Mentari di Ujung Belati

Mentari di Ujung Belati

 

Siang ini mentari panas

Sengatannya menyusup lorong jendela

Membakar ruangan tanpa dosa

            Kursi-kursipun kian membara

            Saat tepukan menggema memeras hati yang tak rela

                        : Antara hinaan dan dukungan

Berpasang mata menghakimi

Seakan, akulah terdakwa yang lari dari bui

Mereka acungkan sebilah belati

:kepemimpinan

 

            Sore ini mentari menepi

            Panasnya lengser dari sudut kursi

            Tapi tidak dengan belati

                        : ia terlanjur mematri hati

                                                            Pekalongan, 16 Maret 2008

 

 

Ditulis dalam PUISI. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: