KHUZAIYAH site

Cinta, Mentari dan HujanCinta, Mentari dan Hujan KITA LAHIR UNTUK BELAJAR

Assalaamualaikum dunia!

Perkenalkan, saya Siti KHuzaiyah. Keluarga memanggil dengan nama kesayangan, zaiyah. Teman-teman lebih karab dengan yayah. Sebagian senang dengan KHuza`. Ya, begitulah. Setiap panggilan itu memiliki esensi sendiri-sendiri. jika ada yang mnanyakan: Apa sih arti sebuah nama? Maka dengan tegas kukatakan: JELAS SANGAT BERARTI! Yah! Itulah Khuzaiyah. Seorang yang lahir 21 tahun yang lalu di Batang dan hidup di sebuah kampung kecil di kabupaten Pekalongan, yaitu Paninggaran. kampung penuh kesejukan yang banyak memberi tahu aku akan arti sebuah kedamaian.

Sejak masih SD (SD Domiyang 02) mulai menyenangi pelajaran Bahasa Indonesia, terutama puisi. KEtika SMP mulai mengenal dunia media massa. saat itu yang paling akrab adalah YUNIOR-Suplemen Suara Merdeka yang terbit setiap hari minggu. Rasa tertarik dan jatuh cinta pada dunia tulis menulis semakin bertambah ketika tulisan artikel-artikel debat ABG, surat sahabatku, puisi-puisi, dan berbagai kisah pengalaman menarikku dimuat di YUNIOR tsb. Hati ini semakin bungah ketika saat itu Guruku di SMP 02 Paninggaran menempelkan setiap naskahku yang dimuat di Yunior tsb di Majalah Dinding yang ada di sekolah. Ada suatu obsesi yang tiba-tiba muncul:aku ingin jadi penulis hebat! Padahal waktu itu aku sadar, bahwa disisi lain hatiku sudah ada cita-cita yang tak kalah mengusik hati:Bidan! Yah, aku ingin jadi Bidan!

Di saat akhir menjelang kelulusan SMA (SMA N I Kajen, Pkl), ada pergolakan batin antara keinginanku mengejar cita-cita belajar di kebidanan dan mengejar obsesiku menjadi jurnalis dengan belajar di Fak. Jurnalistik/ Komunikasi. Setelah ditimbang matang dengan mengikuti saran orangtua, akhirnya keputusan berpihak pada Kebidanan. Aku pikir, menjadi penulis tidak lah harus melewati perkuliahan khusus. Buktinya, banyak juga penulis-penulis besar yang lahir dari pengalaman Hidup dan autodidak(contohlah Joni Ariadinata-, Asma Nadia_IPB, Kang ABik AAC- fak. Hadits Al-Azhar Cairo, dsb.) sedangkan untuk menjadi Bidan, seseorang harus menempuh pendidikan khusus kebidanan. Tidak bisa secara autodidak seseorang berprofesi sebagai bidan (beda kan sama nulis?) Dalam hal ini bukan berarti saya menganggap remeh kepenulisan.

Ini artinya, siapapun dengan profesi dan aktivitas apapun, bisa menjadi penulis! baik itu petani, tukang becak, sopir, penjual mie ayam, guru, bahkan presidenpun bisa menjadi penulis. Tdk ada aturan tertentu (yang mengikat) untuk jadi penulis. Asalkan dia punya kemauan yang keras, mau belajar menulis, menulis dan menulis, maka menjadi penulispun bukanlah suatu yang mustahil bagi dirinya.

  Awalnya Ada sedikit kekhawatitan yang muncul ketika aku memutuskan belajar di kebidanan. Khawatir kegiatan menulisku mandeg, khawatir tidak mendapatkan teman yang saling mensupport di kepenulisan, dan kekhawatira-kekhawatiran yang lain. HIngga di suatu titik kesadaran, rasanya tidak adil jika aku terus menghantui diriku dengan kekhawatiran yang tak tentu arahnya. Akhirnya, dengan penuh keterbatasan yang kumiliki kubiarkan jari-jariku terus menraikan pena untuk mengejar obsesiku yang mungkin terlalu muluk:Penulis Hebat! Yah, proses menulis itupun terus berlangsung hingga aku menemukan orang-orang aneh (?) penuh semangat di komunitas rumah imaji (www.rumahimaji.blogspot.com) . Harapan dan obsesi menjadi penulis itu tumbuh perlahan-lahan dan mengisi hari-hariku dengan coretan-coretan PELANGI(penuh warna).

Dan…kini, obsesi itu tak terasa berpamit dari dalam hati dan berbisik : JANGANLAH TERLALU TEROBSESI, TAPI COBALAH TERUS BELAJAR! dan akupun sadar, ternyata bekal obsesi saja tidak cukup untuk mengejar obsesi itu. Yang terpenting adalah Belajar! belajar! dan Belajar! Menulis! menulis! dan Menulis!

Dengan semangat belajar itu, detik-detikpun terasa berjalan dengan indah. Mengukir makna pada tiap waktu yang kulalui, dan membuka hati dengan kata seru dunia: KITA LAHIR UNTUK BELAJAR. MINAL MAHDI ILAL LAHDI!

Salam Kreatif (*_*)

yayah.annisa_87@yahoo.com

11 Tanggapan to “KHUZAIYAH site”

  1. Hejis Says:

    Saya kagum akan cita-citamu antara menjadi penulis dan bidan. Keduanya mungkin pilihan yang amat kamu sukai ya. Tetapi, akhirnya mbak Yayah harus memilih salah satu. Pilihan yang jitu dengan alasan yang jitu pula! Menulis bisa dipelajari sendiri dengan terus-menerus menulis dan, tentu saja, membaca tulisan, buku, koran, dan lain-lain.

    Selamat menekuni dunia tulis-menulis tanpa meninggalkan keinginan untuk mengabdi sebagai bidan ya.

    Salam kenal dari wong Doro, Pekalongan yang sekarang kebetulan ada di Malang, Jawa Timur. Semoga perkenalan ini bermanfaat bagi kita. Amiin.

    Salam hangat.😀

  2. hamidin krazan Says:

    Khuazae…. coba sekali-kali menulis artikel kesehatan wanita dan kirim ke harian NIRMALA POST Tegal Jl Yos Sudarso no 13 Kota Tegal. rubrik OPINI…. banyak jalan berekspresi banyak cara berkreasi….

  3. AutHor PeLaNgi "Khuzaiyah" Says:

    ms hamidin krazan,..terimakasih atas infonya…
    hm, boleh lihat contoh hariannya?🙂
    ni alamat saya: a.n siti khuzaiyah PRODI DIII KEbidanan STIKES PEKAJANgan Pekalongan 51173

    saya tunggu ya,,,hehe, jadi ngrepotin nih.
    085659676149

  4. imam adzroie Says:

    Desa Paninggaran menunggu hilang tertimbun gunung yang longsor. Dulu masih SMP saya suka mencari kayu kering buat kayu bakar ortu n berburu burung buat mainan. sekarang pohon pinusku sudah pada hilang semua…….. dan gundukan bukit 2kosong siang ambruk menimpa desa

  5. poerwanto Says:

    wah desa peninggaran……tepat di atas desaku..jadi ingat dulu waktu smp suka mbolos ke peninggara…..

  6. khafidl khafidi Says:

    assalamu’alaikum wrwb.
    mb yayah, ini saya, khafidl khafidi.
    numpang mampir hehe.
    smangat..!
    assalamu’alaikum wrwb.

  7. azuk Says:

    mbk yayah add aku duong mungkin kt pernah kenal

  8. Af.Rosid Says:

    Makin kreatif,makin maju,selamat

  9. joe Says:

    Luar Biasa Semangat yg tidak pudar, dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan…kalau ketemu dosen-dosen bidan pekajangan SALAM ya..”Keep spirit”

  10. arjie Says:

    temanku ini memang pintar, menulis adalah merupakan salah satu media penting untuk menerapkan ide-ide kita sebagai kemampuan intelektual.

  11. Yayah Khuzaiyah Nasima Says:

    Subhanallah… terharu. Refreshing ke 5 tahun yang lalu.. bening, kuat, positif, sampai aku lupa dan tidak mengenali siapa diriku dulu dan kini..Rendevouz yang menginspirasi. Salam kawan2 blogger ceria..:-)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: