Sudahkah Kita Merdeka?

Agenda 17-an baru saja berlalu. Perayaan akbar tahunan baru saja digelar. Usia Indonesia terhitung sejak kemerdekaan telah mencapai 64 tahun. Hal ini berarti bahwa kita telah merdeka selama 64 tahun. Bukan waktu yang pendek memang. Namun pertanyaanya adalah sudahkah kita benar-benar merdeka? Merdeka yang berarti bebas menentukan nasibnya sendiri, berdikari (berdiri di atas kaki sendiri), tidak mengandalkan pihak lain (kecuali Alloh), dan tidak menjadi `babu` bagi pihak lain.

Merdeka adalah mampu berpikir, menentukan apa yang hendak dilakukan dengan pertimbangan akal yang dimilikinya, mampu menimbang mana yang baik dan mana yang buruk, serta mampu melaksanakan yang baik dan meninggalkan yang buruk.

Sekali lagi, mari kita bertanya pada diri kita, Sudahkah kita merdeka?

Patutkah kita meneriakkan kemerdekaan jika:

–         Kita masih tidak Pe-De (Percaya Diri) pada kemampuan yang kita miliki

–         Kita masih takut untuk berkata jujur.

–         Kita masih takut pada makhluk (manusia, entah itu guru, dosen, dll) melebihi ketakutan kepada Alloh.

–         Kita masih takut dan malu berkreatifitas.

–         Kita masih suka `membebek` (ikut-ikutan) pada suatu hal yang belum kita ketahui maslahatnya/ manfaatnya

–         Kita mudah terbawa arus pergaulan bebas atas nama Persahabatan, seperti memakai pakaian ketat, bergaul bebas dengan lawan jenis, memakai narkoba, merokok, dan berkongko-kongko tanpa tujuan yang jelas.

–         Kita tidak militan mempertahankan harga dan kehormatan diri. Bahkan mugkin kita senang menjatuhkan harga diri dengan akhlak tercela dan dengan sikap asusila kita.

–         Kita masih mau diperintah-perintah bukan dalam kebaikan.

–         Kita masih bangga dengan budaya barat dan malu dengan budaya sendiri.

–         Kita masih suka berputus asa dari RahmatNYA.

Nah, jika semua sifat itu masih menempel pada diri kita, maka sudah sepatutnya kita berpikir ulang, merenungi diri, serta kembali bertanya pada diri kita, SUDAHKAH KITA MERDEKA??? LAYAKKAH KITA DISEBUT MERDEKA? Jika kita masih belum merdeka, sekaranglah saatnya kita merdekakan diri kita!!

Apalah arti kemerdekaan bangsa Indonesia, jika kita sebagai warganya ternyata belum juga merdeka??

Pekajangan, 18 Agustus 2009

Ditulis dalam OpiNi. Tag: . 3 Comments »

3 Tanggapan to “Sudahkah Kita Merdeka?”

  1. Tri AWS Says:

    Merdeka bukan berarti kata yang terselip dalam teks. Merdeka juga berarti suara yang terjaring dalam suara. Merdeka bukan berarti angan-angan yang terjerembab dalam otak kita……. Karena merdeka adalah Hak kita, dan juga teman kewajiban kita dan merdeka lahir bukan karena keterpaksaan, tapi memang harus diperjuangkan…… merdeka maka kita bisa tersenyum, bukan karena kita bahagia, atau senang. Tersenyum karena kita bisa melihat orang lain bahagia, dan kita bisa “memerdekan” orang bukan karena kita ingin dikatakan pahlawan, tapi kawan…… karena itu tugas kita……

  2. balisugar.com Says:

    Bersilaturahmi kepada semua teman-teman

    Minal Aidin Wal Faizin Mohon maaf lahir bathin

  3. mas doyok Says:

    ke blog saya yaaaa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: