Dimana Hati Itu…?

DIMANA HATI ITU?

 

Dy, tahu nggak aborsi? Itu lho, mengeluarkan hasil konsepsi (pembuahan) sebelum saatnya. Atau lebih afdhol kita sebut saja `Pembunuhan` janin dalam kandungan. Yah, pembunuhan!

Meski kedengarannya terlalu kasar, namun bagiku kata itulah yang paling pas untuk menyebut pelaku aborsi. Bagaimana tidak, mereka para pelaku aborsi telah mengambil hak hidup para janin yang masih menikmati kehidupannya intra uterin. Dengan berbagai cara mereka berusaha menghentikan kehamilan dengan membunuh janin dan mengeluarkannya dari dalam rahim. Dari mulai minum jamu-jamu tradisional, minum obat-obatan garis keras, loncat-loncat tangga (konyol banget!), sampai cara akhir yaitu dengan mengkuretage (mengerok) janin dan mengeluarkannya dari rahim. Cara yang terakhir ini mungkin saja dilakukan oleh dukun, bidan, dokter spesialis kandungan atau oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawan yang tidak memiliki kompeten dalam hal ini.

Pada kasus-kasus tertentu yang sangat darurat, aborsi memang diperbolehkan dengan syarat dan ketentuan yang ketat (seperti yang tercantum dalam UU Kesehatan no 23). Dalam hal ini aborsi diperbolehkan jika kandungan akan mengancam nyawa ibu.

Yang jadi persoalan adalah ketika aborsi ini dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri, tanpa indikasi medis dan tanpa alasan yang kuat. Mereka tidak mempedulikan nyawa bayi dan hak hidupnya di dalam kandungan. Pelaku-pelaku ini mungkin saja dari para PSK, para freesex atau mereka yang memang tidak menginginkan kehamilannya.

Mungkin di pikiran mereka hanya berpikir “ Yah, yang penting kan gue gak malu sama perut gue yang bunting,” mungkin juga “La wong aku gak pengen hamil ko`, daripada nanti bayinya lahir gak aku urus, mending ya aku gugurin deh,”

Yah, mungkin itulah kilah mereka. Tapi dy, jauh di dalam hati mereka apa gak ada sedikit rasa takut dosa atas apa yang mereka lakuin itu? Apa mereka gak takut bakal dimintai pertanggungjawaban di akhirat nanti? Apa mereka gak ngebayangin suatu saat nanti janin-janin yang digugurkan itu bakal berlari mengejar mereka untuk minta nyawa yang sudah mereka renggut sejak dalam rahim? Apa hati dan akal mereka…MATI!!! Sehingga mereka gak lagi merasa kasian pada janin-janin itu (Padahal mereka yang ngelakuin Aborsi dulunya juga janin kan?!)

Entahlah Dy, aku hanya miris menyaksikan ini. Terkadang rasa miris ini membuatku tak sangggup nahan airmata (air mata itu seakan mengalir perlahan di hatiku). Dimana naluri keibuan mereka? Itulah pertanyaan yang seringkali muncul di hatiku. Apalagi ketika ada kabar menghangat tentang bidan yang melakukan praktek aborsi pada calon-calon ibu biadab, hatiku makin miris. Sakit Dy! Inikah cara mereka memanfatkan ilmunya di kebidanan? Inikah cara mereka menjalankan profesinya? Apa mereka gak pernah dapat materi Etika Profesi Kebidanan? Atau…mereka hanya mementingkan keuntungan materi saja?

“Yang penting kan dapat duit banyak. Masalah dosa, nantilah belakangan…Orang aku bisa melakukan aborsi, ya sudah aku bantu aja mereka yang ingin menggugurkan kandungannya. Selain Fee-nya besar, ini juga membantu lho!”

Astaghfirullah… Membantu? Membantu dalam kedholiman? Mau kerjasama masuk neraka? Ya Allah, sadarkan mereka!

Dy, sebagai orang yang nantinya akan terjun ke dunia Ibu-Anak, aku merasa bangga bakal membantu Ibu-ibu melahirkan para calon Khalifah bumi. Tapi melihat praktek aborsi yang kian marak dilakukan bidan, kadang aku jadi berpikir “Serendah itukah martabat seorang bidan?”

Ya Allah Bantu hambamu ini unuk bisa professional, Amar Ma`ruf nahi Munkar. Amieen..    

 

                                                                        Pemalang, 14 Januari 2008

                                                                               

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: