Mentari di Kota Santri

Mentari di Kota Santri

Pagi ini sang raja menatap tajam pada got-got berbau busuk

Ikan-ikan di sungai mati

– ditelan lembaran kain yang hiasi etalase toko

                        Tangan-tangan berlukis dolar makin tak peduli

Pekalongan mati suri!

 

Raja mengintip malu ke masa lalu

Telusuri rimba sinari dedaunan hijau

– Lukisan indah untuk Raja

Kota santriku telah hilang!

Tubuh-tubuh setengah telanjang meramaikan tiap sudut Pekalongan

Gema mall-mall menelan desiran surau yang tak beraturan

Dentuman kebaratan kalahkan seruan adzan

: Datanglah mentari, sinari kembali kota Santri!

                                                           

                                                Pekajangan, 14 Maret 2008

 

Ditulis dalam PUISI. Tag: . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: