Mentari di Kota Santri

Mentari di Kota Santri

Pagi ini sang raja menatap tajam pada got-got berbau busuk

Ikan-ikan di sungai mati

- ditelan lembaran kain yang hiasi etalase toko

                        Tangan-tangan berlukis dolar makin tak peduli

Pekalongan mati suri!

 

Raja mengintip malu ke masa lalu

Telusuri rimba sinari dedaunan hijau

- Lukisan indah untuk Raja

Kota santriku telah hilang!

Tubuh-tubuh setengah telanjang meramaikan tiap sudut Pekalongan

Gema mall-mall menelan desiran surau yang tak beraturan

Dentuman kebaratan kalahkan seruan adzan

: Datanglah mentari, sinari kembali kota Santri!

                                                           

                                                Pekajangan, 14 Maret 2008

 

Ditulis dalam PUISI. Kaitkata: . Tinggalkan sebuah Komentar »

Air Mata dan Cinta

Air Mata & Cinta

Air mata cinta

Selalu hangat kurasa

Belaiannya diam namun penuh kuasa

Apinya membakar namun tak bosan kumainkan

Kisah klasiknya menulikan

Hiasannya membutakan

Tapi diamlah!

Ini cinta!

Kebisuannya mengantarku pada biduk tanpa harapan

 tidurlah cinta

selimuti aku dengan air mata!”

 

 

 

 

 

 

 

Ditulis dalam PUISI. Kaitkata: . Tinggalkan sebuah Komentar »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.