Wujudkan Generasi Sehat, Cerdas dan Shalih dengan IMD & ASI…

Khuzaiyah Muttaqin
Apakah kita pernah dengar gak istilah inisiasi menyusu dini? Yach, inisiasi menyusu dini adalah bayi menyusu sendiri segera setelah lahir dengan meletakkan bayi di atas dada ibu (Roesli, 2008). Jadi, jika dulu zamannya kita lahir itu bayi langsung dipisahkan dari ibunya sementara menunggu ibunya dibersihkan dari kotoran dan darah, maka pada jika IMD tidak demikian. Pada IMD segera setelah bayi lahir, bayi langsung diletakkan di atas perut ibu, dikeringkan disana, diganti dengan kain bersih disana, dan kemudian bayi langsung ditengkurapkan di atas perut ibu dalam keadaan kontak skin to skin antara kulit bayi dan ibu. Nah, setelah itu bayi dibiarkan merangkak dan mencari payudara ibu sendiri. Istilahnya adalah the breast crawl. Proses ini dibiarkan minimal selama 1 jam sampai bayi berhasil menemukan puting susu ibu dan dilanjutkan dengan menyusu pada ibu.
Lalu, apa sih manfaat or keuntungan IMD?
Mungkin kita ada yang bertanya, apa gak kasihan tuh baby, masa baru lahir langsung ditengkurapkan di atas perut ibu? Apa gak sesak nafas, megap-megap atau kedinginan? Yach, bagus juga kalau ada yang masih berpikiran demikian, itu artinya kalian masih memiliki kepekaan yang tinggi terhadap para baby. Hehe..
Namun, yang perlu kita pahami di sini adalah, bahwa ternyata bayi baru lahir yang tidak mendapatkan IMD itulah yang seharusnya dikasihani. Pasalnya, IMD mempunyai seabrek manfaat. Apa saja yach manfaat alias keuntungannya? Yuuk…lanjut…
1. Dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat sehingga menurunkan angka kematian bayi akibat hipotermia (suhu di bawah normal/kedinginan). Nah, berarti tidak tepat kan jika kita menganggap bahwa bayi IMD dengan telanjang dada menjadi kediginan? Karena dada si bayi melakukan perlekatan dan kontak langsung dengan kulit ibu, dan tubuh ibu tentu hangat sehingga berfungsi sebagai penghangat bayi.
2. Ibu dan bayi merasa tenang.
3. Memindahkan bakteri baik yang ada di kulit ibu ke kulitnya, menjilati kulit ibu hingga menelan bakteri itu, yang pada akhirnya akan berkoloni di usus bayi menyaingi bakteri ganas dari lingkungannya.
4. Jalinan kasih sayang ibu lebih baik sebab bayi siaga 1-2 jam pertama di dekapan ibu.
5. Mendapat kolostrum, kaya antibody dan penting untuk pertumbuhan usus dan ketahanan tubuh terhadap infeksi. Nah, itulah kenapa bayi IMD gak gampang sakit..
6. Dengan IMD akan meningkatkan kesuksesan proses pemberian ASI ekslusif (pemberian ASI saja selama 6 bulan) dan bayi akan lebih lama disusui.
7. Pada ibu, sentuhan, emutan dan jilatan pada puting merangsang pengeluaran hormone oksitosin yang penitng untuk:
– mengurangi perdarahan ibu setelah melahirkan
– membuat ibu lebih rileks, mencintai bayi, meningkatkan ambang nyeri dan meningkatkan kebahagiaan ibu.
– Merangsang aliran ASI
Selain manfaat seabrek di atas, seorang pakar IMD dr. Utami Roesli SpA.MBA.IBCLC juga mengatakan bahwa terdapat 10.947 bayi lahir antara Juli 2003 s/d JUni 2004 dan disusui. Penelitian menunjukkan bahwa menyusu pada 1 jam pertama membantu keselamatan bayi 22%, sedangkan menyusu pada hari pertama hanya membantu sekitar 16%. Jadi kemungkinan kematian bayi meningkat secara bermakna setiap hari jika permulaan menyusu tersebut ditangguahkan. Nah Loh, kasihan kan bayi-bayi itu?

Tahapan apa saja yang dilalui bayi hingga si bayi bisa mencapai payudara sendiri tanpa dibimbing?
Kita mungkin berpikiran seperti itu ya? Mungkin kita juga berpikir, bukankah bayi masih kecil, baru lihat dunia dan belum berakal? (eits, kata siapa bayi gak berakal?:-))
Nah, ternyata ada 5 tahapan yang dilalui bayi sehingga akhirnya ia bisa mencapai payudara ibu sendiri.
Pertama, dalam 30 menit pertama bayi istirahat siaga. Sekali-kali melihat ibunya dan menyesuaikan dengan lingkungan. Kedua, dalam 30-40 menit, bayi mengeluarkan suara, gerakan menghisap, memasukkan tanga ke mulut. Ketiga, bayi mengeluarkan air liur. Keempat, bayi menekan-nekan perut ibu dan bergerak ke arah payudara. Kelima, menjilat-jilat kulit ibu, menyentuh putting susu dengan tangannya, menghentakkan kepalanya ke dada, menoleh ke kanan-kiri, menemukan puting, menjilat, megulum putting susu dan terakhir bayi membuka mulut lebar dan melekat dnegan baik.
Hendaknya proses IMD ini tidak terputus hanya sampai IMD saja, tapi mesti dilanjutkan dengan ASI eksklusif yaitu pemberian ASI saja selama 6 bulan.
Nah, sudah paham kan G!zolista? oke deh…
Yach, kenapa mesti IMD? Kenapa juga mesti ASI eksklusif?
wah, kalau itu pertanyaannya sih jawabannya buanyak banget…
Kenapa mesti ASI? Yach karena ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Tiada makanan/ susu formula yang gizinya menyaingi ASI, meskipun itu susu formula termahal sekalipun. Satu yang terkandung di dalam ASI yang tidak dimiliki oleh susu formula apapun adalah colostrums. Colostrum hanya terkandung di dalam ASI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi dengan ASI akan 20x lebih jarang mencret (sementara 400 bayi meninggal setiap tahunnya karena mencret yang 300 diantaranya tidak disusui). Kematian bayi meningkat 23,5x lipat jika disusui pake formula. Selain itu bayi engan ASI akan 6-8x lebih jarang menderita kanker.
Lalu kenapa mesti IMD? Yach, karena “IMD adalah releks anugerah Illahi yang terlupakan”, begitulah ungkap Utami Roesli. Karena IMD mempunyai segudang manfaat baik bagi ibu maupun bayi.
Lalu, kenapa ASI eksklusif? Baiklah, mari kita simak Q.S Al-Baqarah: 233
“Para ibu hendaknya menyusukan anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan”
Q.S Al-Qoshos: 12
“Dan Kami ilhamkan ibu Musa:”hendaklah engkau menyusukannya.Maka apabila engkau khawatir terhadapnya, maka hanyutkanlah ke sungai dan janganlah khawatir dan bersedih”
Ayat ini jelas memerintahkan ibu-ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya. Dan perintah ini bukanlah sekedar perintah saja tanpa hikmah, karena faktanya ternyata anak ASI terbukti lebih sehat, memiliki IQ lebih tinggi, EQ lebih baik, SQ lebih baik dan tentu lebih sholeh dan sholekha.
Nah tuh, berarti tidak tepat kan jika orangtua yang pingin anaknya pinter dan cerdas justru tidak memberinya ASI, tapi malah memberinya susu formula yang harganya tinggi? Jangan hanya karena prestise biar dianggap mampu or kaya, akhirnya justru memberikan susu sapi pada anak. Kasihan tuh baby, lama-lama gak jadi anak manusia malah jadi anak sapi karena disusui pake susu sapi terus. Hehe
Okey, sebagai calon ibu yang baik (ck-ck-ck), sudah sepatutnya kan kita bersiap dan bertekad sejak dini untuk memberikan ASI saja pada anak-anak kita kelak. Yach, supaya generasi kita menjadi generasi yang sehat dan cerdas.
Ocre?!! Jadikan ASI sebagai hadiah terbaik bagi baby!
Pekalongan, 28 Juli 2009

2 Tanggapan to “Wujudkan Generasi Sehat, Cerdas dan Shalih dengan IMD & ASI…”

  1. orriza Says:

    Syukurlah… anak saya juga dulu waktu lahir langsung mendapatkan IMD dari ibunya….

    Sekedar info tapi perlu diwaspadai :
    http://storyza.wordpress.com/2011/03/29/hati-hati-jebakan-betmen-bergentayangan-di-facebook-fb/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: