Aku untuk Negeriku: Akan Kukarantina Indonesia

Akan Kukarantina Indonesiaku

Indonesia

Merah darahmu

Putih tulangmu

Bersatu dalam semangatmu

Indonesia,,,,,,,,,,,!!!

Tapi, apa ya yang bisa kulakukan untuk negeriku?…

.

Bila tiba saatnya nanti, ingin kuciptakan sebuah gedung besar bernama `Karantina`. Gedung luas tanpa atap, tanpa dinding dan tanpa seorangpun yang bisa merobohkannya (kecuali Tuhan Semesta Alam). Gedung raksasa yang bisa menampung negeriku ini. Gedung yang juga mampu `menghidupi` dan `menghukumi` para penghuninya.

Mau tahu siapa saja yang bakal kumasukkan dalam gedung dan akan kukarantina di sana? (*_*)

1. Akan ku Karantina Tikus-tikus Nakal

Yupz! Tikus-tikus nakal di negeri ini banyak sekali. Hampir tiap lini & sisi negeri terdapat tikus yang menggerogoti. Tikus itu ada yang blak-blakkan, ada yang sembunyi-sembunyi, dan ada yang semi blak-blakkan dan semi sembunyi (wah, apa tuh maksudnya?)

Yang pasti negeri ini sudah terlalu muak dengan para tikus. Apalagi tikus di negeri ini perutnya sudah buncit-buncit. Padahal si empunya yang melihara mereka di bawah pada kelaperan. Kalau boleh dibilang, tikus-tikus negeri buncit karena kekenyangan, sedangkan si empunya di bawah (baca:rakyat) buncit karena kelaperan. Wuih,,kontras banget kan?

Kalau tikus-tikus itu terus dibiarkan berkeliaran di negeri ini alias gak ada (atau gak berani ya?) meng-karantina mereka, jangan harap negeri ini akan kokoh. Ya, karena tiang negeri jadi keropos berkat digerogoti tikus-tikus rakus. Makanya gak ada jalan lain untuk menghentikan tikus-tikus berkeliaran itu, kecuali dengan mengkarantina mereka dan menggodok mereka dengan pelajaran PPKn/ PMP (Pendidikan Moral Pancasila). Di gedung karantina ini para tikus juga kusuruh untuk memuntahkan semua milik rakyat yang sudah ditelan, biar tubuh mereka bersih. Kalau masih ada yang nakal dan bersikeras menggorogoti tiang negeri Indonesia, tentu jalan paling aman adalah….(apa hayo..?) Pikir sendiri-sendiri aja yaw…

2. Akan ku Karantina Kambing-kambing dan Pengangguran

Pengangguran! Satu kata berjuta makna dan berjuta akibat. Betul gak? Yupz! Berjuta makna karena yang dimaknai pengangguran pada hakikatnya bukan hanya mereka yang tidak kerja saja, tapi juga mereka yang kerja tapi senang mangkir. Setuju gak? Ya, karena uang negeri ini telah terlalu banyak yang digunakan untuk membayari pegawai-pegawai yang `tidak kerja`. Mereka kerja tapi ongkang-ongkangan. Mereka kerja tapi berangkat seenaknya, mereka kerja tapi gak memberikan servise memuaskan kepada rakyat, mereka kerja tapi sombong, mereka kerja tapi bermalas-malasan, mereka kerja tapi tidak menghargai pemilik negeri baca:rakyat). Ya, para pekerja seperti ini juga perlu dikarantina untuk mendapatkan gemblengan dari rakyat.Mereka perlu dikarantina untuk praktek menjadi rakyat bawah selama beberapa bulan. Suruh mereka mencangkul, menarik becak, makan nasi aking, makan nasi jaguug, tinggal di gubuk bamboo dan juga menjadi pemulung. Biar mereka ikut merasakan bahwa pnghuni negeri ini tidak hanya orang-orang seperti mereka yang tidur di kasur empuk, tinggal di rumah mewah tanpa takut kebocoran saat hujan, yang makan sekali sehari, dan `yang-yang` yang lain…ya, mereka perlu dikarantina.

Okey, selanjutnya pengangguran disebut berjuta akibat karena dengan adanya pengangguran yang sesungguhnya (baca:mereka yang benar-benar tidak memiliki mata pencaharian) maka akan banyak masalah yang timbul di negeri ini. Dari mulai masalah status kesehatan yang buruk, gizi buruk, putus sekolah, kekerasan, kriminalitas bahkan tindakan-tindakan asusila seperti munculnya PSK-PSK yang mengatasnamakan kemiskinan sebagai alasan mereka melacur. Jika memang benar adanya demikian, maka sudah seharusnya pengangguran ini diberantas. Nah, bila sudah tiba waktunya nanti, aku punya rencana khusus dalam rangka mengurangi penganguran. Yupz, apa itu? Tdk lain adalah mengkarantina para penganguran di lingkungan tempat tinggalku. Bagi pengangguran remaja kayaknya lebih cocok kalau ku bekali mereka dengan keterampilan yang bisa dijadikan sebagai modal bekerja. Ya, semisal keterampilan nyervis Hp, keterampilan mejahit, bikin kue-kue ringan, dan keterampilan bikin jajan dari tanaman yang ada di sekitar tempat tinggalku seperti keripik, sale dll (karena memang daerahku adalah daerah pegunungan n perkebunan).

Bagi pengangguran bapak-bapak mereka dibekali seekor kambing untuk dirawat. Jadi perlu dibuatkan karantina juga buat kambing-kambing biar bapak-bapak yang notebene gak punya modal buat bikin kandang jadi gak bingung. Tiap bapak bertanggung jawab atas satu kambing yang jadi jatahnya. Nanti kalau kambing sudah besar dan beranak, si bapak bisa mengambil anak kambing itu menjadi miliknya dan dibesarkan lagi sebagai modal kehidupannya, sedangkan si kambing induk harus dikembalikan ke saya (cie…) untuk kemudian dirawat oleh bapak lain yang belum pernah dapat bagian. Jadi sistemnya muter gitu, hingga bila tiba saatnya nanti tiap rumah/ tiap bapak bisa punya kambing satu-satu, dua-dua, bahkan sepuluh-sepuluh hingga tak ada lagi kemiskinan di daerahku. Amien…

3. Akan ku Karantina Bendera Pusaka

Yupz! Supaya kita selalu ingat dan cinta pada negeri ini. Bukankah ada pepatah (ataukah hadits?) yang berbunyi :khubbul wathon minal iimaan, yang artinya kurang lebih Cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Betul gak?

4. Akan ku Karantina Sampah-sampah

Wah, masalah sampah kayaknya gak ada habisnya ya. Sampai-sampai Indonesia menjadi langganan banjir tiap tahun. Kayak musim sekarang ini. Memang sih ada banyak factor penyebab banjir, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa sampah yang berkeliaran dan menumpuk juga memberi andil besar pada munculnya banjir ini. Sayangnya kesadaran masyarakat Indonesia akan kebersihan boleh dikatakan masih minim. Kita tak punya rasa malu sedikitpun ketika buang sampah sembarangan. Wah, kalau ngomongin kebersihan jadi ngiri sama Jepang nih. Di sana suasana kota bersih dan tertata rapi. Tapi, itu sekedar iri loh, karena sesungguhnya lebih kucintai Indonesia daripada Jepang (ya iyalah…masa ya iya dong!).

Nah, sebagai upaya pelestarian dan kebersihan alam Indonesia, perlu dibuatkan karantina untuk sampah-sampah. Setiap RT wajib mempunyai tempat pembuangan sampah umum. TIDAK BOLEH TIDAK!!! Dan masyarakatpun harus membuang sampah pada tempatnya. Kalau ada yang tidak mematuhi aturan ini, konskuensinya Pak RT harus rela munguti sampah yang ada di RT nya (wah…galak banget sih!) gak apa-apa, demi kedisiplinan dan kemajuan galak kadang diperlukan. Iya gak?

5. Akan ku Karantina Para Kakek-nenek dan sesepuh

Kalau bicara masalah orangtua, kakek-nenek dan sesepuh kok hati ini jadi miris ya.. Masalahnya di negeri ini orangtua kurang mendapat penghargaan dan perhatian khusus. Banyak anak-anak di negeri ini yang menyiaka-menyiakan orangtua. Mereka yang telah sukses dan hidup dalam keluarga kecilnya begitu mudah dan tanpa dosa menitipkan orangtua di panti jompo. Terkadang kita tidak ingat betapa perjuangan orang tua terutama ibu ketika melahirkan kita ke dunia ini. Keringat darah tercurah ketika proses persalinan. Pertaruhan antara hidup dan mati. Dari rahim ibu kita lahir, dari ASI ibu kita hidup, dari belaian ibu kita dibesrakan dan dari keringat bapak kita tercukupi. Ingatkah kita?

Suatu ketika saat aku ikut partus (melahirkan) di desa juga dapat info, bahwa tetangga keluarga yang kami partusi (baca:kami Bantu persalinan)`tidak mengakui` ibunya yang sebatang kara dan tidak mau mengasuh beliau. Alhasil ibu tesebut mencari penghidupan sendiri dengan meminta-minta ke tetangganya `door to door` demi sesuap nasi. Padahal anak dari ibu itu saat ini jadi orang terkaya di desa itu. Naudzubillah… Malang nian nasibmu ibu…

Pernah kusaksikan juga sebuah tayangan di stasiun TV swasta yang mengangkat tema kehidupan para orangtua di negeri ini. Para kakek-nenek yang hidup di Jakarta sebatang kara. Mereka mencari penghidupan dengan mengumpulkan sampah gelas plastic di jalanan dan tempat sampah. Satu gelas plastic dihargai 50 perak. Sehari mereka kadang dapat 40 gelas dan mereka jual pada bos dengan harga 2000 perak. Ya, mereka hanya mendapatkan 2000 rupiah setiap hari. Bayangkan, apa yang bisa mereka dapatkan dari uang sejumlah itu? Mereka tidak mesti makan 3x sehari. Malang nian nasibmu nek…

Nah, sebagai bakti cintaku pada kakek-nenek, ingin ku bangun karantina khsus untuk mereka. Kuangkut mereka yang ada di jalan-jalan dan kolong jembatan. Jika memungkinkan ingin kupertemukan mereka kembali dengan anak-anak mereka, supaya anak-anak mereka kmbali ingat pada sejarah mereka ada di dunia.

Jangan pernah lupakan sejarah, karena dari sejarah engkau ada. Itulah ucapan seorang teman yang pernah kutangkap.

6. Akan ku Karantina Anak-anak Putus Sekolah

Ya, ingin ku bangun karantina khusus untuk anak-anak di desaku. Anak-anak yang putus sekolah karena ketiadaan biaya akan kutampung. Tak tau apa yang akan kulakukan pada mereka nantinya, apakah akan diberikan pendidikan alternative seperti metode Qoryah Toyyibah. Atau akan kubangun Gerakan Nasional Orang Tua Asuh di desaku. Yang penting mereka bisa tetap mendapatkan pendidikan, meskipun tidak secara formal. Mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk megasah pemikiran kritisnya, mereka berkesempatan menikmati manisnya ilmu. Siapa tahu dari karantinaku nanti bisa terlahir presiden satau orang-orang besar yang bersih dan kritis. Hehe..:-)

Atau juga barangkali dari karantinaku bisa terlahir ilmuwan canggih yang bisa memecahkan permasalahan-permasalahan crusial di negeri ini.

Walah-walah…muluk-muluk banget Yayah…hehe, memang sih…

Tapi ya…barangkali bisa. Apa salahnya sih bermimpi. Bukankah tanpa mimpi kita tidak akan pernah bisa mewujudkan mimpi itu? Jadi gak perlu takut bermimpi kan?

Yupz!

Okey, mari bermimpi bersama-sama untuk perwujudan negeri ini lebih baik…

Aku Cinta Indonesia……………

Kamu Cinta Indonesia…………..

Kita Cinta Indonesia………………..

Ditulis dalam ArTikEL UMuM. 8 Comments »

8 Tanggapan to “Aku untuk Negeriku: Akan Kukarantina Indonesia”

  1. ArieL, FX Says:

    wew…

    pake begron item..

    serem amat😀

  2. hamidin krazan Says:

    para blogger jangan dikarantina ya…. para hacker-nya aja
    wassalam
    salam buat blogger di Kota santri…

  3. Jamrud Says:

    Mantap kawan,lanjutkan perjuangan menuju Indonesia Jaya tetap semangat.

  4. sunarnosahlan Says:

    berapa banyak dibutuhkan tempat karantina?

  5. ya2h Says:

    *mas ariel= sengaja pake backgound hitam, biar arna merah putih nya kelihatan…jadi mengingatkan bendera pusaka kan? hehe..

    *mas hamidin krazan=kalau para blogger dikarantina terus yang mau meramaikan dunia kita siapa?:-)

    *mas jamrud= yupz! semangat!!!

    *mas sunarno sahlan=berapa banyak coba,,,dah dihitung belum nih? yang pasti akan semakin bertambah seiring jalannya aktu. hehe…atau malah berkurang ya…?

    oya, kunjungi juga ya
    http://www.bidan-pekajangan.blogspot.com
    saya tunggu komen teman2 disana.
    salam hangat dan salam kreatif!!!

  6. Awie Says:

    Aku diam dari setiap derai langkah karangtinamu

  7. Wandi thok Says:

    Wow, ada mbak Ya2h to ini, mari bermimpi terus mbak.🙄 Ampe lupa ngapdet😀

  8. WANDI thok Says:

    Wew, kok belum dihapdet juga mbak?🙄 Mau kuberi award nggak?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: