Kupas Tuntas Mitos tentang Kehamilan dan Persalinan

TeamBy: Khuzaiyah Nasima & Team

Sobat, pernahkah kalian mendengar beberapa pernyataan (baca: mitos) seputar kehamilan dan persalinan yang beredar di masyarakat? Ya…mitos itu berkembang luas, membingungkan, dipercaya masyarakat (khususnya generasi tua), bahkan kita yang generasi muda dan calon tenaga kesehatanpun masih sering meyakini beberapa mitos tersebut. Yupz, seperti yang kita ketahui, kehamilan dan persalinan merupakan momen yang sangat menggembirakan untuk seorang wanita, tak terkecuali keluarga si wanita tersebut dan juga keluarga suami. Tentunya setiap wanita menginginkan proses kehamilan dan persalinan yang dijalaninya berjalan dengan sehat, normal, dan sesuai dengan harapan mereka. Ketika mengetahui anaknya hamil, orang tua akan langsung memberikan perhatian dan segudang nasihat sehubungan dengan kehamilan dan persalinan. Bahkan karena saking perhatiannya, sampai-sampai orangtua membatasi anak wanitanya yang sedang hamil dengan berbagai mitos yang belum tentu kebenarannya. Sering kita mendengar bahwa ibu hamil tidak boleh minum es, makan telur, cumi-cumi, daging kambing, nanas, nangka, durian, tidak boleh makan dengan sendok besar. Semuanya serba tidak boleh. Tak dapat dipungkiri, mitos-mitos semacam itu masih berlaku pada zaman modern sekarang ini, bahkan beberapa tenaga kesehatan sendiri masih mempraktikkannya. Hal itu membuktikan mitos-mitos yang terdapat di masyarakat masih memiliki peran yang berarti untuk kelancaran proses kehamilan dan persalinan. Padahal tidak semua mitos-mitos yang ada di masyarakat itu berdampak positif terhadap kehamilan itu sendiri. Begitu banyak mitos yang simpang siur beredar di masyarakat seputar kehamilan dan persalinan. Keadaan yang demikian menjadikan wanita bingung manakah yang paling tepat untuk kehamilan dan persalinan yang dijalaninya. Agar dapat memberikan penjelasan yang tepat mengenai mitos-mitos tersebut, seorang (calon) bidan harus mendalami pengetahuan tentang mitos-mitos tersebut, sehingga dapat meluruskan mitos-mitos yang terjadi di masyarakat. Jangan sampai bidan justru terjerumus dan meng `iya` kan segala mitos yang belum tentu kebenarannya itu. Nah, beberapa mitos yang sering dianut oleh masyarakat diantaranya adalah.

Mitos 1: Minum es menyebabkan janin tumbuh besar

Fakta: Belum ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa air es menyebabkan bayi besar. Menurut Dr. Oni Khonsa, Sp.OG dari Rumah Sakit Umum Persahabatan, Jakarta, minum air es sebenarnya tidak bermasalah. Yang menimbulkan masalah kalau ibu hamil banyak minum-minuman yang serba mengandung gula, seperti es doger, es campur, es teller, dan sebagainya. Jika ibu hamil sering minumes yang banyak mengandung gula, bisa jadi bayi akan besar karena kalori yang dimakan ibu menjadi lebih banyak. Selain kelebihan gula, ukuran janin juga ditentukan oleh faktor genetik dan asupan nutrisi. Orang tua yang bertubuh besar sangat mungkin akan melahirkan bayi yang juga besar. Asupan nutrisi yang baik sangat mempengaruhi perkembangan fisik janin, sehingga janin akan berkembang dengan baik. Beberapa penyakit tertentu, seperti diabetes, juga bisa menyebabkan bayi yang dilahirkan memiliki berat badan yang lebih besar.

Mitos 2: Tidak boleh makan nanas, durian, nangka, dan daging kambing

Fakta: Sebenarnya jikahanya makan satu butir durian atau sepotong nanas tidak masalah. Yang penting ibu hamil tidak alergi dengan makanan tersebut. Nanas sendiri sebenarnya merangsang ibu hamiluntuk mual karena sifatnya yang masam. Sedangkan ibu hamil yang mengalamihipertensi memang dihariskan menghindari makanan seperti daging kambing dan durian dengan alas an kesehatan. Kol dannangka pun yang bisa menghasilkan gas dalam perut sebaiknya dihindari oleh ibuhamil, sebab pada ibu hamil, gerakan lambung melambat dan membentuk gas sehingga mengakibatkan perut terasa kembung.

Mitos 3: Minum air rumput Fatimah memudahkan ibu melahirkan

Fakta: Rumput Fatimah yang juga dikenal dengan nama Labisia pumila ini, berdasarkan kajian atas obat-obatan tradisional di Sabah, Malaysia, tahun 1998 dikatakan mengandung hormon oksitosin yang dapat membantu menimbulkan kontraksi. Biasanya rumput Fatimah ini direndam dalam air sampai mengembang, kemudian air rendamannya diminum. Namun, karena obat ini merupakan obat tradisional, maka takarannya pun belum jelas. Ada yang minum satu teguk saja sudah mules luar biasa, ada yang mium sebotol baru mulai mules. Jika rendaman ini diminum oleh ibu hamil yang pembukaan jalan lahirnya masih kecil, akan menimbulkan kontraksi yang hebat di dalam rahim. Padahal jalan lahir belum terbuka sehingga bias terjadi robekan jalan lahir. Akibatnya bisa fatal dan berbahaya bagi bayi.

Mitos 4: Minum minyak kelapa agar mudah melahirkan

Fakta: Hal tersebut tidak benar. Minyak kelapa jika diminum akan masuk ke saluran pencernaan dan hanya akan menambah kandungan lemak nabati ibu saja. Jika pada proses persalinan, jalan lahir diberi jeli atau minyak kelapa, itu mungkin masuk akal,dengan catatan kebersihan dari minyak kelapa terjamin. Yang mempengaruhi lancar tidaknya kelahiran adalah ukuran panggul, berat bayi, dan pecah atau belumnya air ketuban. Bagi ibu hamil yang tetap ingin mengkonsumsi semacam virgin coconut oil (VCO) tidak dilarang, tapi jangan terlalu berharap bahwa lahirnya bayi pasti akan lancer dan cepat.

Mitos 5: Minum air kelapa dapat mempercepat persalinan, menyuburkan rambut bayi, dan membuat kulit bayi putih

Fakta : Belum ada penelitan yang membuktikan mitos ini karena lancarnya persalinan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Namun air kelapa muda memang berkhasiat untuk menjadikan air ketuban putih dan bersih. Minum air kelapa hijau juga tidak berkaitan dengan rambut bayi. Namun air kelapa hijau memang menyehatkan karena mengandung elektrolit, sehingga siapa saja termasuk ibu hamil, boleh meminum air kelapa hijau agar tetap bugar. Terus, tidak ada hubungannya antara minum air kelapa dengan kulit bati yang putih. Belum ada penelitian yang membuktikan hal tersebut sebab ada orang yang tidak minum air kelapa tapi bayinya tetap putih. Tapi air kelapa tetap boleh dikonsumsi oleh ibu hamil.

Mitos 6: Leher ibu hamil yang menghitam atau puting yang berwarna gelap menandakan bayinya laki-laki

Fakta : Perubahan warna pada leher atau puting tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi. Perubahan warna kulit pada ibu hamil diakibatkan peningkatan progesteron dan melanost (hormon yang mengatur pigmentsi kulit). Karena itu puting susu yang menghitam biasa terjadi pada kehamilan, baik pada ibu hamil yang mengandung bayi laki-laki atau perempuan. Selain perubahan warna kulit dan puting susu, ibu hamil juga memiliki guratan kehitaman di perut dan garis hitam dari pusar ke bagian pugbis. Namun gejala ini akan menghilan setelah melahirkan

Mitos 7: Bentuk Perut Menentukan Jenis Kelamin Bayi.

Fakta : Tidak benar. Dokter kandungan kadang memang bisa memperkirakan jenis kelamin janin dari luar berdasarkan hormon-hormon kehamilan, misalnya ibu yang mukanya lebih hitam, lebih jerawatan dan keringat berlebih mungkin saja anaknya laki-laki karena memperlihatkan hormon androgen yang lebih dominan. Tapi bukan berarti penilaian lewat hormon selalu tepat. terbukti benar tidaknya, lewat USG. Namun USG pun bisa jadi salah, apalagi hanya penampakan luarnya. Bentuk perut ibu hamil yang lonjong atau bulat tergantung pada posisi janin dalam kandungan. Jika janin melintang, perut akan terlihat melebar. Namun jika posisi janin memanjang, perut akan terlihat tinggi. Selain itu, bentuk perut ibu hamil juga tergantung pada elastisitas otot dan volume air ketuban. Pada kehamilan anak pertama, perut akan tampak bulat karena otot masih kencang. Namun perut ibu yang pernah hamil beberapak kali akan tampak turun karena ototnya mulai kendur. Pada ibu hamil yang cairan ketubannya banyak, bentuk perutnya akan lebih besar dan bulat.

Mitos 8 : Minum susu kedelai atau makanan yang terbuat dari kacang kedelai akan membuat bayi berkulit putih

Fakta : Minum susu kedelai ataupun makan makanan yang terbuat dari kacang kedelai tidak berpengaruh pada warna kulit bayi. Warna kulit bayi diturunkan secara genetis dari orang tuanya.

Mitos 9: Terlalu sering makan jeruk akan meningkatakan lendir pada paru-paru jani dan resiko kuning saat bayi lahir

Fakta : Mitos ini tidak benar. Jeruk ini justru merupakan sumber vitamin C dan serat yang sangat dibutuhkan ibu hamil. Karena itu, mengkonsumsi jeruk selama kehamilan dianjurkan.

Mitos 10: Jika menginginkan bayi cerdas dan persalinan lancar, sering-seringlah berhubungan intim selama hamil

Fakta : Tidak benar bahwa sperma mengandung zat penyubur sehingga janin yang terkena semburan bisa tumbuh subur dan cerdas. Kesehatan janin dalam rahim sama sekali tidak berkaitan dengan sperma dan frekuensi hubungan intim. Kesehatan dan kecerdasan janin tidak dipengaruhi oleh kualitas sperma suami, melainkan faktor genetik dari kedua orangtuanya. Orangtua yang cerdas tentu pula berpeluang melahirkan anak yang cerdas pula. Bagi calon ibu yang memiliki gangguan kehamilan, seperti riwayat keguguran, placenta previa dan sebagainya, sebaiknya tidak melakukan hubungan intim untuk sementara waktu. Hubungan intim akan meningkatkan kontraksi otot-otot rahing sehingga resiko keguguran atu janin lahir prematur akan meningkat. Selain itu si ibu juga mengalami resiko perdarahan. Mitos ini diduga muncul karena orang mengkaitkan kasih sayang dan perhatian orangtua, dimana kondisi psikologis si ibu mungkin dapat menjadi lebih tenang dan nyaman dengan sering berhubungan intim. Kondisi kejiwaan ibu akan mempengaruhi janin yang dikandungnya. Calon ibu yang merasa tenang dan nyaman akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin, dan proses persalinan pun dapat berjalan lancar. Namun hal sebaliknya juga bisa terjadi jika calon ibu justeru tidak menikmati hubungan intim tersebut karena merasa terpaksa atau semata-mata karena kewajiban.

Mitos 11: Ibu hamil tidak boleh makan pisang, nanas, dan mentimun

Fakta : Mitos ini sangat dipercaya oleh sebagian masyarakat di jawa karena bisa mengakibatkan keputihan. Bahkan mereka percaya bahwa nanas bisa menyebabkan keguguran. Konsumsi pisang, nanas, dan mentimun justru disarankan karena kaya akan viatamin C dan serat yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan melancarkan proses pembuangan sisa-sisa pencernaan. Adapun keputihan tidak selalu membahayakan. Saat hamil maupun setelah melahirkan, adalah normal jika ibu mengalami keputihan. Kecuali juka keputihan tersebut terinfeksi oleh bakteri, jamur, dan virus yang biasanya ditandai dengan keluhan gatal, bau tidak sedap, dan warnanya kekuningan, kehijauan atau kecoklatan.

Mitos 12: Ibu hamil tidak boleh makan daging kambing

Fakta : Ibu hamil boleh saja mengkonsumsi daging kambing dengan porsi yang wajar, kecuali ibu hamil yang menderita kelebihan kolesterol atau penyakit jantung. Daging kambing mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi sehingga mempengaruhi metabolesme asam urat yang berbahaya bagi penderita koleterol tinggi ataupun penderita penyakit jantung

Mitos 13: Mengurut perut ibu hamil

Fakta : Mitos ini banyak dipercaya di masayarakat. Padahal mengurut perut ibu hamil dapat meningkatkan resikot terjadinya keguguran dan gangguan janin, yaitu janin mengalami stress atau tekanan. Jika janin mengalami stress atau tekanan, pertumbuhannya dapat terganggu

Mitos 14: Morning sickness adalah tanda janin yang Anda kandung sehat.

Fakta : Menurut Dr. Evan Saunders, spesialis Obstetri dan Ginekologi dari University of Winconsin School of Medicine, Amerika, gangguan mual tersebut disebabkan oleh perubahan kadar hormon yang terjadi pada awal kehamilan. Ini berarti tubuh Anda sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk janin yang sedang tumbuh di dalam rahim. Selain itu, dalam penelitiannya terhadap dua kelompok ibu yang mengalami mual dan tidak mengalami mual, Sunders menemukan kelompok kedua ternyata menunjukkan angka keguguran yang lebih besar dibanding kelompok pertama.

Mitos 15: Penggunaan komputer, microwave, atau pemeriksaan metal detector pada waktu hamil tidak aman untuk pertumbuhan janin.

Fakta : Penelitian Dr. Saunders menunjukkan, penggunaan komputer dan microwave tidak berbahaya bagi janin. Demikian pula pemeriksaan dengan metal detector di hotel, pusat perbelanjaan atau airport, aman bagi janin.

Mitos16 : Jika mengoleskan krim yang tepat, Anda tidak akan mengalami stretch marks (garis-garis di perut atau paha yang terjadi akibat kehamilan).

Fakta : Sampai sekarang, berbagai krim itu hanya bisa mengurangi garis-garis yang muncul serta mengurangi rasa gatal yang mungkin menyertainya. Sebab, stretch marks itu lebih dipengaruhi oleh faktor gen. Kalau kita memang sudah membawa bibit untuk mengalami stretch marks, ditambah dengan berat badan yang meningkat luar biasa selama hamil, maka krim yang kita oleskan tak berarti banyak. Menghilangkan stretch marks bisa dengan operasi laser (stretch marks laser surgery), yang tindakannya sangat ringan. Namun, tindakan ini belum tentu juga bisa menghilangkan stretch marks, karena tergantung seberapa parah robekan jaringan kulit tersebut.

Mitos 17: Jika kehamilan sudah cukup bulan dan Anda ingin segera mengalami proses persalinan, coba saja berhubungan intim dengan suami.

Fakta: Mitos itu ada benarnya juga. Sebab, hormon prostaglandin yang ada di cairan semen (cairan yang dikeluarkan pria ketika ejakulasi), dapat menimbulkan kontraksi rahim dan melembutkan leher rahim. Dengan demikian, proses persalinan mungkin saja terjadi lebih cepat. Selain itu, orgasme juga bisa memicu timbulnya kontraksi rahim. Tapi, kalau memang belum waktunya melahirkan, berhubungan intim beberapa kali pun tak akan membuat Anda segera melahirkan. Jadi, Anda memang perlu menunggu sampai waktu melahirkan sudah dekat.

Mitos 18: Mengonsumsi makanan pedas menyebabkan ibu yang hamil tua jadi cepat melahirkan.

Fakta : Sebenarnya, ibu hamil tidak punya pantangan makanan tertentu. Tapi, ada makanan yang sebaiknya dihindari, seperti makan yang berasal dari keju yang sangat lembik atau keju dari susu mentah. Makanan-makanan ini dikhawatirkan cepat busuk, sehingga mengandung bakteri yang disebut lysteria. Bakteri inilah yang sering dihubungkan dengan kemungkinan penyebab keguguran atau persalinan dini.

Mitos 19: Persalinan normal akan menyebabkan lemahnya fungsi kandung kemih

Fakta : Mungkin, ada wanita yang pernah melahirkan dengan proses persalinan normal (melalui vagina) dan kebetulan mengalami kerusakan otot dan jaringan ikat rongga panggul, sehingga menyebabkannya tak bisa menahan keluarnya air kencing. Asal tahu saja, kondisi ini sebenarnya jarang sekali ditemui. Jika Anda takut, lalu merencanakan untuk operasi caesar hanya karena menganggap bahwa operasi lebih aman daripada melahirkan secara normal, maka Anda harus berpikir dua kali. Sebab, operasi caesar merupakan operasi besar yang juga berisiko (termasuk kemungkinan teririsnya kandung kemih ketika dilakukan operasi). Sebenarnya, untuk menguatkan otot panggul yang menyangga kandung kemih, Anda juga dapat melakukan latihan Kegel. Latihan itu dapat dilakukan ketika hamil dan seminggu setelah Anda melahirkan. Caranya, kerutkan otot seputar vagina, lakukan usaha seperti menahan kencing dan tahan sekitar 10 detik, kemudian lepaskan lagi. Lakukan hal ini sepuluh kali setiap hari.

Mitos 20: Minum Susu Kehamilan, Menyebabkan Bayi Besar.

Fakta : Jika peningkatan berat badan ibu berlebihan, dokter mungkin akan menyarankan susunya untuk dikurangi. Namun hal tersebut sangat insidentil, tidak berarti kalau minum susu kehamilan, bayinya pasti akan menjadi besar. Banyak faktor yang menyebabkan bayi itu besar. Kalau berat badan ibu tergolong kurus, maka dokter akan menyerankan agar ibu hamil minum susu lebih banyak. Hal ini mungkin berbeda dengan ibu hamil yang sudah mengalami obesitas. Tapi percayalah, peningkatan berat badan bayi tidak semata-mata karena susu. Asupan makanan dan jumlah kalori yang banyak, faktor ibu hamil yang mengalami diabetes, karekteristik si ibu yang tinggi besar dan lain-lain memperngaruhi besar tidaknya bayi. Tapi sebaiknya ibu hamil tetap mengonsumsi susu untuk ibut hamil. Jika eneg boleh diganti dengan susu lain, kecuali susu kental manis.

Mitos 21: Ibu hamil tidak boleh minum yoghurt

Fakta : Tidak ada penelitian yang mendukung pernyataan ini. Jadi pernyataan ini hanya mitos belaka. Lagipula yoghurt itu baik untuk melancarkan pencernaan ibu hamil. Yang mana semenjak dalam kehamilan tidak jarang ibu hamil mengalami namanya sembelit.

Mitos 22: Dilarang menutup lubang-lubang

Fakta : katanya akan menyulitkan proses persalinan. Sulitnya persalinan tentu saja bukan ditentukan hal itu. proses persalinan tergantung pada 3P (power, passage, passanger). Proses persalinan bisa berjalan lancar jika ketiga komponen tersebut dalam kondisi baik. Ukuran bayi (passanger) tak terlalu besar agar bisa melalui jalan lahir (passage). Didukung oleh konstraksi (power) yang teratur dan efektif sehingga mampu membuka jalan lahir. Gitchu lhoch!!

Mitos 23 :Upacara 7 Bulanan agar persalinan lancar

Fakta : pada Upacara 7 Bulanan, calon ibu dan calon ayah diminta meloloskan ikan/belut melalui kain sarung yang dikenakan ibu. Jika ikan/belut keluar dengan lancar (tak menyangkut), pertanda persalinan bakal lancar. Tentu saja itu tak benar. Karena lancar-tidaknya sebuah proses persalinan tergantung pada berat janin, tenaga mengejan si ibu, dan jalan lahir. Jika semuanya saling mendukung, bisa ditebak pasti lancar.

Mitos 24 : Jika ibu hamil senang bersolek maka bayinya yang perempuan.

Fakta : Ini tak sepenuhnya benar. Memang, bawaan ibu hamil berbeda-beda. Ada yang lebih suka berdandan agar terkesan rapi. Ada yang malas bersolek karena perut gendutnya sudah cukup membuatnya repot dan kegerahan. Yang jelas, laki-laki atau perempuan ditentukan oleh sperma ayah. Jika kromosom X dari sperma ayah bertemu dengan kromosom X dari sel telur ibu, maka bayinya dipastikan perempuan. Tapi jika kromosom Y dari sperma ayah bertemu dengan kromosom X dari sel telur, maka bayinya laki-laki. Jika bentuk perut ibu selama hamil meruncing, ia akan melahirkan bayi lelaki, jika bundar, yang akan lahir bayi perempuan. Pada kehamilan pertama, perut cenderung membulat di atas. “Karena otot-otot dinding perut masih kuat sehingga mampu menyangga rahim,” . Sedang pada kehamilan berikutnya yang bertambah besar dan berat cenderung turun ke bawah. Ini disebabkan otot-otot dinding perut sudah mulai kendor dan tak terlalu baik menyangganya. Bisa juga disebabkan posisi bayi. “Jika melintang, bisa dipastikan perut ibu melebar ke samping,”. Begitu pun jumlah cairan ketuban. Jika jumlahnya banyak, perut pun kelihatan lebih besar. Selain mitos-mitos di atas, masih banyak lagi mitos lain yang berkembang di masyarakat dan belum pasti kebenarannya. Nah, untuk itu kita sebagai calon tenaga kesehatan tidak boleh percaya begitu saja tentang mitos kehamilan dan persalinan. Kita sebaiknya menganalisa kebenarannya terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahpahaman yang akhirnya justru membahayakan bagi ibu hamil. Okey, jangan malas belajar ya…gali informasi dari mana saja. Jika ada yang membingungkan seputar mitos kehamilan dan persalinan, segera tanyakan kepada yang lebih tahu atau tanyakan ke Paman “google”. Hehe.. By: Team MQ-Lam Sumber : http://bidanku.com/index.php?/Mitos-Mitos-Seputar-Kehamilan http://wulanpermata.multiply.com/journal/item/96/Antara_Mitos_Fakta_Seputar_Kehamilan http://the.karimuddin.com/2009/10/mitos-mitos-seputar-kehamilan-yang-bikin-bingung/ http://motonuraryuu.ngeblogs.com/2009/10/13/aneka-mitos-seputar-kehamilan/

6 Tanggapan to “Kupas Tuntas Mitos tentang Kehamilan dan Persalinan”

  1. Tarbiyatul banin Says:

    Assalamualaikum

    wah kalo urusan ibu ibu, gimana ya nggak koment banyak banyak, heeee

    NEW POSTING
    STOP SMOKING, PLEASE!!! Mencoba mengurangi Self Genoside
    http://tarbiyatulbanin.wordpress.com/2010/01/25/stop-smoking-please-mencoba-mengurangi-self-genoside/

    tukeran link temen

    http://tarbiyatulbanin.wordpress.com/

  2. Minda Saepudin Says:

    Assalamu’alaikum… Memang sudah saatnya generasi sekarang untuk tidak termakan mitos2 ibu hamil, oleh karena itu banyak2lah cari informasi dengan memakai logika yg sehat.

  3. Ayutha Wijinindyah Says:

    wuuiiiiizzzz,…hamil itu memang penuh dengan mitos dan wajengan yang kadang gak jelas, ya…makasih buat infonya…

  4. Lely Says:

    Memang sy rasakan sendiri begitu byk kekhawatiran berlebih saat hamil…apalagi dgn mitos2 itu….makin pening n mual kalo dipikirin..

  5. Lely Says:

    Ini cerita nyata : suatu hari anak pertama sy sdg bermain diruangan depan,tiba2 teriak ketakutan krn melihat lipan sebesar dua jari,berwarna merah,dan cukup besar menurut saya.lalu suami sy berusaha mengeluarkan lipan itu,tp lipan itu masuk ke lubang yg ada dibalik pintu,lubang yg tembus ke bawah tanah lantai rumah.lalu suami sy mencari cara untuk bagaimana spy lipan tdk keluar lg,awalnya mau disemprot dgn racun serangga,tp sy teringat mitos tak boleh membunuh binatang maka sy sarankan suami untuk hanya menutup lubang.mksd sy agar lipan tdk keluar dan membahayakan kami dan keluarga.
    Tp alangkah terkejutnya sy setelah membaca bbrp artikel ttg larangan menutuP lubang,tp sy kuatkan keyakinan,apa ug ys lakukan itu benar,adalah untuk menghindari bahaya….bagaimana bisa mematuhi mitos tp berdampak fatal apalagi ini lipan gitu loohhh….semua tau seberapa ganas nya lipan.
    Semoga mitos2 itu tdk mempengaruhi ketenangan ibu hamil yg lain,krn TUHAN maha segalanya….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: