Untukmu Para Wanita= Sebuah Pengakuan LelakiPACARAN HALAL..Sebagai Proses Penjajakan, Percayalah Kepada Cowok!

Written on January 18, 2009 – 12:25 am | by heidif PACARAN HALAL
Sebagai Proses Penjajakan, Percayalah Kepada Cowok

(tidak mengandung ayat dari kitab agama manapun)

Berdasarkan dari betapa mudahnya wanita diperdaya oleh lelaki/cowok. Bahkan dengan sangat angkuhnya wanita sering berpendapat bahwa dirinya tidak akan mudah termakan rayuan gombal lelaki. Itu benar, karena dimasa sekarang ini tidak ada lelaki yang bibirnya bisa mengucapkan rayuan gombal seperti film-film Indonesia toempoe doeloe. Tetapi dengan pendidikan dan teknologi yang berkembang, metode kami berubah (red:cowok).

Kami bisa memanfaatkan semua SDM dan SDA yang ada di sekitar kami untuk menunjang tegaknya diagnosa “SERIUS” dihadapan target (wanita). Apakah property “nebeng”? Oh tidak! Bahkan hanya dengan kesederhanaan, malah jadi pamungkas yang cukup jitu untuk meluluhkan hati wanita incaran kami. Karena dengan kesederhanaan dan property seadanya, akan mendatangkan kesan ketulusan dan bersahaja. Yang kemudian menimbulkan cinta sepenuh hati, berakibat kepasrahan. Ini fokusnya, kepasrahan yang artinya diriku sepenuhnya kuserahkan padamu, termasuk my virgin (klo masih).

Wahai wanita, tidak semua diantara kami kaum lelaki mengincar hartamu, yang merupakan incaran kami sebenarnya adalah SEX, sejauh mana dirimu memberikan rasa penasaran kepada kami, selama itu pula kami sanggup bersandiwara dengan sekuat tenaga kami. Mengapa kami sebut sandiwara? Karena kami menyimpulkan bahwa yang telah beristeri saja masih banyak yang selingkuh (meski tidak semuanya).

Pernikahan yang kejelasan statusnya dilindungi oleh hukum agama dan UU Negara, masih sering kami injak-injak. Apalagi status pacaran? Yang sama sekali tidak dikuatkan oleh peraturan manapun. Artinya seorang cowok bisa saja berpacaran dengan seribu cewek dalam waktu bersamaan atau sebaliknya. Maka jadilah pemuda-pemudi bangsa ini sebagai pakar zina, dari yang kecil sampai yang besar.

Tapi masalah jadi bangsa apa bukan urusan kami, selagi kami masih bisa menikmati kenikmatan dunia lewat tubuh wanita secara free, maka paradigma “Pacaran sebagai proses penjajakan” akan selalu kami sebarkan dengan cara apapun.

Sex dengan pacar sendiri sangat berbeda rasanya dengan sex dengan pelacur manapun dengan harga pakai berapapun. Sebab wanita yang selalu jadi target kami tentunya bersih, sehat, bebas penyakit menular seks (PMS), terawat dan terdidik.

Soal kaya atau miskin si target itu bisa disesuaikan.
Maksudnya apabila kami telah sukses memperdaya hati target, maka keadaan keuangan akan sangat mudah dikendalikan berdasarkan scenario “rasa pengertian” yang kami ciptakan di hati target. Pulsa yang kami keluarkan untuk menjalin kedekatan tidak sebanding dengan kenikmatan yang menanti kami.
Target berjilbab? Bisa sukses bisa juga tidak.
Usaha kami dalam berburu “kenikmatan” terhadap target berjilbab memerlukan beberapa trik tambahan. Tetap bersikap sederhana, apa adanya, bersahaja, pengakuan terhadap kekurangan diri, bersikap humoris dan sedikit bumbu religi yang didapat dari ceramah ustadz-ustadz di televisi bisa jadi referensi tambahan.
Usaha kami sukses terhadap target yang berjilbab yang juga masih berpakaian ketat, sehingga jilbab kadang-kadang hanya menutupi rambutnya dan tidak menutupi ukuran “hardware” indahnya. Kulit target yang halus mulus karena sering tertutup dari polusi udara dan matahari memberikan sensasi yang tidak sama dengan target tidak berjilbab pada umumnya.
Luar biasa!!!
Usaha kami gagal apabila target berjilbab tapi juga berpakaian yang lebar, sehingga tidak tampak keindahannya lewat mata secara fisik, tapi kami sangat yakin dibalik pakaian yang lebar itu tersimpan lebih banyak keindahan. Kami kurang pasti penyebab kegagalan usaha kami terhadap target tersebut, bisa jadi keteguhan
target dalam memegang keyakinan bahwa keindahan yang mereka miliki merupakan “harta berharga” yang hanya akan disuguhkan kepada suami mereka nantinya.

Kenyataan yang menggembirakan adalah target “kokoh” semacam ini berjumlah sangat sedikit jika dibandingkan dengan total target “empuk” yang banyak tersedia di sekitar kami.

Pada umumnya target menginginkan “keseriusan”.
Ketidaktahuan mereka terhadap makna kata serius ini yang sering kami manfaatkan sebagai peluluh hati mereka. Trik yang kami gunakan bermacam-macam, mulai dari kirim sms yang bertuliskan “Aku serius lho sama kamu”, telepon diatas jam 23.00 (tarif murah) untuk bicara panjang lebar dengan topik yang dipilih secara random. Ini trik yang paling sederhana dan cukup jitu untuk target yang masih lugu atau pura-pura lugu soal keseriusan hubungan. Maksudnya walau target sudah mengerti tentang trik
yang kami jalankan dalam meraih target, tapi seiring waktu dan semangat kami yang tidak berputus asa dalam menjalankan skenario, cepat lambat target yang dulunya pura-pura lugu akan luluh akhirnya melihat semangat tulus palsu kami.

Jika tujuan utama kami yaitu tubuh indah target belum didapatkan, maka bukti keseriusan palsu kami dapat dikuatkan dengan memboyong mereka ke orang tua kami atau sebaliknya, kami bersedia diboyong ke orang tua target. Sampai disini saja keberanian kami untuk bermain dengan kata serius, untungnya karena 99% target telah takluk pada level trik ini.
Kenyataan yang juga menggembirakan kami adalah apabila ternyata orang tua kami atau oramg tua target juga memiliki paradigma “Pacaran adalah proses penjajakan” atau “Pacaran adalah proses yang harus dilalui oleh remaja normal”.
Luar biasa!!!
Target yang telah beranggapan bahwa “inilah jodohku”, dengan paradigma ini kami telah mendapatkan kepercayaan penuh dari segala pihak untuk memperlakukan target semau kami. Termasuk menikmati kenyamanan sensasi seks penuh gratisan yang kami tunggu-tunggu selama perjuangan. Tidak perlu buru-buru, karena kami sangat dan sangat memperhatikan situasi, kondisi dan domisili.
Soal dikemudian hari kami bosan dengan target yang sudah habis manisnya karena kami hisap atau muncul target baru yang lebih segar, maka skenario pelepasan diri dapat dijalankan dengan berbagai alasan. Sangat mudah melakukannya mengingat semua manusia memiliki kekurangan, kekurangan inilah yang harus diangkat ke
permukaan dan menjadi pokok bahasan yang berlanjut dengan putusnya hubungan. Alasan ketidakcocokan bisa menjadi penangkal pertanyaan orang tua masing-masing pihak.
Putus. Juga merupakan jalan baru bagi kami untuk memulai skenario pengejaran target baru. Tampang berduka, bahkan tampang tegar paska putus pun bisa menjadi pesona di hadapan target baru ini. Tentunya kami tidak meninggalkan trik-trik peluluhan hati yang kami terapkan terhadap target-terget sebelumnya seperti sederhana, tampil apa adanya, bersahaja, sedikit ditambah bumbu humoris karena target pada umumnya ingin dekat dengan orang yang selalu bisa membuatnya tersenyum dalam setiap keadaan. Target selalu ingin merasakan aman, nyaman, disayang, diperhatikan (beberapa). Maka sedaya upaya kami akan ciptakan suasana tersebut hanya didekat kami. Persepsi bahwa di dekat kami maka target merasa aman, nyaman, tenang, tersenyum, dan damai merupakan paradigma yang harus kami ciptakan di
dalam kepala target. Untuk kesekian kalinya kami selalu sukses dalam pencapaian tujuan kami, menjadikan kami sangat berpengalaman dan cerdas dalam program ini, dengan atau tanpa hambatan sama sekali. Sungguh indah dunia ini, dipenuhi dengan target-target berpendidikan tapi bodoh yang menunggu giliran untuk kami habisi.
“Ahh, saya kan gak pernah serius klo pacaran, ngapain takut!”
Jika terget berfikiran seperti kata-kata di atas, maka pemikiran seperti ini juga merupakan peluang besar bagi kami untuk memulai skenario peluluhan hati. Yang kami utamakan lebih dahulu adalah mengadakan ikatan super tidak jelas bernama Pacaran, soal cinta atau tidak, itu cuma masalah waktu. Trik-trik yang kami lancarkan akan mengubah keadaan hati target seiring waktu yang dilalui bersama-sama dan komitmen semu tentang pacaran yang kami atau orang lain ciptakan.
“Ahh, tidak semua cowok seperti itu, cowokku ga gitu and ga mungkin begitu!”.
Kata-kata sejenis ini merupakan tolak ukur keberhasilan skenario BHSP (Bina Hubungan Saling Percaya) yang nantinya menjadi peluang besar untuk mendapatkan tubuh target di kemudian hari. Karena salah satu yang kami ingin bentuk adalah pendapat target bahwa kami adalah cowok yang berbeda dengan cowok pada umumnya.
Jika Anda wanita berpenampilan menarik atau tidak, bertubuh indah baik tertutup atau tidak, mencari keseriusan hubungan, mencari cinta dari sesama manusia tanpa pemahaman yang jelas…Maka Anda target kami berikutnya !

Wahai wanita, ketahuilah bahwa seorang laki-laki yang benar-benar serius terhadapmu akan datang kepada orang tuamu dengan berkata “Pak, saya ingin menikahi putri Bapak, sekarang saya punya penghasilan Rp…../bulan, dst”, sedangkan laki-laki yang benar-benar serius ingin menghabisimu akan datang langsung kepadamu dengan berkata “Maukah kamu jadi pacarku?”.
Puncak kehinaan wanita ketika ia menerima tembakan seorang lelaki untuk jadi kekasihnya.
Puncak kemuliaan wanita ketika orang tua/walinya mempertimbangkan lamaran seorang lelaki untuk jadi isterinya.
Hancurkan harga diri dengan pacaran, muliakan diri dengan …

Tidak ada solusi termuat dalam tulisan ini, meskipun solusinya tertulis tetapi tidak akan menghentikan kegiatan kami, kami hanya bisa berhenti jika semua target mengaplikasikan solusi yang sebenarnya sudah mereka tahu.
Pacaran sebagai proses penjajakan, penjajakan = peng”injak-injakan” atau pen”jaja”an.
Jika Anda belum pacaran, Nantikan kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda telah putusan, Nantikan juga kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda masih pacaran, maka tunggu tanggal “main” kami bersama Anda!

Wallahua’lam bisshawab
Cyber City Net 30.10.2006 at 02.22 am

Artikel ekstrem ini asli tulisan teman Iriyan.
from:http://heidif.blog.friendster.com/2009/01/pacaran-halalsebagai-proses-penjajakan-percayalah-kepada-cowok/#comment-19

Ditulis dalam ArTikEL UMuM. Tag: . 6 Komentar »

KETIKA PNS DI-TUHANKAN

Tanggal 31 Desember kemarin media cetak (baik local maupun interlokal) memuat pengumuman hasil tes seleksi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) 2009. setelah beribu-ribu orang berbondong-bondong mengikuti tes seleksi CPNS pada tanggal 7 Desember 2008, akhirnya hari itu (31 Desember) mereka bisa bernafas lebih teratur. Ada yang nafasnya lega plong karena lolos seleksi, namun ada juga yang lega tapi tak rela lantaran namanya tidak tercantum dalam daftar di Surat Kabar.

Yach, tak bisa dipungkiri bahwa magnet PNS berhasil menyedot puluhan ribu masyarakat untuk ikut berpartisipasi mengukir harapan-harapan “Keamanan dan Kenyamanan” masa depan melalui tes CPNS itu. Tak bisa dipungkiri juga bahwa seleksi karyawan yang paling banyak jumlahnya adalah seleksi karyawan Negara (ataukah abdi Negara?). Mereka datang dari berbagai lapisan masyarakat dengan latar belakang yang heterogen.

Meledaknya jumlah peserta tes seleksi CPNS menandakan bahwa masyarakat Indonesia ternyata sebagian besar bermental PNS (penak, njamin, sak karepe). Secara kasar bisa dikatakan bahwa kenyamanan PNS mungkin memang terjamin, karena mau kerja atau tidak kerja toh masih tetap digaji dengan menggunakan `uang rakyat`, istilahnya sak karepe. PNS juga aman karena tidak terlalu khawatir di-PHK. Ada juga yang mengatakan bahwa PNS juga menjamin masa depan, karena kesehatan sudah ditanggung, anak-anak ada yang ngurus, masa tua ada yang menggaji dan menghidupi. Namun, benarkah sesungguhnya bahwa PNS bisa menjamin semua itu? Apakah tidak ada jalan lain selain PNS untuk mencapai kesuksesan yang hakiki?

Tentunya kita pernah mendengar pepatah yang mengatakan “Dunia tak selebar daun kelor” bukan? Pepatah klasik ini hendaknya kita jadikan pegangan untuk menjalani kehidupan di dunia ini, untuk memecahkan setiap persoalan yang terjadi. Artinya bukan hanya PNS untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki, tapi juga ada jalan lain yang tentunya akan kita temukan manakala kita mau berusaha mencari jalan tersebut. Jadi, janganlah patah semangat dan bersedih ketika tidak lolos seleksi CPNS, Karena sesungguhnya ada banyak jalan lain untuk mendapatkan rizki Alloh. Ada banyak jalan lain untuk mengamalkan ilmu dan mengembangkan potensi yang dimiliki dalam dunia usaha. Kita mestinya yakin bahwa penjamin rizki pada hakikatnya hanya Alloh semata. Tuhan Yang Maha Pemurah dan Pemberi Rizki. Bukan makhluk dan bukan pula PNS. Jika ada yang mengatakan bahwa PNS menjamin kenyamanan hidup secara hakiki, maka hendaknya ditinjau kembali apakah benar demikian? Coba kita tilik, masih untung manakah antara nasib seorang PNS yang sakit-sakitan hingga uangnya habis untuk berobat dengan seorang pedagang asongan yang sehat wal`afiat dan memiliki kecukupan rizki? tentu kita akan lebih memilih hidup sehat dong meski sekedar menjadi pedagang asongan. Biar asongan toh masih bisa menikmati hidup. Iya apa tidak?

Dan perlu diketahui juga bahwa pengidap penyakit-penyakit kronis seperti jantung, DM (gula darah), stroke dll umumnya adalah mereka dari golongan ekonomi menengah ke atas, dimana mereka makan `kelebihan gizi` sehingga sisa-sisa lemak, kolesterol dan zat-zat tidak terpakai terakumulasi menumpuk di tubuh dan perutnya yang membuncit. Perlu diketahui juga bahwa seorang PNS hendaknya menyiapkan mental `lebih` dalam mengahadapi masyarakat. Karena ia (PNS) rentan stress(?). Apalagi bagi mereka PNS yang bekerja di pelayanan (misal: kantor dinas, PUSKESMAS, RS dll) tingkat stressor meningkat ketika ia kelelahan menghadapi masyarakat yang kritis. Masyarakat yang siap melontarkan gugatan dan kata-kata pedas jika para alat Negara tersebut tidak bekerja memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Karena masyarakat merasa telah ikut serta menggaji para PNS tersebut, sehingga merekapun ikut mengawasi kinerja para buruh Negara itu.

Jadi, mau jadi PNS atau bukan tidak ada masalah. Semuanya sama-sama ujian. Tinggal bagaimana cara kita memandangnya dan meniatkannya. Tidak ada lagi yang boleh mengatakan kalau PNS itu menjamin segalanya. Justru yang beruntung adalah mereka yang bukan PNS, dimana mereka tidak terikat pada aturan-aturan baku dan mereka bebas terbang kemana saja untuk mengembangkan diri serta meningkatkan usahanya.

Penulis sendiri lebih salut pada seorang wiraswasta (wirausahawan) daripada para PNS yang hanya kerja separuh waktu. Mereka (wiraswasta) benar-benar bekerja dengan gigih, tak kenal waktuvdan semangat pantang mudur untuk memajukan usahanya. Mereka cucurkan keringat habis-habisan walau tidak dapat askes, mereka tegap menatap masa depan meski tak ada dana pensiun menanti. Itulah pekerja sejati yang memaksimalkan potensi diri mereka. Tidak sekedar manut-manut dan bermental buruh negara kelas sepatu saja, tetapi mereka kreatif berusaha tanpa bermanja-manja pada negara. Harga diri mereka (para wiraswasta) jelas lebih tinggi dibandingkan dengan para PNS yang mangkir pada saat jam dinas, bukan? Dan tentunya Alloh akan lebih menghargai tetesan keringat hamba-hambaNya yang beribadah dan bekerja tulus untuk-Nya. Yang menjadikan Alloh sebagai Tuhan pemberi rizki dan bekerja keras untuk mendapatkan rizki dari-Nya, bukan orang yang menuhankan makhluk dan menjadikan PNS sebagai satu-satunya penjamin kehidupan.

Allohu a`lam bi Showab… (Pekalongan,13Januari 2009)

Ditulis dalam ArTikEL UMuM. 8 Komentar »

FUMKI (Forum Ukhuwah Mahasiswa Kebidanan Indonesia)

   
assalaamualaikum wr.wb

pa kbr temen2…baik2 kan…?
maaf baru ikut posting.
wah ternyata diantara kesibukan temen2 kuliah, masih mau menyempatkan waktu untuk menjalin silaturrahim dengan teman2 sperjuangan di kebidanan. salut deh…!

hm, terkait dengan title yg saya ambil, sebenarnya ini terinspirasi dari tmn2 yang ada di FK (Fakultas Kedokteran) diaman mereka punya tempat kumpul antar mahasiswa kedokteran dari sabang sampai merauke. tempat kumpul yang saya maksud disini adl FULDFK (Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah fakultas Kedokteran). FULDFK sendiri beranggotakan mahasiswa kedokteran dari semua universitas yg ada di Indonesia, baik itu universitas negeri maupun swasta. nah, di FULDFK ini mereka sering nagdain acara terkait pengembangan ilmu kedokteran dari berbagai aspek. jadi, ilmu yang didapat tidak hanya dari bangku kuliah saja, tetapi juga dari seminar-seminar yang diadakan oleh FULDFK sendiri. kayak kemarin waktu ada acara ANTIBIOTIC 4 di Unissula misalnya, mereka mendatangkan tokoh kedokteran dari Brunei (Umar Hasan Kasule) yang mbahas ttg Nutrisi dari sisi yang berbeda, kemudian Prof. SOleh dari kediri yang membahas tentang TAhajud seabagi terapi penyembuhan penyakit apapun (Psikoneuroimunologi), ada Dadang Hawari dsb.
jujur, saya iri dengan komunitas tmn2 dari FK itu. mereka bisa saling mengenal tmn2 antar universitas dan anta pulau, mereka bisa bertukar pengalaman dan bertukar ilmu.
sempat etrpikir pada waktu itu, kenapa ya jurusan kebidanan kok tidak ada komunitas semacam ini? padahal kita juga berpotensi untuk membentuk komunitas seamcam ini, alasannya:
1. Hampir setiap provinsi dan kabupaten punya sekolah kebidanan (baik itu dari akademi, universitas, maupun poltekes dan stikes)
2. ilmu kebidanan selalu berkembang sepanjang waktu
3. profesi bidan memungkinkan kita melanglang sampai ke pelosok negeri dalam rangka mengabdikan diri pada masyarakat

nah, berdasar pada alasan itu, maka di sini saya mengajak temen2 mahasiswa bidan untuk `berembug` (diskusi) ttg ini. supaya suatu saat bisa terlahir Forum Ukhuwah Mahasiswa Kebidanan Indonesia (FUKI) atau nama yang lain terserah, dimana kita bisa merasa saling memiliki meskipun saling jauh, saling berbagi, dan saling menguatkan satu sama lain. BAHWA DIMANAPUN BIDAN BERADA, KITA TAK PERNAH SENDIRI.
Okey, saya tunggu respon dari temen2.
mumpung belum pada lulus, karena saya sendiri bulan november 09 rencana mau ikut wisuda. hehehe…
keep d`spirit (*_*)

salam dari pekalongan
(yayah)

 

Perayaan Hari Ibu di Era IMD dan ASI Eksklusif

rame2-keluarga2rame2-keluarga1Ibu adalah sosok yang paling berjasa dalam kehidupan manusia. Ibu merupakan orang terpenting dan terdekat yang pernah ditemui oleh manusia. Tak heran jika saat ini lahir beratus-ratus syair, ungkapan dan kata-kata bijak terkait keberadaan Ibu. Coba kita tilik pada sebuah syair lagu anak berikut:

Kasih Ibu kepada beta

Tak terhingga sepanjang massa

Hanya menberi, tak harap kembali

Bagai sang surya menyinari dunia

Indah bukan? Ya, syair tentang Ibu memang selalu indah.

Kemudian mari kita tengok sebuah pepatah klasik berikut:

Kasih Ibu sepanjang jalan. Kasih anak sepanjang galah

Memang, jika kita berbicara masalah Ibu terasa tak akan ada habisnya. Apalagi ketika tanggal 22 Desember tiba, maka sosok yang satu ini seakan menjadi ikon tak ternilai harganya. Tanggal yang disebut-sebut sebagai perayaan hari Ibu ini terasa menjadi momen yang tepat bagi seorang anak untuk menunjukkan bhakti cintanya pada seorang Ibu.

Sebagai contoh, seorang anak yang semula tidak pernah membelikan sesuatupun kepada ibu mendadak belanja sekeranjang cokelat dan setangkai bunga yang kemudian dipersembahkan kepada bunda tercintanya. Seorang anak yang tak pernah sekalipun mencium tangan keriput Ibu mendadak menciumi seluruh wajah, tangan sampai pada kakinya. Seorang anak yang biasanya sewot ketika diajak berbincang oleh Ibu mendadak berucap dengan lembut “Mom, I Love You…”.

Ya, hari Ibu memang indah. Hari Ibu mengingatkan kita pada jasa seorang Ibu yang luar biasa besarnya kepada kita (para anak). Meskipun penulis kurang setuju ketika hari Ibu diskalekkan hanya pada tanggal 22 Desember saja. Karena pada dasarnya setiap hari adalah hari Ibu, dimana kita hendaknya selalu mengingat dan berusaha membalas jasa Ibu kita.

Di dalam www.wikipedia.org hari Ibu diartikan sebagai hari di mana kaum perempuan dimanja dan dibebaskan dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional. Berbeda dengan di Amerika, dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong yang merayakan Hari Ibu atau Mother’s Day pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Ibu atau Mother’s Day diperingati setiap bulan Maret.

Sejarah Hari Ibu di Indonesia

Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto. Dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.

Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara; pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan; pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perdagangan anak-anak dan kaum perempuan; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan jender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.

Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953 dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari Meulaboh sampai Ternate.

Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.

Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Di Solo, misalnya, 25 tahun Hari Ibu dirayakan dengan membuat pasar amal yang hasilnya untuk membiayai Yayasan Kesejahteraan Buruh Wanita dan beasiswa untuk anak-anak perempuan. Pada waktu itu panitia Hari Ibu Solo juga mengadakan rapat umum yang mengeluarkan resolusi meminta pemerintah melakukan pengendalian harga, khususnya bahan-bahan makanan pokok. Pada tahun 1950-an, peringatan Hari Ibu mengambil bentuk pawai dan rapat umum yang menyuarakan kepentingan kaum perempuan secara langsung.

Satu momen penting bagi para wanita adalah untuk pertama kalinya wanita menjadi menteri adalah Maria Ulfah di tahun 1950. Sebelum kemerdekaan Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. Tahun 1973 Kowani menjadi anggota penuh International Council of Women (ICW). ICW berkedudukan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa.

Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji ke-ibu-an para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, surprise party bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.

(diambil dari http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu)

Perayaan Hari Ibu di Era IMD (Inisiasi Menyusu Dini)

`Tuhan telah menyediakan sumber kehidupan sejak dia lahir, biarlah buah hati anda menemukannya sendiri`

Itulah tulis dr. Hj. Utami Roesli, SpA., MBA., IBCLC (seorang pakar dan pendiri Sentra Laktasi Indonesia) dalam cover bukunya yang berjudul `Inisiasi Menyusu Dini Plus ASI Eksklusif` terbitan Pustaka Bunda tahun 2008. Sumber kehidupan yang dimaksud oleh Utami Roesli dalam kalimat di atas adalah `ASI (Air Susu Ibu) yang dihasilkan oleh kedua payudara Ibu`. Ini berarti bahwa Ibu-Ibu yang yang mempunyai bayi hendaknya langsung membiarkan bayinya mencari puting susu Ibu untuk kemudian menghisap ASI sesegera mungkin setelah proses kelahiran. Jika ini tidak dilakukan berarti Ibu tersebut seakan merampas hak buah hatinya. Jangan sampai Ibu mencari-cari alasan untuk tidak menyusui bayinya, kecuali jika memang ada indikasi medis sehingga proses pemberian ASI segera setelah melahirkan tidak bisa dilaksanakan.

Upaya pemberian ASI dengan membiarkan bayi merangkak di atas perut Ibu dan mencari puting susu sendiri segera setelah proses kelahiran dikenal dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD/Early Initiation). Istilah Inisiasi Menyusu Dini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1990-an dan penelitian tentang IMD ini juga sudah ada sejak tahun-tahun tersebut. Pada tahun 1990 Dr. Lennart Righard dan seorang bidan Margareta Alade melakukan penelitian yang melibatkan 72 pasangan ibu-bayi baru lahir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menunda permulaan menyusu lebih dari satu jam dapat mneyebabkan kesukaran menyusu pada bayi. Pada tahun 1978 Sose dkk CIBA Foundation juga melakukan penelitian dengan hasil menunjukkan bahwa bayi yang diberi kesempatan menyusu dini dengan meletakkan bayi dengan kontak kulit ibu-kulit bayi setidaknya satu jam, hasilnya bayi-bayi tersebut lebih lama disusui. Tahun 2003 Fika dan Syafik dalam Journal Kedokteran Trisakti menuliskan bahwa dari penelitian yang dilakukan di Jakarta menunjukkan bahwa bayi yang diberi kesempatan menyusu dini, hasilnya delapan kali lebih berhasil ASI eksklusif daripada yang tidak diberi kesempatan IMD. Kemudian pada tahun 2006, Dr. Karen Edmond (Inggris) melakukan penelitian di Ghana terhadap 10.947 bayi yang lahir antara Juli 2003-Juni 2004. Hasil penelitian menunjukkan jika bayi diberi kesempatan menyusu dalam satu jam pertama dengan dibiarkan kontak kulit ke kulit ibu (setidaknya selama satu jam) maka 22% nyawa bayi di bawah 28 hari dapat diselamatkan. Jika menyusu pertama saat bayi berusia di atas 2 jam dan di bawah 24 jam pertama, tinggal 16% nyawa bayi di bawah 28 hari dapat diselamatkan.

Semua Penelitian tentang IMD ini menunjukkan kepada kita, bahwa ternyata sesuatu yang kelihatannya sepele yaitu membiarkan bayi kontak dengan kulit Ibu, merangkak dan mencari puting susu Ibu segera setelah lahir ternyata memiliki manfaat yang luar biasa. Secara lebih rinci, manfaat IMD antara lain: Pertama, menurunkan resiko kedinginan (hipothermia). Kedua, menstabilkan pernafasan dan detak jantung bayi. Ketiga, memindahkan bakteri baik dari kulit Ibu ke saluran pencernaan bayi yang nantinya akan menyaingi bakteri jahat dair lingkungan. Keempat, meningkatkan bonding (ikatan kasih sayang) antara ibu dan bayi sehingga anak akan lebih nyaman dan kelak tumbuh menjadi manusia penyayang. Kelima, menghindari alergi dan gangguan pertumbuhan fungsi usus karena efek susu hewan/ susu formula. Keenam, bayi tidak mudah sakit. Selain itu juga bermanfaat bagi Ibu seperti mempercepat pengeluaran ari-ari (placenta) dan menghindari perdarahan setelah melahirkan. Perlu diketahui juga bahwa IMD yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian ASI saja selama enam bulan (ASI Eksklusif) akan mengoptimalkan perkembangan otak sehingga anak akan lebih cerdas.

Langkah-langkah IMD sebenarnya tidak terlalu sulit. Yaitu begitu bayi lahir , bayi diletakkan di atas perut Ibu yang sudah dialasi kain kering. Kedua, keringkan seluruh tubuh bayi termasuk kepala secepatnya, kecuali kedua tangannya. Ketiga, tali pusat dipotong lalu diikat. Verniks (zat lemak putih) yang melekat di tubuh bayi sebaiknya tidak dibersihkan karena zat ini membuat nyaman kulit bayi. Keempat, tanpa dibedong bayi langsung ditengkurapkan di dada atau perut ibu dengan kontak kulit bayi dan kulit ibu. Ibu dan bayi diselimuti bersama-sama. Jika perlu, bayi diberi topi untuk mengurangi pengeluaran panas dari kepalanya. Bayi dibiarkan mencari puting susu Ibu. Ibu dapat merangsang bayi dengan sentuhan lembut, tetapi tidak memaksakan bayi ke puting susu. Ayah didukung agar membantu Ibu untuk mengenali tanda-tanda atau perilaku bayi sebelum menyusu. Biarkan dalam posisi ini selama satu jam dan sampai bayi menemukan puting susu ibu dan berhasil menyusu untuk pertama.

Bila kita cermati, tekhnik IMD ini sebenarnya mudah. Akan tetapi di dalam praktiknya, sulit sekali untuk melaksanakan IMD. Kesulitan ini tidak terletak pada aspek tekhnis, tetapi lebih pada aspek sosial. Aspek sosial disini meliputi masyarakat yang belum banyak tahu tentang IMD (terutama Ibu yang mau melahirkan), tenaga penolong persalinan yang belum mengenal lebih jauh IMD, serta keengganan tenaga kesehatan untuk melakukan IMD karena berbagai alasan. Alasan (baik dari Nakes maupun Masyarakat) yang muncul sebagai penghambat dilaksanakannya IMD itu antara lain: takut jika bayi kedinginan, setelah melahirkan ibu mengalami kelelahan, minimnya tenaga kesehatan yang tersedia, kamar bersalin atau kamar operasi yang sibuk, Ibu harus dijahit, bayi harus segera dibersihkan, serta adanya kepercayaan dalam masyarakat bahwa colostrum (ASI yang pertama keluar) berbahaya untuk bayi. Padahal tidak seharusnya keadaan tersebut dijadikan alasan untuk tidak melakukan IMD, karena memang semua ada jalan keluarnya. Apalagi mengingat manfaat IMD yang luar biasa, maka sudah saatnya kita mengabaikan alasan-alasan tersebut dan mensiasati agar IMD tetap bisa dilaksanakan.

Terlepas dari alasan-alasan di atas, maka faktor Ibu dan keluarga juga sangat menentukan. Pengetahuan memadai tentang IMD bagi masyarakat dan keluarga sangat diperlukan. Terutama mengenai manfaatnya yang luar biasa, sehingga mereka termotivasi untuk melakukan IMD bagi calon anak yang akan terlahir kelak. Hal ini penting, karena bagaimanapun yang namanya keluarga ingin memberikan yang terbaik bagi si anak, terutama pada awal-awal kehidupannya. Dan yang terbaik bagi bayi di awal kehidupan tersebut adalah ASI.

Terkait dengan semua itu, hendaknya moment hari Ibu dijadikan sebagai moment untuk mensosialisasikan IMD berikut manfaatnya kepada masyarakat, terutama kepada Ibu-ibu agar mereka termotivasi untuk bisa memberikan yang terbaik untuk si buah hati. Jangan sampai para ibu membiarkan anaknya menjadi anak sapi dengan membiarkan anaknya diberi susu sapi di awal kehidupannya. Bagi Tenaga Kesehatan, Ibu-ibu maupun masyarakat secara umum yang sudah mengetahui tentang IMD, jadikan moment hari Ibu ini untuk berbagi pengetahuan dengan Ibu-ibu, terutama Ibu yang sedang hamil. Sehingga ketika proses persalinan tiba, si Ibu dapat meminta kepada tenaga kesehatan penolong persalinan untuk dilakukan IMD bagi bayinya. Bagi tenaga kesehatan yang bijak, hendaknya akan menuruti kemauan Ibu tersebut dengan berpedoman pada `Asuhan Sayang Ibu dan Bayi`.

Jadi, agar syair tentang Ibu tetap teralun indah, jangan jadikan Hari Ibu ini hanya sebagai hari dimana Ibu mendapat penghargaan dari anaknya saja, tetapi juga kesempatan bagi para Ibu memberi penghargaan kepada buah hatinya dengan semangat Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif. Karena kedua hal itu merupakan pemberian yang paling berharga sebagai bekal menghadapi kehidupannya kelak bukan?

Atau..Anda punya pendapat lain tentang perayaan hari Ibu? Atau merasa tidak perlu perayaan Hari Ibu dengan dikaitkan IMD dan ASI eksklusif ini?


Pekalongan, 15 Desember 2008

Ditulis dalam Ibu dan Anak. 4 Komentar »

Warning!!! Dicari, Sahabat-sahabat Penaku yang Hilang…

Assalamualaikum wr. wb

salam persahabatan dari jauh.
dulu kita pernah bersahabat meski cuma lewat surat. dulu kekeluargaan telah terjalin diantara kita, tapi kenapa sekarang terputus dan hilang begitu saja?
bagi temen-temen yang nama dan alamatnya saya sebutkan di bawah ini, mohon bisa menghubungi ke email saya (yayah.annisa_87@yahoo.com). atau barangkali ada yang tahu tentang sahabat-sahabat berikut, mohon kabari saya ya…
supaya kekeluargaan bisa terjalin kembali.
mereka adalah…:
1. Aningtyas (dulu waktu jadi sahabatku masih sekolah di SMU NI Pangandaran. Alamat: Jl. Raya Babakan no 129 Pangandaran 46396. Ciamis)
2. Ika Hardianti (Jl Nuri no 6. Bangunrejo Rt 02/VII Kedungrejo Cilacap 53263)
3. Andri Maulana Ikhsan (Nusawungu RT 01/II Cilacap 53283)
4. Amin HIdayat (Kembangan RT 03/ 08. Bukatejo, Purbalinggo 53382)
5. Nurkhasanah (dulu di SLTP 7 Purworejo. Dkh Dungus, Grabag, Purworejo 54263)
6. Sujito Wahyu Pamungkas (dulu SMK Muhammadiyah 3 Klaten. Jl. Kopral Sudibyo Gunung Baru, Gareng Lor, Klaten Utara 57440)
7. Asef Nurul Fahmi (PP Apik Kauman Kaliwungu Kendal 51372)
8. Badruzzaman (Jl. KOpral Sapari no 41, Pengkol Jepara. kalau gak salah dulu di ASTRA)
9. Adib Ulinnuha (Bancak RT IX RW II, Gunungwungkal, PATI 59156)
10. Sohika Widyanfa (dulu di MTS Andong, Jl Kocangan, Boyolali 57384)
11. Kesmiyani (dulu dari SLTP NI Limbangan, Kendal 51383)
12. Agustin Pelangi (jl. Letjen Suprapto Brebes 52211)
13. Andriyono (Perum Kudus Permai XI no 45. Kudus)
14. Ruwanti (dulu SMP Theresiana Bedono Kec. Jambu Semarang 50663)
15. ASwah ARmalati / Asti (Jl. Veteran gg Rampai, Peluta pemalang 52311)
16. Umi Latifah (Jl. Rejosari RT 4/IV Semarang 50117)
17 Achmad Susanto (jl. Ry Lama Grinsing RT 03/ VIII no 104, Grinsing Batang 51281)
18. Sri Wilujeng EP (Dulu SMP N 2 petarukan, Pemalang)
19. Falya Dema (jl Mangga no 52 RT 9/II Mlanggen Blora 58215)
20. Himmatul Ulya (Panjang 449 RT 1/III Bae Kudus 59326)
21. Rin Yunita (dulu SMU Muh 4 Kalibening Banjarnegara)
22. Maria Ulfa (Jl. seruni 1/83 Pekalongan)

sobat…dulu kita kenal dari tabloid Yunior Suara Merdeka.
dulu alamat yang ku gunakan adl :D s. Domiyang RT 3 RW II Lankob Paninggaran 51164. dan nama panjangku siti Khuzaiyah.

ingatkah?…
semoga setelah kalian semua membaca tulisan ini, kalian akan menjalin kembali ikatan kekeluargaan diantara kita.

dimanakah kalian berada?
kutunggu kalian semua…
Apakah benar yang namanya sahabat  kadang kala membingungkan? dari keberadaannya dan dari ketidak beradaanya.

atau Anda punya kiat untuk mencari sahabat yang hilang? ku tunggu msaukan berharga dari Anda.

Miss U all( Kau Ada Ketika Kau Tak Ada)
Wassalaamualaikum wr. wb

Ditulis dalam ArTikEL UMuM. Tag: . 6 Komentar »

Hitung Status Gizi Kamu

Apakah saat ini kamu ngerasa tubuhmu terlalu kurus? Atau justru ngerasa kelebihan BB? Atau kamu uring-uringan ketika ada yang bilang:

”Ih, tubuh kok kayak drum. Diet dikit dong…!”

Mending stop dulu deh pikiran-pikairan negatif tentang tubuhmu. Coba kamu ukur berapa TB (Tinggi Badan) dan BB (Berat Badan) mu, kemudian hitung dengan rumus IMT (Indeks Masa Tubuh) untuk mengetahui apakah benar tubuhmu terlalu kurus ataukah terlalu gemuk.

Setelah kamu dapatkan berapa BB dan TB kamu, kemudian hitung dengan rumus berikut:

IMT =              BB (kg)

              TB(m) x TB(m)

Dari hasil rumus tersebut, kemudian hasilnya digolongkan ke dalam tiga kategori sbb:

 

Kategori

IMT

Kurus

Kekurangan BB tingkat berat

 < 17,0

Kekurangan BB tingkat ringan

17,0-18,5

Normal

 

>18,5-25,0

Gemuk

Kelebihan BB tingkat ringan

>25,0-27,0

Kelebihan BB tingkat berat

 

>27,0

 

Tabel kategori ambang batas IMT untuk Indonesia (sumber:Depkes, 1994 Pedoman Praktis Pemantauan Status Gizi Orang Dewasa, Jakarta halaman 4) diambil dari Supariasa, 2002, Penilaian Status Gizi:EGC)

 

Sebagai contoh BB kamu adalah 45 kg, TB kamu adalah 158 cm. Maka perhitungannya adalah sbb:

IMT:               45         : 45  : 18

                1,58 x 1,58    2.5

 Dari hasil perhitungan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tubuh kamu tergolong kurus sehingga kamu harus naikin BB kamu hingga mencapai 46,25 kg – 62,5 kg.

Contoh lain misal BB kamu 72 kg dan TB kamu adalah 160 cm. Maka perhitungannya adalah:

IMT:               72         : 45  : 28,125

                1,6 x 1,6       2,56

Dari hasil perhitungan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tubuh kamu mengalami kelebihan BB, sehingga kamu memang harus nurunin BB hingga mencapai 48kg-64kg.

Sekarang coba kamu timbang BB kamu dan Ukur TB kamu.

Kalau udah, coba deh hitung berapa IMT kamu.

Oya, untuk penghitungan menggunakan IMT ini, berlaku untuk kamu yang berusia ≥ 18 tahun. Sedangkan untuk yang kurang dari 18 tahun bisa mengguanakan skala normogram berikut:

Gambar dari www.fegato.it

Sudah selesai? Berapa hasilnya?

Nah, setelah kamu tahu keadaan tubuh kamu melalui IMT ini, maka sudah saatnya kamu evaluasi dan perbaiki pola makan kamu. Jangan makan sembarangan dan janagn pula diet sembarangan. Karena kedua hal tersebut bisa berdampak kurang baik pada kesehatanmu.

lihat juga bidanpekajangan.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

DASIPENA (Pemuda Siaga Peduli Bencana Kab. Pekalongan)

Pada pertengahan Juli kemarin, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengadakan pelatihan yang dikhususkan untuk pemuda. Pelatihan yang diselenggarakan serempak di Jawa Tengah ini didikuti oleh beberapa elemen pemuda meliputi: gelombang 1 => Mahasiswa Kesehatan, Pramuka, Tagana, dan Pemuda dari pesantren. untuk di Kabupaten Pekalongan sendiri diikuti oleh: Mahasiswa STIKES MUhammadiyah Pekajangan yang berjumlah sekitar 35 orang, Tagana kab. Pekalongan 5 orang dan Pramuka 5 orang. sedangkan gelombang ke dua diikuti peserta dari pesantren.

pelatihan DASIPENA pada dasarnya merupakan salah satu upaya untuk menyiapkan pemuda-pemuda yang siap siaga dan peduli terhadap bencana yang kerap terjadi di Indonesia. kita sadar bahwa selama ini Indonesia sering `ketiban bencana` dan bencana itu hampir selalu memakan korban nyawa.  jumlah korban semakin besar ketika pemuda dan (orang-orang) yang berada di seputar bencana itu tidak mengetahui tentang penanganan bencana. berdasarkan ini, maka upaya pemerintah mengadakan pelatihan DASIPENA sangat tepat dan bermanfaat (semoga). karena dalam pelatihan itu, kita mendapatkan materi-materi dan simulasi yang memang langsung berkaitan dnegan kejadian bencana itu.

Berikut beberapa link yang berisi materi pelatihan DASIPENA (Pemuda Siaga Peduli Bencana) Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan (Juli 2008) yang bisa didownload dan insyaAlloh bermanfaat

1. Bantuan Dasar Hidup  (Airway, Breathing, Circulation )  http://rapidshare.com/files/154799349/ABC.ppt

2. Manajemen Bencana Berbasis Masyarakat http://rapidshare.com/files/154807467/AWAM-MANAJEMEN_BENCANA_BERBASIS_MASYARAKAT.ppt

3. Gawat Darurat Khusus  http://rapidshare.com/files/154811452/GAWAT_DARURAT_KHUSUS.ppt


4. Sistem Pelayanan Gawat Darurat  terpadu (SPGDT)  http://rapidshare.com/files/154811755/SPGDT.ppt

5. Sistem Respirasi(Pernafasan) Manusia http://rapidshare.com/files/162333560/SISTEM_RESPIRASI__MANUSIA.doc.html

6. Sistem Saraf  http://rapidshare.com/files/162334115/SISTEM_SARAF.doc.html

7. Sistem Sirkulasi (Peredaran Darah) MAnusia http://rapidshare.com/files/162334430/SISTEM_SIRKULASI__MANUSIA.doc.html

8. Anatomi Tubuh Manusia http://rapidshare.com/files/162335410/AWAM_Anatomi.ppt.html

9. Awam Cedera Medik http://rapidshare.com/files/162335969/AWAM-CederaKomplit.ppt.html

10. Resusitasi Jantung PAru http://rapidshare.com/files/162336382/RJP.ppt.html

11. First Responder Medik http://rapidshare.com/files/162336555/FIRST_RESPONDER_MEDIK.ppt.html

12. Sistem Komando dalam Kecelakaan/ Kegawatdaruratan http://rapidshare.com/files/162337038/AWAM-_INCIDENT_COMMAND_SYSTEM.ppt.html

13. RHA http://rapidshare.com/files/162337090/RHA.ppt.html

14. Transportasi dan Evakuasi http://rapidshare.com/files/162337691/TRANSPORTASI_DAN_EVAKUASI.ppt.html

15. Perdarahan http://rapidshare.com/files/162338600/AWAM-perdarahan.ppt.html

 

Sebagai catatan, jangan sampai pemerintah merasa puas hanya dengan pelatihan DASIPENA ini dalam hal penanggulangan bencana. karena pada dasarnya, yang lebih penting dari semua itu adalah: kerjasama dari berbagai elemen dalam mengupayakan pencegahan bencana tersebut. baik pencegahan secara MOral (yang utama),  maupun secara Material.

NB: Bagi siapapun yang mau mendownload materi-materi di atas silahkan. asalkan materi tersebut digunakan sebagaimana mestinya. tapi, mohon dicantuman sumbernya ya, yaitu dari `DINAS KESEHATAN Kab Pekalongan dalam Pelatihan DASIPENA`

Terimakasih sebelumnya…