Jilbabku Sayang, Jilbabku Malang

JILBAB!

Setiap orang yang mendengar kata tersebut pastinya akan dengan sangat mudah mengartikan dan membayangkan seperti apa bentuk jilbab. Apalagi di waktu-waktu sekarang, dimana pendidikan/sekolah dan instansi yang berlabel islam kian menjamur. Tapi sejauh manakah kita memaknai arti jilbab sendiri? Apakah kita memaknai jilbab sekedar sebagai sehelai kain penutup kepala yang dipakai sebagai formalitas di institusi islam? Atau kita memaknai jilbab hanya untuk mode dan sekedar mengikuti ternd? Ataukah kita terlena dengan ungkapan “Eh, kalau cewek pakai jilbab tuh akan bertambah  manis and cantik lho!”, sehingga kitapun berjilbab dengan tujuan supaya terlihat lebih cantik? Alhasil, jilbab banyak yang dipakai secara serampanmgan, seenaknya dan `semau gue` saja..

Di dalam tarjamah Q.S Al-Ahzab:59, tertuliskan bahwa makna jilbab adalah sejenis baju kurung yang lapang yang menutupi seluruh aurat wanita. Sedangkan di dalam Q.S. An-Nur:31 terdapat kalimat”…Dan hendaknya mereka manutupkan kain kudung ke dadanya,” dari sini bisa ditarik kesimpulan bahwa kudung adalah kain panjang yang menutup sampai dada. Jilbab sendiri merupakan pakaian taqwa, karena kewajiban berjilbab sudah dengan jelas termaktub di dalam 2 ayat Al-Qur`an tadi (Q.S An-Nur:31 dan Q.S Al-Ahzab:59).

Meskipun jilbab merupakan pakaian taqwa, bukan berarti wanita-wanita sekarang yang mengaku telah memakai jilbab lantas semua dikatakan sudah bertaqwa. Hal ini karena jilbab yang dipakai oleh sebagian besar kaum wanita sekarang berbeda dengan jilbab yang dituntunkan dalam Al-Qur`an. Esensi Jilbab yang seharusnya menjadi penutup aurat wanita, lambang kemuliaan wanita, serta sebagai pelindung wanita dari fitnah dan berbagai godaan, kini beralih menjadi sebuah trend mode yang hanya berfungsi sebagai formalitas, pemanis dan pelengkap berbusana. Sehingga tidak heran jika banyak kita jumpai wanita-wanita muslim yang katanya berjilbab, tetapi:

         Memakai pakaian (baju dan celana/rok )ketat yang sangat jelas menampakkan lekuk-lekuk tubuhnya.

         Memakai jilbab hanya di sekolah/kampus atau di kantor saja. Sedangkan ketika kembali di rumah dan keluar rumah di luar kepentingan sekolah/kantor, mereka simpan kembali jilbab dengan rapi di dalam almari alias nggak dipakai lagi.

         Memakai jilbab tapi masih senang berkhalwat (berdua-duaan dengan bukan muhrim), bergaul campur aduk dan bercanda dengan lawan jenis tanpa risih. Bahkan bermesra-mesraan(pegang-pegangan tangan, peluk-pelukkan, dsb) dengan orang yang disebut sebagai `pacarnya`,

         De-el-el…

Naudzubillah…

Jika demikian, dimana fungsi jilbab yang sesungguhnya bahwa jilbab sebagai penutup aurat wanita, lambang kemuliaan/kehormatan wanita, serta sebagai pelindung wanita dari fitnah dan berbagai godaan?

Dari sini, penulis mengajak kepada seluruh wanita yang mengaku muslimah untuk kembali mengkaji ulang `jilbabnya` serta menanyakan kembali pada hati nuraninya `Untuk apa saya berjilbab?` dan kemudian kita bersama-sama berusaha untuk ikhlas dalam berjilbab. Sehingga nantinya benar-benar dapat kita rasakan betapa nikmat dan sejuknya jilbab kita. Dan kitapun dapat mendulang manfaat dari jilbab kita. Wallaahu A`lam BisShowab.   (by: y` Creativa)

Jilbab Di Mata Cowok

Jilbab adalah simbol dari wanita muslimah. Karena itu dia harus memahami makna dari simbol tersebut. Tidak hanya sebagai simbolsemata, tetapi lebih dalam agar dia bisa semakin lekat dengan kemuslimahannya.

Jilbab adalah keindahan. Meskipun dia menutupi keindahan apa yanga da di dalamnya, tapi sesungguhnya jilbab lebih indah dari segalanya.

Jilbab adalah keteduhan, karena dia berhasil membuat lawan jenis mengurung prasangka dan khayal yang akhirnya membuat hati semakin teduh.

Jilbab adalah penutup. Maksudnya menutup segala aurat. Maka pemakainyapu harus memahami dengan benar apa itu aurat agar jilbab bisa menutup dengan sempurna dan menghindari pemiliknya dari dzalim (Irfan Hasuki, wartawan)

– Cewek jilbaban di mataku adalah ibarat kue yang dibungkus rapi dan ditaruh di dalam etalase, sehingga kesannya `mahal`. Laler yang bawa kotoran juga gak bisa nempel. Tapi kalau gak jilbaban yach, sebaliknya; yang gak beli juga bisa megang-megang! Cuma biar jilbabnya lebih berwibawa lagi, yang penting adalah sosok di dalamnya yang kudu bisa ngebawa nama baik jilbab itu sendiri.dst..(Boim Lebon, Penulis)

Note: Gambar diambil dari Annida online (www.ummigroup.com)

dan Mengenai komentar cowok tentang cewek berjilbab, saya ambil dari buku “Jilbab Pertamaku” punya Mb Asma Nadia.

2 Tanggapan to “Jilbabku Sayang, Jilbabku Malang”

  1. firdaus putra Says:

    salam kenal,

    soal jilbab, ada sedikit masalah kalau penggunaannya sudah dipaksakan. seperti yang terjadi di padang. silahkan kunjungi blog saya, dan search “Menangis Karena Jilbab”.

    nuwun.

  2. fari Says:

    menurutq, ya jilbab itu kewajiban seorang muslimah.

    lagian pake jilbab itu banyak manfatx kuk!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: