Kembang Api

Kembang Api

Malam merapat, suara membising

Lautan manusia ramaikan pesta kembang api

Seorang penjual asa menghampiriku

Asa mbak, asa tahun ini. Murah,” tawarnya padaku

Asa yang menarik hati, pikirku

Asaku tahun lalu masih utuh Bang,” ucapku menatap langit penuh percikan api

“Mbak, itu hanya api!” bisiknya lirih ikuti mataku

malam 1 Januari 2008

Ditulis dalam PUISI. 2 Komentar »

Derai Cinta

Derai Cinta

 

Orang bilang aku gila

Ku curi cinta Zulaikha dan menelannya

Kuikat tiap sela aliran darah pada punggung Yusuf

Dengan cinta, dengan kata, dengan robekan gamis tanpa penggaris

Mahligai itu menderu,

Menggoyangkan nisan di atas kuburan!

Tangan Cinta

Tangan Cinta

#

Tangan-tangan cinta mencakar kuat

Melemparkanku pada lorong sunyi koridor hati

Mengamuk, mencerca, menggulung sisi-sisiku yang mulai retak

Aku menjerit,

Sukmaku mencukil duri pada cakar

Menyulamnya,

Menjadi sajadah panjang aroma cinta

 

 

Asa…

Asa

Seorang kakek berdiri di balik tirai

Menatap pemuda meniup terompet ramai

Menjinjing kantong asa siap disemai

 

Kakek pejamkan mata memadam

Menerawang jauh asa terpendam

Aku tak sepanjang  kalian!

Paninggaran 1 Januari 2008

To: my love family and everyone who give me spirit. Jazakumulloh khoiron katsir!

Bisikan di Akhir Tahun

Bisikan Akhir Tahun

Tahun lalu seulas senyum berkembang penuh arti

Antara gegap gempita terompet dan kembang api

Dalam hati yang melangit, seorang lelaki berbisik pada istri

“Ma, esok rumah terenovasi dan mobil tua hendak terganti,”

 

Tahun ini sepotong senyum menyungging penuh misteri

Bumi merapuh, air merendami kaki tanpa kembang api

Dalam jiwa yang membumi, lelaki kembali berbisik pada istri

“Ma, tak perlu tinggi-tinggi. Esok bumi merintih, alam tua hendak terganti”

Pekalongan, malam 1 Jnauari 2008

 

Tahunku adalah Malamku

Tahunku adalah Malamku

       - (sebait elegi kupu-kupu malam)

Tamu hampiri kala senja tiba

Mengusik kembali kenistaan jiwa

Di bilik asmara beradu cinta

Antrian pasang hingga fajar tiba

Dua musim ku tetap sama

Melawan hati ikuti hawa

Hiasi malam berkabut hina

Menghibur lelaki puaskan raga

Meski mimpi beradu dosa

Hati selalu engganlah penghujung tahun sudahlah tiba

Namun aku tak mampu rela

Malam berkata

Tahunku adalah malamku yang selalu sama!

 

 

 

 

 

 

Izinkan Aku

Izinkan Aku

Izinkanku menguliti syahdu

Untuk singgasana yang Kau gelarkan

Di pagelaran panjang berona semu

Bersemayam rindu dalam untaian

 

Izinkanku melukis kalbu

Di atas putihnya kertas kan kugoreskan

Agar lenyap s’gala termangu

Menanti dalam pewayangan

 

Izinkanku sibak asa yang dulu

Yang semakin tampak bagai impian

Di Nusa yang kian merambat lugu

Di bawah elang hitam yang beterbangan

 

Izinkanku tengadah menyimak itu

Dalam pagelaran singa kegirangan

Supaya keluar asa yang dulu

Di singgasanaMu, tikus bersalaman

Paninggaran 11 Mei 2005

Note :

Elang hitam: penguasa batil/aparat-aparat batil

Singa            :    penguasa/aparat/oknum   berkuasa

Tikus            :    koruptor

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.