.id/

Ditulis dalam Informasi. 3 Komentar »

IKUTI: Pelatihan Kepenulisan “Cara Gila Jadi Penulis”

Apakah Anda merasa kesulitan menuangkan ide dalam tulisan?

Apakah Anda kesulitan menggali ide untuk ditulis?

Apakah Anda ingin lancar membuat cerpen, bisa membuat novel dan merancang buku non fiksi?

Inilah kesempatan berharga bagi Anda. Pelatihan Menulis FLP Pekalongan 1 berhasil menyedot  peserta melebihi target dan menumbuhkan minat dan kreativitas dalammenulis, kini diselenggarakan kembali pelatihan menulis FLP Pekalongan ke-2.

Ya, Ikuti agenda kepenulisan terbesar tahun ini di Pekalongan.

Tema: Cara Gila Jadi Penulis

Hari, tanggal : Ahad,15 Mei  2011

Waktu : 07.30-16.00 WIB

Tempat : Cafe BSP Pekalongan, Jl. Singosari Pekalongan

Pemateri & Materi:

1. Afifah Afra (How to Be A Smart Writer?)

2. Aveus Har (Tetap Produktif di tengah Keterbatasan)
3. Dialog Dua Generasi Sastrawan Pekalongan (Ghufron Muda, N. Dien dan Khoirul Huda)

Kontribusi : Pelajar/Mahasiswa (30.000), Umum (40.000)

Fasilitas : Sertifikat, Snack, Makan siang, Pelatihan kit,  Doorprize

Pendaftaran paling akhir Jum`at 13 Mei 2011. Informasi dan pendaftaran  ke Vina (085640768475), Khuzaiyah (085659676149), balya (085642832067).
Peserta terbatas!!!

MEMAHAMI LEBIH JAUH TENTANG MOTIVASI BELAJAR

By: Siti Khuzaiyah

  1. A. PENGERTIAN MOTIVASI

Berikut beberapa pengertian motivasi yang dikutip dari Arya (2011):

Menurut Mc. Donald, yang dikutip Oemar Hamalik (2003:158) motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Motivasi merupakan sesuatu yang kompleks.

Dalam A.M. Sardiman (2005:75) motivasi dapat juga diartikan sebagai serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelak perasaan tidak suka itu.

Menurut Siti Sumarni (2005), Thomas L. Good dan Jere B. Braphy (1986) mendefinisikan motivasi sebagai suatu energi penggerak dan pengarah, yang dapat memperkuat dan mendorong seseorang untuk bertingkah laku. Ini berarti perbuatan seseorang tergantung motivasi yang mendasarinya.

Motivasi adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas. Masih dalam artikel Siti Sumarni (2005), motivasi secara harafiah yaitu sebagai dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar, untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Sedangkan secara psikologi, berarti usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya, atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya. (KBBI, 2001:756).

Dari beberapa pendapat di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian motivasi adalah keseluruhan daya penggerak baik dari dalam diri maupun dari luar dengan menciptakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu yang menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek itu dapat tercapai.

  1. B. PENGERTIAN BELAJAR

Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman (Morgan dalam Wisnubrata, 1983:3 dalamArya, 2011). Sedangkan menurut Moh. Surya (1981:32) dalam Arya (2011), belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan.

Belajar merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan di dalam diri seseorang mencakupperubahan tingkah laku, sikap, kebiasaan, ilmu pengetahuan, keterampilan dan sebagainya (Dalyono, 2005). Kesimpulan yang bisa diambil dari kedua pengertian di atas, bahwa pada prinsipnya, belajar adalah perubahan dari diri seseorang.

  1. C. PENGERTIAN MOTIVASI BELAJAR

Pengertian motivasi belajar menurut Arya (2011) adalah keseluruhan daya penggerak baik dari dalam diri maupun dari luar siswa (dengan menciptakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu) yang menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai

  1. D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR

Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaaan motivasi belajar pada diri masing-masing orang menurut Ahira di antaranya:

  • Perbedaan fisiologis (physiological needs), seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual
  • Perbedaan rasa aman (safety needs), baik secara mental, fisik, dan intelektual
  • Perbedaan kasih sayang atau afeksi (love needs) yang diterimanya
  • Perbedaan harga diri (self esteem needs). Contohnya prestise memiliki mobil atau rumah mewah, jabatan, dan lain-lain.
  • Perbedaan aktualisasi diri (self actualization), tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.

  1. E. STIMULUS MOTIVASI BELAJAR

Terdapat 2 faktor yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar, yaitu:

  • Pertama, motivasi belajar berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.
  • Kedua, motivasi belajar dari faktor eksternal, yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan.
  1. F. CARA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR

Motivasi belajar tidak akan terbentuk apabila orang tersebut tidak mempunyai keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengkondisian tertentu, agar seseorang dapat termotivasi belajar.

Berikut beberapa tips untuk meningkatkan belajar seseorang:

  • Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar.

Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.

Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi.

Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.

  • Belajar apapun

Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.

  • Belajar dari internet

Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. Sebagai contoh, jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, kita bisa masuk ke milis Free-English-Course@yahoogroups.com.
. Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.

Cari motivator

Kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahkan atau memotivasi Anda belajar dan meraih prestasi.
“Resep sukses: Belajar ketika orang lain tidur, bekerja ketika orang lain bermalasan, dan bermimpi ketika orang lain berharap.” –William A. Ward

Ada beberapa Cara lain untuk meningkatkan motivasi belajar anak dalam kegiatan belajar di sekolah, misalnya saja seperti yang diungkapkan A.M. Sardiman (2005:92-94), yaitu :

1. Memberi angka

Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak siswa yang justru untuk mencapai angka/nilai yang baik. Sehingga yang dikejar hanyalah nilai ulangan atau nilai raport yang baik. Angka-angka yang baik itu bagi para siswa merupakan motivasi yang sangat kuat. Yang perlu diingat oleh guru, bahwa pencapaian angka-angka tersebut belum merupakan hasil belajar yang sejati dan bermakna. Harapannya angka-angka tersebut dikaitkan dengan nilai afeksinya bukan sekedar kognitifnya saja.

2. Hadiah

Hadiah dapat menjadi motivasi yang kuat, dimana siswa tertarik pada bidang tertentu yang akan diberikan hadiah. Tidak demikian jika hadiah diberikan untuk suatu pekerjaan yang tidak menarik menurut siswa.

3. Kompetisi

Persaingan, baik yang individu atau kelompok, dapat menjadi sarana untuk meningkatkan motivasi belajar. Karena terkadang jika ada saingan, siswa akan menjadi lebih bersemangat dalam mencapai hasil yang terbaik.

4. Ego-involvement

Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Bentuk kerja keras siswa dapat terlibat secara kognitif yaitu dengan mencari cara untuk dapat meningkatkan motivasi.

5. Memberi Ulangan

Para siswa akan giat belajar kalau mengetahui akan diadakan ulangan. Tetapi ulangan jangan terlalu sering dilakukan karena akan membosankan dan akan jadi rutinitas belaka.

6. Mengetahui Hasil

Mengetahui hasil belajar bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Dengan mengetahui hasil belajarnya, siswa akan terdorong untuk belajar lebih giat. Apalagi jika hasil belajar itu mengalami kemajuan, siswa pasti akan berusaha mempertahankannya atau bahkan termotivasi untuk dapat meningkatkannya.

7. Pujian

Apabila ada siswa yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik, maka perlu diberikan pujian. Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan memberikan motivasi yang baik bagi siswa. Pemberiannya juga harus pada waktu yang tepat, sehingga akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi motivasi  belajar serta sekaligus akan membangkitkan harga diri.

8. Hukuman

Hukuman adalah bentuk reinforcement yang negatif, tetapi jika diberikan secara tepat dan bijaksana, bisa menjadi alat motivasi. Oleh karena itu, guru harus memahami prinsip-prinsip pemberian hukuman tersebut.

Hal senada juga diungkapkan oleh  Fathurrohman dan Sutikno (2007: 20) motivasi siswa dapat ditumbuhkan melalui beberapa cara yaitu:

a) Menjelaskan tujuan kepada peserta didik.

Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siswa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.

b) Hadiah.

Hadiah akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.

c) Saingan/kompetisi.

Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.

d) Pujian.

Siswa yang berprestasi sudah sewajarnya untuk diberikan penghargaan atau pujian. Pujian yang diberikan bersifat membangun. Dengan pujian siswa akan lebih termotivasi untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi.

e) Hukuman.

Hukuman akan diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. Bentuk hukuman yang diberikan kepada siswa adalah hukuman yang bersifat mendidik seperti mencari artikel, mengarang dan lain sebagainya.

f) Membangkitkan dorongan kepada peserta didik untuk belajar.

Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik. Selain itu, guru juga dapat membuat siswa tertarik dengan materi yang disampaikan dengan cara menggunakan metode yang menarik dan mudah dimengerti siswa.

g) Membentuk kebiasaan belajar yang baik.

Kebiasaan belajar yang baik dapat dibentuk dengan cara adanya jadwal belajar.

h) Membantu kesulitan belajar peserta didik, baik secara individual maupun kelompok.

Membantu kesulitan peserta didik dengan cara memperhatikan proses dan hasil belajarnya.  Dalam proses belajar terdapat beberap unsur antara lain yaitu penggunaan metode untuk mennyampaikan materi kepada para siswa. Metode yang menarik yaitu dengan gambar dan tulisan warna-warni akan menarik siswa untuk  mencatat dan  mempelajari materi yang telah disampaikan..

i) Menggunakan metode yang bervariasi.

Metode yang bervariasi akan sangat membantu dalam proses belajar dan mengajar. Dengan adanya metode yang baru akan mempermudah guru untuk menyampaikan materi pada siswa.

j) Menggunakan media yang baik, serta harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Berikut merupakan beberapa tips yang bisa anda gunakan untuk meningkatkan motivasi belajar anda.

G. REFERENSI

Arya.2010.Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak. http://belajarpsikologi.com/cara-meningkatkan-motivasi-belajar-anak/ diakses pada 7 Maret 2011

—–. 2010. Pengertian Motivasi Belajar. http://belajarpsikologi.com/pengertian-motivasi-belajar/ diakses pada 7 Maret 2011

Ahira.tanpa tahun.Motivasi Belajar. http://www.anneahira.com/motivasi/index.htm. diaksespada 7 Maret 2011

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.