TENTANG ADAB MENUNTUT ILMU

 

 

MUTIARA-MUTIARA SEPUTAR ILMU

“Tuntutlah ilmu dari ayunan (bayi) sampai ke liang lahat”

“Katakanlah wahai Muhammad apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya hanya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”

“Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina”

“Ilmu itu cahaya kehidupan”

 

Begitu mulianya arti sebuah ilmu, hingga tidak sedikit ayat-ayat dan hadist yang membahas keutamaannya.

Siapapun Kita yang terlahir ke dunia ini pada hakikatnya adalah penuntut ilmu. Mengingat ilmu itu begitu luas, maka penuntut ilmu di sinipun memiliki arti yang luas pula. Khusus bagi para pelajar dan mahasiswa, menuntut ilmu secara kasar dapat diartikan sebagai proses menimba ilmu di bangku sekolah atau kuliah. Tentunya dalam proses menuntut ilmu tersebut kita tidak ingin ilmu yang kita dapat hilang dan tidak berefek pada kehidupan kita. Sebagai seorang penunutut ilmu, tentunya kita ingin apa yang kita pelajari dapat memberikan manfaat baik pada kehidupan kita maupun kehidupan orang di sekitar kita. Lalu apa yang mesti kita lakukan supaya ilmu tersebut tidak lari begitu saja? Berikut beberapa adab menuntut ilmu yang bisa kita lakukan:

1.                  Niatkan menuntut lmu hanya karena Alloh. Di dalam hadist arbain-nawawi telah disebutkan “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya”. Sehingga jika niat karena Alloh sudha kita pegang, InsyaAlloh setiap jalan menuntut ilmu yang kita lalui akan senantiasa terasa mudah.

2.                   Seringlah berdoa memohon diberi kecemerlangan hati, otak dan pikiran. Berdoa memohon ilmu yang bermanfaat. Karena doa memiliki kakuatan yang luar biasa terhadap kehidupan kita. Doa diartikan sebagai proses tawakkalnya kita setelah kita berikhtiyar (belajar).

3.                   Jadilah pendengar yang baik pada saat pembelajaran / perkuliahan. Dengan menjadi pendengar yang baik, maka InsyaAlloh ilmu yang kita serap pun akan lebih baik dan lebih membekas.

4.                   Be Active! Jadilah penuntut ilmu yang aktif dan memiliki semangat belajar tinggi. Jadilah pembelajar yang haus akan ilmu-ilmu sehingga kita terdorong untuk menanyakan dan mencari tahu sesuatu yang belum kita ketahui itu. Sering-seringlah bertanya kepada guru/ ustadz/ dosen, karena dengan sering bertanya ini kita telah mendapatkan tiga manfaat sekaligus. Manfaat pertama, kita menjadi tahu jawaban atas pertanyaan kita. Manfaat kedua, saudara/ teman-teman kita ikut menyimak jawaban yang diberikan dosen kepada kita, sehinga mereka yang tidak bertanya (dan belum tentu tahu) itupun turut mendapatkan ilmu dari jawaban dosen atas pertanyaan kita. Manfaat ketiga, secara tidak langsung kita telah menstimulus dosen/ guru untuk lebih kreatif dan belajar banyak untuk bisa menjawab pertanyaan kita. Selain aktif bertanya, hendaknya juga aktif membaca, mencari literature-literatur terkait ilmu yang kita pelajari.

5.                   Ikatlah ilmu yang kita baca atau yang kita dengar dengan menuliskannya dalam buku catatan. Hal ini akan lebih meningkatkan daya ingat kita dan lebih memudahkan dalam mencari sesuatu yang kita butuhkan.

6.                   Adab kepada Guru/ Dosen:

Seringlah berdoa kepada Allah memohon kebaikan bagi gurunya baik saat berjumpa dengannya ataupun pada saat dia tidak ada karena Nabi shallallhu `alaihi wa sallam bersabda:
”Siapa yang telah berbuat baik kepada kalian, maka balaslah kebaikannya. Apabila kalian tidak mendapatkan sesuatu untuk membalas budi kepadanya, maka doakanlah (memohon kebaikan) untuknya sehingga kalian berpendapat telah membalas budinya” (HR.Ahmad 2/68,Abu Daud 1672,Nasa`i 5/82,Bukhari dalam buku Al-Adab Al-Mufrad 216, Ibnu Hibban 3408, Al Hakim 1/412 dan 2/13, At-Thayalisi 1895 dan selain mereka dari hadist Abdullah bin Umar bin Khattab radhiallohu `anhuma). Derajat hadist itu shahih (Syaikh Ali Hasan)Kebaikan apakah yang lebih agung kalau bukan kebaikan berupa ilmu dan setiap kebaikan tidaklah langgeng kecuali kebaikan berupa ilmu, nasehat, dan bimbingan. Setiap perkara yang bermanfaat bagi manusia -yang sampai kepada seorang siswa atau yang lainnya- maka hal itu termasuk kebaikan dan amal jariyah bagi si pemiliknya. Seorang penuntut ilmu haruslah bersikap lemah lembut terhadap gurunya, sopan ketika bertanya dan janganlah bertanya kepada gurunya pada saat dia sedang gusar, atau dalam keadaan penat atau marah. Ini agar dia tidak mempunyai pemikiran yang menyalahi kebenaran pada saat kacau pikirannya, atau paling tidak nantinya akan memberikan jawaban yang kurang lengkap.

Apabila seorang penuntut ilmu mendapatkan gurunya berbuat kesalahan, maka janganlah menyebutkan kesalahan tersebut secara terus terang. Tetapi betulkanlah kesalahan dia dengan cara bertanya dan bersikap sebagai seorang siswa terhadap gurunya. Hendaklah hal itu dilakukan beulang-ulang sampai terang bagi sang guru mana yang benar, karena kebanyakan manusia apabila kita tegur langsung kesalahannya, kecil sekali kemungkinan untuk rujuk, berat bagi dia untuk mengakui kesalahan, kecuali orang yang telah menguasai dirinya dan menghiasinya dengan akhlak yang terpuji. Orang seperti ini tidak akan tersinggung apabila pendapat dia dikritik atau ditegur secara langsung. Akan tetapi tipe orang seperti ini jarang sekali. Hanya dengan taufik Allah lah, kemudian dengan melatih jiwa untuk menekan gengsi, barulah orang tersebut akan mempunyai jiwa besar dengan mengakui kesalahannya dan rujuk kepada kebenaran.

 

 

Demikianlah beberapa adab menuntut ilmu yang dapat kita amalkan dan sedikit kita ambil hikmah di dalamnya. Semoga kita tidak termasuk golongan penuntut ilmu yang merugi dan tidak mendapat apa-apa atas apa yang kita cari. Allaahu a`lam bisshowab.

By: Pelangi Nasima (0908)

Beberapa mengutip dari:

  1. Adab Menuntut Ilmu (Mardirahardjo, SPd.I dalam Pesantren mahasiswa STIKES Muhammadiyah Pekajangan, 14 September 2008)
  2. http://www.indonesiaindonesia.com/f/5931-syarat-adab-menuntut-ilmu-muslimah/

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: